Ficool

Chapter 911 - Naga dari Gugus Es Kosmik

Gugus galaksi Abell 2029 berubah menjadi medan tempur yang mengerikan. Benturan tiga kekuatan telah menghasilkan gelombang energi yang menyebar ke berbagai penjuru gugus galaksi.

Kapal Nexus yang berada cukup jauh dari lokasi pertarungan ikut terguncang. Ginga Stars juga merasakan dampaknya. Tubuh mecha raksasa itu sedikit bergeser akibat gelombang kosmik yang menghantamnya.

Di dalam Nexus, berbagai alarm berbunyi.

"Gelombang energi meningkat!" seru Roxis.

Aryes segera melihat layar holografik. "Seberapa besar dampaknya?"

Violys memeriksa data. "Belum bisa dipastikan. Benturan kekuatan mereka bahkan memengaruhi ruang di sekitar Abell 2029."

Di dalam Ginga Stars, Napstylea berdiri di samping Proxi. Tatapannya tertuju pada layar yang memperlihatkan Storm. "Storm..."

---

Tebasan Sang Supercluster

Di tengah ruang antargalaksi... Corona Borealis bergerak. Tidak ada peringatan. Tidak ada jeda. Tubuhnya melesat dengan kecepatan luar biasa.

*SHRAAAAAK! *

Pedang kosmiknya diayunkan langsung ke arah Storm. Storm segera mengangkat keenam lengan armor Ashura. Enam tangan energi merah membentuk pertahanan di hadapannya.

Namun—

*KRAAAAAK! *

Pertahanan itu langsung hancur. Tebasan Corona Borealis menembus keenam lengan tersebut seolah-olah semuanya hanyalah lapisan energi biasa. Storm bahkan tidak sempat melakukan serangan balasan. Aura cahaya dari Corona Borealis menyelimuti tubuhnya.

Kemudian sistem Skycrimson memberikan peringatan. *PERINGATAN KRITIS — SISTEM ARMOR TIDAK STABIL *

"Kapten Storm! Tingkat energi lawan melampaui batas perlindungan Skycrimson!"

Storm mencoba mengendalikan armornya. Namun sistem kembali memberikan peringatan. "Penonaktifan otomatis!"

*SHUUUUM! *

Skycrimson langsung menghilang dari tubuh Storm. Storm kehilangan perlindungan armornya. Tubuhnya terpental jauh akibat tekanan serangan Corona Borealis.

*BOOOOOOM! *

Ia melintasi ruang antargalaksi sebelum akhirnya berhasil menghentikan gerakannya.

Corona Borealis menurunkan pedangnya. "Armor itu tidak mampu menahan auraku."

Soul Void 900 tertawa kecil. "Sepertinya manusia itu tidak sehebat yang kubayangkan."

---

Penjara Kehampaan

Soul Void 900 mengangkat tangannya. Sebuah pusaran hitam muncul di sekitar Storm. Energi Void menyebar dengan cepat, membentuk ruang tertutup yang menelan cahaya di sekelilingnya.

VOID PRISON.

Storm langsung terperangkap. Tidak ada bintang. Tidak ada galaksi. Hanya kehampaan hitam yang membentang tanpa batas.

Soul Void 900 mengamati dari luar. "Di dalam ruang ini, cahaya dan energi biasa tidak akan banyak membantumu." Ia mengepalkan tangannya. Ruang Void semakin menyempit. "Manusia sepertimu seharusnya tidak pernah datang ke tempat ini."

---

Kekhawatiran di Ginga Stars

Di dalam Ginga Stars... Napstylea terkejut melihat kondisi Storm. "Storm!" Ia mendekati layar holografik. Skycrimson telah dinonaktifkan. Storm sekarang berada di dalam penjara Void.

Napstylea menggenggam tangannya sendiri. "Bagaimana keadaan Storm?"

Proxi sedang menganalisis data. "Situasinya sangat berbahaya."

Napstylea menoleh. "Bisakah kita membantunya?"

Proxi tidak langsung menjawab. "Jika Ginga Stars bergerak sekarang, kita berisiko terkena serangan dari kedua entitas tersebut."

Napstylea kembali menatap layar. "Namun..."

