Ficool

Chapter 369 - Ice Against Ice

Gunung es raksasa itu melangkah seperti titan purba.

Setiap pijakannya membuat Domain Endless Frost bergetar. Retakan menyebar ke segala arah, dan langit putih bergetar oleh tekanan hukum dimensi milik Lgris.

Storm berdiri di bawah bayangan gunung itu.

Glyzier Slasher masih tergenggam di tangan kanannya.

Namun kali ini—

Ia tidak mengayunkannya.

Ia menarik napas panjang.

Aura Ice Emperor menyatu ke dalam tubuhnya, bukan meledak keluar.

Gunung es itu mengangkat lengannya—sebuah kepalan kristal sebesar gedung pencakar langit—lalu menghantam turun.

Storm melesat maju.

Bukan menghindar.

Ia meninju.

Tinju kanannya dilapisi es biru yang padat—bukan sekadar beku, melainkan es bertekanan ekstrem.

Benturan terjadi.

Sejenak—

Dunia membisu.

Lalu—

BOOM!!

Gelombang kejut membelah Domain.

Kepalan raksasa itu retak dari titik kontak. Retakan menyebar cepat seperti kilat beku, menjalar ke seluruh tubuh gunung es.

Storm mendorong lebih dalam.

"Aku tidak akan tunduk… pada wilayah siapa pun."

Dengan satu dorongan terakhir—

Gunung es itu hancur total.

Pecahan kristal raksasa berhamburan ke langit seperti hujan meteor beku, lalu meledak menjadi salju halus.

Lgris menyaksikannya tanpa berkedip.

"Kekuatan fisikmu… menyatu dengan otoritas es."

Ia memajukan tangannya.

Dari udara tipis, sebuah pedang kristal terbentuk.

Lebih ramping dari sebelumnya.

Lebih padat.

Lebih tajam.

Cahaya biru dingin mengalir di sepanjang bilahnya.

"Ice Sword."

Bukan teknik jarak jauh.

Bukan manipulasi massal.

Melainkan duel murni.

Lgris menghilang dari tempatnya berdiri.

Storm merasakan getaran tipis—

Lalu menoleh cepat.

CLANG!

Glyzier Slasher menahan tebasan Ice Sword tepat di samping wajahnya.

Percikan kristal meledak di antara mereka.

Permukaan es di bawah kaki mereka retak, menciptakan jurang panjang akibat tekanan dua kekuatan yang saling bertabrakan.

Lgris memutar pedangnya dan menyerang dari sisi kiri.

Storm memblokir, lalu membalas dengan tebasan horizontal cepat.

Lgris menunduk tipis—bilah biru Storm menggores helm kristalnya, meninggalkan retakan kecil lainnya.

Keduanya melompat mundur bersamaan.

Angin dingin berputar liar.

Lalu—

Mereka menyerbu lagi.

Tebasan demi tebasan beradu cepat.

Ice Sword dan Glyzier Slasher saling mengikis.

Setiap benturan menciptakan ledakan es yang membeku ulang sebelum menyentuh tanah.

Lgris memutar tubuhnya, menyerang dari sudut tak terduga, memanfaatkan hukum Domain untuk mempercepat gerakan.

Storm menyesuaikan.

Ia membaca ritme Lgris.

Mengalir.

Bukan melawan Domain—

Melainkan bergerak di dalamnya.

Tiba-tiba Lgris mempercepat drastis, mengayun vertikal dengan seluruh kekuatannya.

Storm menahan dengan kedua tangan.

Benturan besar mengguncang langit.

Retakan panjang muncul di atas mereka—seolah atap Domain mulai kewalahan menahan tekanan duel.

Lgris menatapnya dari jarak dekat.

"Tanpa Domain… kau tetap mampu berdiri sejajar."

Storm menatap balik dengan mata biru bercahaya.

"Aku tidak butuh dimensi… untuk menentukan siapa yang lebih kuat."

Ia memutar pedangnya dan mendorong Lgris mundur beberapa meter.

Keduanya kembali mengambil jarak.

Armor kristal Lgris kini memiliki beberapa retakan halus.

Sementara lengan Storm mulai menunjukkan garis-garis beku akibat tekanan hukum Domain.

More Chapters