Ficool

Chapter 409 - Tanpa Armor

Halaman markas X.A.R.A telah berubah menjadi medan perang.

Es pecah berserakan di tanah.

Bekas ledakan energi membentuk lubang-lubang besar.

Langit di atas halaman dipenuhi kilatan merah dan biru dari benturan kekuatan.

Di tengahnya—

Storm dan Lgris terus bertarung tanpa jeda.

TRAAANG!

Pedang es Lgris menghantam armor Scarlet Skycrimson milik Storm.

Benturan itu menciptakan ledakan yang menyapu tanah di sekitar mereka.

Lgris mendorong Storm mundur beberapa meter.

"Kenapa menahan diri?" ejek Lgris. "Aku tahu kau punya lebih banyak kekuatan dari ini!"

Storm menahan tebasan berikutnya dengan lengannya yang berlapis baja.

Namun kali ini—

Ia tidak langsung menyerang balik.

Armor merahnya justru mulai meredup.

Lgris menyipitkan mata.

"Apa yang kau lakukan?"

Lampu-lampu energi pada armor Storm mulai padam satu per satu.

Bagian baja di bahu dan dadanya perlahan menghilang seperti serpihan cahaya yang larut di udara.

Beberapa detik kemudian—

Armor Scarlet Skycrimson sepenuhnya nonaktif.

Storm kini berdiri hanya dengan pakaian tempurnya.

Tanpa perlindungan baja.

Tanpa mesin pendukung.

Lgris terdiam sesaat.

Lalu tertawa.

"Kau serius?"

Angin dingin berputar di sekeliling mereka.

Storm menggerakkan bahunya perlahan, seolah melepaskan beban.

"Armor itu kuat."

Ia mengepalkan tangannya.

"Tapi terlalu berat untuk pertarungan seperti ini."

Lgris mengangkat pedang esnya.

"Kau pikir tanpa armor kau akan lebih kuat?"

Storm melangkah satu langkah.

Aura tipis mulai bergetar di sekeliling tubuhnya.

"Aku hanya merasa lebih bebas."

Seketika—

Storm menghilang dari tempatnya berdiri.

WHUSSH!

Lgris hampir tidak sempat bereaksi.

Storm muncul di sampingnya dan melempar pukulan lurus ke arah rusuknya.

BOOM!

Lgris terpental puluhan meter dan menghancurkan dua pilar es yang ia ciptakan sebelumnya.

Tanah retak keras.

Debu es beterbangan.

Lgris bangkit sambil menyeringai lebar.

"Keparat!"

Ia mengibaskan pedangnya.

Ratusan tombak es muncul di udara.

"Kau mulai serius!"

Storm berdiri tenang.

Tidak ada armor.

Tidak ada senjata.

Hanya tubuhnya sendiri.

Tombak es meluncur bersamaan.

Storm bergerak.

Ia melesat di antara tombak-tombak itu seperti bayangan.

Beberapa tombak pecah hanya karena tersentuh gerakan tangannya.

Lgris maju dengan tebasan besar.

Pedang esnya membelah udara.

Storm menunduk dan menghindar tepat waktu.

Kemudian—

Pukulan balik.

BAM!

Lgris terdorong mundur lagi.

Namun kali ini ia menahan kakinya di tanah beku.

"Hebat juga kau," kata Lgris sambil menghapus darah kecil di sudut bibirnya.

Storm berdiri beberapa meter di depannya.

"Kau seperti seorang pecundang" kata Storm.

"Apa maksudmu?"

"Banyak bicara."

Lgris tertawa keras.

"Kalau begitu kita buktikan siapa yang lebih kuat!"

Tanah halaman tiba-tiba membeku lebih luas.

Pilar-pilar es menjulang ke langit.

Suhu udara turun drastis.

More Chapters