Ficool

Chapter 263 - Bab 263

"Terima kasih." Sindella berterima kasih.

Sebagai penyandang gelar Sorcerer Supreme, Ancient One mengenal banyak sekali orang, dan salah satu orang yang dia kenal itu termasuk Ayahnya. Seperti Ayahnya, Ancient One dipenuhi oleh aura misteri.

"Sindella, saya ingin berbicara dengan Tuan Yves, apakah tidak apa-apa?" Tanya Sorcerer Supreme, tersenyum.

"Tentu." Sindella langsung mengangguk.

"Sayang, aku akan keluar dulu. Jika ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan, tanyakanlah pada Sorcerer Supreme."

"Jangan khawatir, tempat ini sangat aman." Sindella menyakinkan kekasihnya.

Semua orang bermimpi untuk dapat dibimbing oleh Sorcerer Supreme. Jika kesempatan langka ini diberikan kepada kekasih kecilnya, maka dia tidak akan berani menolak.

Setelah berpamitan, Sindella pergi, meninggalkan bau parfum harum di udara.

Memandang ke arah Ancient One, dalam hati Yves bertanya-tanya. Mungkinkan Ancient One tertarik akan ketampanannya? Ahem, apa yang kamu pikirkan? Tentu saja tidak mungkin.

"Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu, Ancient One?" Tanya Yves.

"Tuan Yves, tolong jangan gugup. Kita hanya akan mengobrol biasa." Ancient One tersenyum seperti biasa.

"Dikatakan bahwa Anda baru mempelajari sihir selama delapan bulan. Apakah Anda pernah mengalami sesuatu yang khusus? Saya melihat bahwa Anda mampu terhubung dengan banyak sekali Dunia yang berbeda."

Ancient One sangat penasaran. Bahkan murid-murid terbaiknya hanya dapat berkeliaran di sekitar Bumi, paling jauh hanya Bulan atau Mars, dan itu sudah menjadi batas mereka.

"Semua ini berkat Spiritual Journey yang saya alami. Saya pernah berkunjung ke Neraka, di sana saya melihat tiga Iblis Super sedang bermain poker." Yves mencoba menggambarkan penampilan ketiga Iblis tersebut.

"Oh, mereka adalah tiga penguasa Neraka, Mephisto, Baal, dan Diablo."

"Untuk dapat berkunjung ke Dimensi Neraka, bakat Anda sangat luat biasa, Tuan Yves." Sorcerer Supreme memuji dengan tulus.

Semakin banyak Dimensi yang Anda jangkau, maka semakin kuat potensi masa depan Anda.

"Ada juga Dunia Es, di sana saya melihat seorang wanita yang nampaknya sedang dipenjara. Dia cantik, berambut hijau tua panjang serta mengenakan pakaian ketat serba hitam." Lanjut Yves.

"Wanita itu seharusnya Dewi Kematian Asgard, Hela. Dia disegel di dalam Niffleheim oleh Odin, sang Raja Asgard." Ancient One menjelaskan sambil tersenyum.

"Tempat lain yang saya kunjungi adalah tempat yang penuh dengan keanehan. Ruang di sana sangat terdistorsi, hanya ada keheningan, mayat serta pesawat ruang angkasa yang terjebak di sana." Yves mengingat kunjungannya ke pesawat ruang angkasa milik Zod. Di sana dia membuat kesepakatan dengan Jenderal itu, dengan hadiah berupa ajudan cantik, Faora.

"Tempat itu adalah Phantom Zone, tempat di mana kriminal Krypton diasingkan. Krypton tidak memiliki hukuman mati, hanya pengasingan. Bagi mereka yang dapat keluar dari Phantom Zone tersebut, maka mereka dibebaskan dari hukuman mereka." Senyum Ancient one menjadi lebih cerah. Seolah-olah semakin banyak tempat yang dikunjungi oleh pria itu membuatnya semakin bahagia.

"Sorcerer Supreme sepertinya tahu segalanya." Kata Yves.

Mendengar pujian tersebut, Ancient One tersenyum, "Ketika Anda mencapai tahap tertentu, Anda akan mengetahui lebih banyak hal."

"Alam semesta ini sangat besar, dan kita hanyalah sebutir pasir di dalamnya."

"Di atas puncak gunung tertentu, saya melihat seorang lelaki tua jahat serta seorang wanita cantik yang sedang duduk di atas singgahsana." Kata Yves sambil memandang wanita misterius itu. Bertanya-tanya akan jawaban seperti apa yang akan diberikan oleh Ancient One.

