Ficool

Chapter 408 - Pertempuran di Halaman X.A.R.A

Langit di atas markas X.A.R.A berubah tegang.

Angin berputar di halaman luas itu, membawa aura lima pahlawan APH yang datang dengan satu tujuan: Storm.

Franskeinteins berdiri jauh di belakang mereka.

Tangannya berada di saku mantel panjangnya.

Ia tidak bergerak.

Hanya mengamati.

"Operasi penangkapan dimulai."

Kalimat itu menjadi pemicu.

Dalam sepersekian detik—

Lgris bergerak lebih dulu.

"Storm Realms!"

Kaki Lgris menghentak tanah, dan lapisan es langsung menyebar dari titik pijaknya.

Tubuhnya melesat seperti peluru es.

Storm menyambutnya tanpa mundur.

Armor Scarlet Skycrimson menyala terang.

TRAAANG!

Pedang es Ice Sword milik Lgris menghantam lengan baja Storm.

Percikan kristal es dan energi merah menyebar di udara.

"Kali ini aku tidak akan kalah lagi!" teriak Lgris dengan senyum tajam.

Storm menahan tebasannya dengan satu tangan.

"Masih keras kepala seperti dulu."

Lgris memutar pedangnya, menciptakan puluhan serpihan es tajam.

"Dan kau masih terlalu percaya diri!"

Storm menendang tanah dan melesat ke udara.

Serpihan es itu menghantam tempatnya berdiri sebelumnya.

BOOM!

Tanah halaman retak.

Namun—

Ledakan lain terdengar dari sisi berbeda.

Terminator Demon bergerak.

Lengan meriamnya berubah bentuk.

Target: Storm.

"Target terkunci."

Laser energi mulai terkumpul—

Tapi sebelum ia menembak—

Sebuah sinar biru menghantam meriamnya.

BZZZT!

Terminator Demon mundur satu langkah.

Dari sisi hanggar—

Sebuah pesawat kecil melayang turun.

Cluster 29-334.

Kokpit terbuka.

Zero Tersliryans menatapnya dengan mata robot yang menyala.

"Kalau mau menembak temanku…"

Zero mengangkat pengendali pesawat.

"Kau harus melewati teknisi dulu."

Terminator Demon memindai cepat.

"Identifikasi: pilot non-tempur."

Zero menyeringai.

"Coba saja."

Meriam Terminator Demon kembali berubah bentuk.

Duel teknologi pun dimulai.

***

Di sisi lain halaman—

Rantai emas berkilau melesat di udara.

WHUSSH!

Marika Slayers mengayunkan rantai energinya.

"Menyerahlah."

Namun serangannya tidak mengenai Storm.

Sebaliknya—

Rantai itu bertabrakan dengan perisai energi biru.

Arabels berdiri di depan Lira.

"Storm bukan musuhmu."

Marika menatapnya tajam.

"Kau tidak mengerti apa yang ada di dalam dirinya."

Lira melangkah maju.

Tangan kanannya memegang perangkat analisis kuno.

Simbol-simbol cahaya muncul di udara.

"Arabels, tiga detik ke kanan."

Arabels langsung bergerak.

WHIP!

Rantai emas Marika menghantam tanah kosong.

Lira mengaktifkan simbol berikutnya.

Lingkaran energi kuno muncul di udara dan menahan rantai itu sejenak.

Marika sedikit terkejut.

"Kalian bekerja sama dengan baik."

Arabels menatapnya dengan tekad.

"Kami tidak akan membiarkanmu menyentuhnya."

***

Di depan pintu utama markas—

Aura berat tiba-tiba menekan udara.

Rizen Krystoren melangkah maju.

Medan gravitasi menyebar dari tubuhnya.

Tanah mulai retak.

Targetnya bukan Storm.

Targetnya—

Aryes.

"Pemimpin X.A.R.A," kata Rizen dingin.

"Bersekongkol dengan ancaman global bukan keputusan bijak."

Aryes tetap berdiri tenang.

Namun sebelum Rizen bergerak—

Puluhan senjata energi mengarah padanya.

"Berhenti di sana."

Pasukan tempur X.A.R.A membentuk barisan di depan Aryes.

Armor taktis mereka aktif.

Drone tempur melayang di udara.

Pemimpin pasukan mengangkat senjatanya.

"Ini wilayah penelitian internasional."

"Langkah berikutnya akan dianggap serangan militer."

Rizen mengangkat alis.

Lalu tertawa kecil.

"Hadapi aku kalau bisa."

Ia melangkah satu langkah.

Gravitasi langsung meningkat.

Beberapa prajurit hampir berlutut.

Namun mereka tetap berdiri.

Aryes memperhatikan situasi itu tanpa panik.

"X.A.R.A tidak dibangun untuk perang," katanya tenang.

"Tapi kami juga tidak akan mundur."

***

Sementara itu—

Di langit halaman—

Storm dan Lgris bertarung dengan kecepatan tinggi.

Pedang es bertabrakan dengan armor merah.

TRANG!

TRANG!

TRANG!

Serpihan es dan percikan energi jatuh seperti hujan kecil.

Lgris tertawa keras.

"Akhirnya! Pertarungan sungguhan!"

Storm menahan tebasan lain.

"Kau masih suka membuat keributan."

Lgris menciptakan pilar es besar dari tanah.

"Kau masih suka merusaknya, Sialan!"

Storm menghantam pilar itu dengan pukulan.

BOOOOM!

Es raksasa pecah berkeping-keping.

Gelombang kejut menyapu halaman.

***

Di kejauhan—

Di atas gedung tertinggi markas X.A.R.A.

Franskeinteins berdiri sendirian.

Tangannya masih di saku mantel.

Matanya mengamati semua medan tempur sekaligus.

"Storm Realms…"

Ia bergumam pelan.

"Seberapa jauh kau akan bertahan kali ini?"

Langit H2700 mulai dipenuhi kilatan energi.

More Chapters