Ficool

Chapter 351 - Runtuhnya Dimensi Keempat

Dimensi keempat berada di ambang kehancuran.

Langit geometrisnya retak dari ujung ke ujung. Persegi-persegi cahaya runtuh seperti kaca pecah, lalu terbentuk kembali, hanya untuk hancur lagi oleh benturan gravitasi dan otoritas ruang.

Di tengah kekacauan itu—

Storm masih berdiri.

Armor Scarlet Skycrimson dipenuhi retakan merah menyala. Black Hole di belakangnya berputar semakin besar, menyerap tekanan Dimensional Sovereignty yang terus dipaksakan Tesseract.

Namun kini keseimbangan telah berubah.

Tesseract tidak lagi sepenuhnya stabil.

Garis-garis sudut tubuhnya bergetar. Cahaya birunya berkedip tak konsisten.

"Kau menghancurkan fondasi wilayahku," ucapnya berat.

"Jika ini terus berlanjut, dimensi ini akan runtuh."

Storm menatapnya dingin.

"Itulah tujuanku."

Velora berucap di dalam dirinya.

"Jika kau memperbesar singularitas itu, tak hanya dia yang hilang."

"Aku tahu itu," jawab Storm pelan.

Ia mengangkat kedua tangannya.

Black Hole di belakangnya mulai membesar drastis. Bukan lagi singularitas pertahanan. Bukan lagi pusat penyeimbang.

Melainkan inti kehancuran total.

Gravitasi liar menyapu seluruh dimensi. Persegi-persegi ruang tertarik, memanjang, lalu tersedot ke dalam pusaran hitam raksasa.

Tesseract segera memperkuat otoritasnya.

"Dimensional Sovereignty: Maximum Output."

Seluruh wilayah berubah menjadi biru menyilaukan. Hukum-hukum realitas dipadatkan sampai batas terakhir.

Black Hole dan Dimensi saling menekan.

Satu mewakili kendali absolut.

Satu mewakili tarikan tak terelakkan.

BOOOOOM!

Ledakan tanpa suara mengguncang seluruh eksistensi dimensi keempat.

Storm melesat maju, menembus tekanan biru dengan Armor Skycrimson yang hampir hancur.

"Kali ini kau mati!" teriaknya.

Tesseract mencoba membekukan ruang di sekitar Storm—

Namun gravitasi singularitas sudah terlalu besar.

Ruang melengkung. Hukum terdistorsi.

Black Hole itu kini sebesar langit dimensi itu sendiri.

"Mustahil…" gumam Tesseract.

"Kau rela menghancurkan wilayah ini hanya untuk memusnahkanku?"

Storm menatapnya tajam.

"Kau yang memulainya duluan."

Ia mengulurkan tangan.

Black Hole raksasa bergerak.

Bukan perlahan.

Melainkan seperti realitas itu sendiri yang jatuh ke dalamnya.

Tesseract mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan tarikan tersebut. Lapisan-lapisan ruang muncul, membentuk dinding tak terhitung jumlahnya.

Namun satu per satu—

Retak.

Lenyap.

Hancur.

Velora berbicara untuk terakhir kalinya dalam nada serius.

"Sekarang, Storm."

Storm memfokuskan seluruh energinya.

Black Hole itu runtuh ke satu titik—lalu meledak ke dalam, menciptakan tarikan absolut yang tak bisa ditolak.

Tesseract tersedot.

Tubuh geometrisnya terdistorsi, sudut-sudutnya terlipat, cahaya birunya padam sedikit demi sedikit.

"Aku adalah penjaga dimensi…!" suaranya bergema terputus-putus.

"Aku tidak bisa—"

Kalimatnya terhenti.

Tubuhnya terpecah menjadi fragmen cahaya, lalu tersedot ke dalam singularitas raksasa.

Untuk sepersekian detik—

Dimensi keempat kehilangan inti keberadaannya.

Ketika penjaganya lenyap—

Strukturnya runtuh total.

Retakan menyebar ke seluruh penjuru. Persegi-persegi ruang berjatuhan seperti hujan pecahan kaca kosmik.

Storm terdiam di tengah kehancuran.

Armor Skycrimson mulai hancur satu per satu.

"Velora… sekarang."

"Pegang kendali tubuhmu."

Storm mengepalkan tangan.

Black Hole itu mulai menyusut—bukan untuk menyerang lagi, tetapi untuk membuka celah keluar.

Sebuah retakan raksasa terbentuk di ruang yang runtuh.

Celah menuju realitas utama.

Dimensi keempat mulai kolaps sepenuhnya.

Storm melompat.

Tubuhnya menembus retakan itu tepat sebelum seluruh wilayah Tesseract terlipat ke dalam kehampaan.

BOOOOOOM—

Ledakan sunyi menggema di luar jangkauan manusia.

Dimensi keempat—

Telah lenyap.

More Chapters