"Gunung yang Anda maksud adalah Gunung Olympus, tempat tinggal para Olympian, Dewa-Dewa yang meninggalkan jejak peradaban di Yunani pada zaman dahulu kala."

"Pria dan wanita yang Anda maksud adalah Raja Dewa Yunani, Zeus, serta istrinya, Dewi Hera."

"Um, saya bertanya-tanya, sebenarnya apakah ada yang tidak Anda ketahui?" Yves memuji pengetahuan luas wanita itu.

Meskipun dia mengunjungi Source Wall, dia tidak berniat untuk mengatakannya. Di puji secara terus menerus oleh Ancient One membuatnya sedikit malu. Selain itu, di sana dia juga menjumpai adegan menyanyi Yuga Khan yang memalukan, bos pertama Multiverse.

"Saya tidak tahu banyak, tapi saya tahu beberapa yang tidak diketahui orang kebanyakan. Tuan Yves, apakah Anda tertarik untuk menjadi anggota penjaga dunia ini? Saya dapat merekomendasikan Anda sebagai salah satu penjaga Sanctuary."

"Di salah satu Sanctuary tersebut terdapat banyak alat peraga serta buku sihir yang dapat Anda pelajari." Akhirnya Ancient One mengungkapkan tujuannya. Jika ada Penyihir kuat, dia sangat berharap Penyihir kuat itu dapat melindungi Bumi.

"Apakah Anda lelah dengan tugas Anda? Mengapa tidak melepaskannya saja?" Yves tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tidak relevan.

Orang lain tidak tahu, tapi dia tahu bahwa Ancient One, seperti namanya, telah hidup selama ratusan tahun. Wajar jika orang yang hidup selama ratusan tahun, atau bahkan ratusan juta tahun merasa lelah dengan pekerjaan mereka.

Berkedip, Ancient One menundukkan kepalanya, minum teh, lalu melanjutkan pertanyaannya.

"Tuan Yves, jawaban apa yang Anda berikan pada proposal saya?"

"Maaf, saya tidak tertarik. Saya tidak ingin tinggal di suatu tempat selama bertahun-tahun. Bahkan jika tidak ada invasi Iblis, cepat atau lambat akan ada sesuatu yang dapat menghancurkan Bumi."

"Jika bisa, saya lebih memilih hidup di dunia fana, menjalani hidup layaknya manusia biasa." Yves menolak dengan sopan.

"Tidak masalah, Tuan Yves. Jika Anda berubah pikiran, tolong temui saya kapan saja." Mendengar jawaban pria itu, Ancient One tidak putus asa, faktanya posisi penjaga Sanctuary tidaklah wajib.

Jika orang yang ditawari posisi ini orang lain, maka mereka akan langsung menerimanya. Toh posisi ini merupakan posisi kehormatan yang hanya dapat ditawarkan kepada para Master.

"Mari tidak membahas tentang masalah ini lagi."

"Saya ingin bertanya, bagaimanakah cara agar merubah Devine Power menjadi sebuah senjata tanpa harus mempengaruhi komunikasi kita dengan Elemen Ruang?" Yves menanyakan pertanyaan yang sangat penting.

Sebagai 'Pahlawan Super', bagaimana mungkin dia tidak memiliki senjata sendiri?

"Hati, gunakan hati Anda untuk memahami, gunakan hati Anda untuk merasakan... Seperti halnya Dharma, ketika kamu berpikir bahwa kamu siap, maka semuanya akan datang dengan sendirinya, jika tidak, tidak perduli seberapa keras Anda mencari, Anda tidak akan pernah dapat menemukannya."

Sambil menjawab, Sorcerer Supreme mengulurkan tangannya. Sihir berwarna oranye-kemerahan tiba-tiba muncul!

Dikombinasikan dengan energi alam semesta dimensional, Sorcerer Supreme memanipulai sihir tersebut menggunakannya tangannya. Perlahan, sihir misterius itu berubah menjadi sebuah senjata berbentuk kipas.

"Jika saya membentuknya seperti itu, akan sulit bagi saya untuk mengerahkan sihir luar angkasa." Kata Yves.

"Jaga Jiwa Anda tetap murni, dan sihir itu akan mengikuti. Ingat, semuanya dimulai dari hati."

"Dengan bakat Anda, tanpa perlu bimbingan saya, saya yakin Anda akan dapat melakukannya."

Array indah buatan Sorcerer Supreme melayang di udara. Ketika Sorcerer Supreme menyentuh senjata berbentuk kipas tersebut, Array itu langsung hancur menjadi butiran cahaya tipis.

Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters