Ficool

Chapter 413 - Tekanan Gravitasi

Di depan pintu utama markas X.A.R.A, pertempuran berubah menjadi bentrokan yang jauh lebih berat.

Tanah retak di mana-mana.

Beberapa kendaraan tempur hancur.

Namun satu garis pertahanan masih berdiri: Pasukan tempur X.A.R.A.

Puluhan prajurit dengan armor taktis membentuk formasi pelindung di depan tangga utama gedung.

Drone pertahanan melayang di udara.

Meriam energi diarahkan ke satu target.

Rizen berdiri di hadapan mereka dengan sikap santai.

Medan gravitasi berputar di sekeliling tubuhnya.

Ia memandang para prajurit itu dengan sedikit heran.

"Ini bisa gawat."

Ia melangkah satu langkah.

BOOM.

Tanah langsung retak di bawah kakinya.

Gravitasi tiba-tiba meningkat.

Beberapa prajurit hampir berlutut.

Namun mereka tetap berdiri.

"Pasukan biasa biasanya sudah hancur sekarang," gumam Rizen.

Pemimpin pasukan X.A.R.A mengangkat senjatanya.

"Unit pertahanan—tembak!"

DRAAAK!

Puluhan peluru energi meluncur ke arah Rizen.

Namun sebelum mengenai tubuhnya—

Udara di sekeliling Rizen melengkung.

Medan gravitasi menekuk jalur peluru.

Beberapa peluru bahkan jatuh ke tanah sebelum mencapai target.

Sisanya berbelok ke samping.

Rizen menghela napas kecil.

"Teknologi pertahanan yang bagus."

Ia mengangkat tangan.

"Tapi itu belum cukup…"

Medan gravitasi di sekitarnya meningkat drastis.

BOOOOM!

Tekanan tak terlihat menghantam pasukan X.A.R.A.

Beberapa prajurit terdorong mundur.

Drone pertahanan jatuh satu per satu.

Namun armor mereka tetap utuh.

Rizen menyipitkan mata.

"Armor gravitasi penstabil?"

Ia tertawa kecil.

"Tidak buruk untuk organisasi penelitian."

Di belakang barisan pasukan—

Aryes berdiri di tangga gedung.

Tangannya di saku jas panjangnya.

Ekspresinya tetap tenang.

Seolah ia sedang mengamati eksperimen.

Bukan pertempuran.

Rizen memperhatikannya.

"Jadi kau pemimpin tempat ini."

Aryes tidak menjawab langsung.

Ia menatap medan tempur yang kacau di halaman.

Storm melawan Lgris.

Zero melawan Terminator Demon.

Arabels dan Lira melawan Marika.

Lalu ia kembali menatap Rizen.

"Kau datang jauh hanya untuk menyerang ilmuwan?"

Rizen tersenyum tipis.

"Bukan ilmuwan yang kuserang."

Ia menunjuk Storm di kejauhan.

"Tapi ancaman global."

Aryes mengangguk kecil.

"Aku mengerti."

Pasukan X.A.R.A kembali menembakkan senjata mereka.

Rizen melangkah maju.

Medan gravitasi kembali menekan mereka.

Namun kali ini—

Ia tidak mencoba menghancurkan pasukan itu.

Ia mengamati celah di antara mereka.

"Ini dia."

Ia melangkah lebih cepat.

Satu prajurit mencoba menahannya.

WHAM!

Gravitasi tiba-tiba meningkat tepat di posisi prajurit itu.

Ia terdorong ke tanah.

Namun armor pelindungnya masih utuh.

Rizen melangkah melewati mereka.

Beberapa prajurit mencoba menghalangi.

Namun gravitasi terus menekan mereka mundur.

Sedikit demi sedikit—

Rizen berhasil menjangkau tangga utama.

Kini jarak antara dia dan Aryes hanya beberapa meter.

Pasukan X.A.R.A masih berdiri di belakangnya, namun mereka tidak cukup cepat menghentikannya.

Rizen menatap Aryes langsung.

"Sepertinya perlindunganmu tidak cukup."

Aryes tetap tenang.

"Belum tentu."

Rizen sedikit mengangkat alis.

Medan gravitasi di tangannya mulai berkumpul.

Udara di sekitar Aryes mulai terasa berat.

Jika serangan itu dilepaskan—

Tangga gedung bisa hancur.

Namun Aryes tidak bergerak.

Tidak mundur.

Tidak panik.

Ia hanya berdiri di sana, menatap Rizen dengan tenang.

Seolah ia sudah memperhitungkan kemungkinan ini sejak awal.

More Chapters