Proxi memperhatikan data yang terus berubah. "Saya masih percaya kepada Kapten Storm." Napstylea terdiam. Proxi melanjutkan. "Skycrimson hanyalah salah satu perlengkapannya. Kapten Storm memiliki kemampuan lain yang belum digunakan." Ia memperbesar data energi Storm. "Dan saya tidak yakin dua entitas tersebut memahami seluruh kekuatannya."

Napstylea mencoba menenangkan dirinya. Ia ingin percaya kepada Storm. Namun melihat Skycrimson dinonaktifkan begitu cepat membuatnya sulit menyembunyikan kecemasan.

---

Kebangkitan Ice Emperor

Di dalam penjara Void... Storm berdiri diam. Ia melihat sekeliling. Skycrimson memang sudah tidak dapat digunakan. Tetapi ekspresinya tidak berubah. "Jadi, armor itu tidak mampu menahan aura Supercluster." Storm mengangkat kepalanya. "Aku harus lebih serius."

Soul Void 900 mengamati dari luar. "Masih bisa berbicara?"

Storm tidak menjawab. Ia menutup matanya. Kemudian— energi biru mulai muncul dari tubuhnya. Suhu di sekitar ruang Void mendadak berubah. Partikel-partikel es kosmik bermunculan. Pusaran kehampaan yang sebelumnya menelan seluruh cahaya mulai membeku pada beberapa bagian.

Soul Void 900 menyipitkan mata. "Apa?"

Energi biru semakin membesar. Kemudian sebuah suara terdengar. "Ice Emperor."

*SHHHHHHHHAAAAA! *

Gelombang es kosmik meledak dari tubuh Storm. Penjara Void bergetar. Lapisan kehampaan mulai tertutup kristal-kristal es yang terus meluas.

Storm membuka matanya. Kedua matanya memancarkan cahaya biru. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya. "Bangkitlah."

Ruang di belakang Storm mulai retak. Dari balik retakan itu, muncul sesuatu yang sangat besar. Sebuah kepala naga. Kemudian lehernya. Tubuhnya. Sepasang sayap raksasa.

Naga Gugus Es Kosmik.

Makhluk tersebut muncul perlahan. Ukuran tubuhnya bahkan melampaui gugus galaksi. Sayapnya membentang di antara jutaan galaksi. Sisiknya tersusun dari kristal es kosmik yang memancarkan cahaya biru. Setiap gerakan sayapnya menghasilkan gelombang dingin yang menyebar jauh ke ruang angkasa.

Soul Void 900 terdiam. Corona Borealis juga menatap makhluk itu. "Apa itu...?"

Naga tersebut mengeluarkan raungan.

*ROOOOOAAAAARRR! *

Gelombang suara kosmik mengguncang Abell 2029. Penjara Void yang mengurung Storm mulai retak. Kemudian—

*CRAAAAASH! *

Seluruh ruang kehampaan pecah. Storm keluar dari dalamnya. Ia melayang di hadapan naga Gugus Es Kosmik. Tubuhnya tidak lagi mengenakan Skycrimson. Sebagai gantinya, energi Ice Emperor menyelimuti seluruh tubuhnya.

---

Dua Pedang Sang Kaisar Es

Storm mengangkat kedua tangannya. Dua bilah es kosmik terbentuk. Pedang pertama muncul di tangan kanan. Pedang kedua muncul di tangan kiri. Keduanya memiliki bentuk berbeda, tetapi sama-sama memancarkan energi dingin yang sangat besar.

Storm memutar kedua pedangnya. Kristal es bermunculan di sekeliling tubuhnya. Ia kemudian menatap Corona Borealis dan Soul Void 900. "Aku tidak selemah itu."

Corona Borealis mengamati perubahan energi Storm. "Jadi, dia memiliki kekuatan lain selain armor merah itu."

Soul Void 900 tidak lagi tertawa. Ia memperhatikan naga raksasa di belakang Storm. "Makhluk itu bahkan lebih besar daripada sebagian gugus galaksi."

Storm mengarahkan kedua pedangnya ke depan. "Aku tidak akan kalah hanya karena Skycrimson tidak mampu digunakan."

Naga Gugus Es Kosmik membentangkan kedua sayapnya. Storm melayang tepat di hadapannya. Aura biru menyelimuti seluruh wilayah di sekitarnya.

Corona Borealis kembali menggenggam pedangnya. Soul Void 900 membentuk pusaran Void. Keduanya kini menyadari bahwa manusia di hadapan mereka belum memperlihatkan seluruh kemampuannya.

More Chapters