Ficool

Chapter 262 - Bab 262

Tidak hanya para Master Sihir yang ada di di bawah yang terkejut, bahkan beberapa bos besar yang tinggal di puncak gunung pun sama.

"Apa yang baru saja saya lihat? Apakah kamu melihatnya? Itu adalah Dimensi Neraka!"

"Apakah pria muda itu pernah ke Neraka? Luar biasa, haha, Mephisto pasti marah sekarang. Kita mungkin akan sibuk lagi ketika mereka datang." Oxy yang suka bertempur merasa sangat bersemangat.

Atlanna termenung. Hanya ada sedikit manusia hidup yang pernah pergi ke Dimensi Neraka. Tempat itu bukanlah tempat di mana manusia dapat menginjakkan kaki!

"Sorcerer Supreme, apa pendapat Anda?"

Menghela nafas, Ancient One menjawab dengan ringan, "Entah dia pernah pergi ke Neraka atau dia pernah melihatnya. Bahkan Acolytes tidak akan mampu pergi atau mengetahui tempat itu. Penghalang dimensi tidak mudah dihancurkan."

Dalam hati, Ancient One sangat yakin bahwa Yves pernah pergi ke Dimensi Neraka, tapi dia tidak tahu bagaimana pria muda itu melakukannya.

Menyaksikan kemampuan Yves, mata Antiope bersinar. Penghalang Paradise Island mulai melemah, apa yang paling mereka takutkan adalah Ares, Dewa Perang yang mungkin akan menyerang mereka.

Kekhawatiran inilah yang membuatnya sedikit cekcok dengan saudara perempuannya, Hippolyta.

Diana telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan Dewa dalam tubuhnya. Dia menginginkan Diana untuk mengasah kekuatannya di luar, akan tetapi Hippolyta tidak menyetujui rencana itu karena dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Diana.

Antiope tahu jelas bahwa pejuang hebat tidak dapat dibudidayakan di dalam rumah kaca. Mungkin, dengan sekutu kuat di samping Diana, hal ini akan membantunya di dunia luar. Sekutu kuat yang dimaksud oleh Antiope jelas Yves.

"Sindella, mari naik ke atas. Aku ingin segera mengunjungi Kamar-Taj yang legendaris." Yves menyimpan kembali Jetpack ke dalam kantong dimensi, setelah itu dia naik ke atas sapu ajaib pemberian kekasihnya.

"Hum, aku senang kamu telah tumbuh sejauh ini. Nanti, ketika kita kembali, aku akan memberimu hadiah." Kata Sindella sambil tersenyum. Suaranya lembut serta penuh kasih sayang, Yves yang mendengar suara bak lonceng ini langsung dibuat tersenyum.

Di puncak gunung, terdapat penghalang tak terlihat yang terpasang. Orang biasa tidak akan dapat melihat penghalang sihir ini.

Melihatnya sekilas, Yves tahu bahwa penghalang itu pastilah campuran dari Sihir kamuflase dan deteksi.

Puncak gunung seputih salju yang dilihat manusia biasa sebenarnya menyembunyikan bangunan kuno.

Kamar-Taj dengan musim semi sepanjang tahun terlihat sangat bersih dan indah.

Ada master serta junior muda yang berlatih di halaman kuil. Orang kulit hitam, kulit putih, asia, pria, wanita dan orang tua. Semuanya nampak fokus pada latihan mereka.

Yves memandang tempat ini dengan rasa ingin tahu. Ternyata Kamar-Taj jauh lebih besar dan megah dari yang dia ingat.

"Selamat datang di Kamar-Taj. Saya Daniel, silahkan ikuti saya." Seorang pria afrika america yang kuat muncul. Pria itu terlihat muda, sekitar dua puluh sampai tiga puluh tahunan.

Disambut oleh pria bernama Daniel itu, Yves terkejut. Bukankah pria ini penjaga Sanctum New York? Dia tidak pernah menyangka Daniel telah ada di era ini.

Tapi, ketika memikirkannya baik-baik, keterkejutan Yves mulai mereda. Para Master Sihir umumnya dapat hidup jauh lebih lama, hidup sampai usia seratus tahun lebih sedikit pun bukan masalah besar.

Dibandingan dengan orang biasa, rentang umur mereka lebih panjang.

"Sayang, dia adalah Master Daniel, salah satu Master Sihir terbaik di Kamar-Taj, murid Sorcerer Supreme." Sindella membisikkan sesuatutu ke telinga kekasihnya.

Keduanya berjalan melewati arena seni bela diri, di sana terdapat banyak Sorcerer yang sedang sibuk berlatih.

Ketika Yves sampai di ruang tamu, di sana dia menjumpai seorang wanita berpakaian sederhana yang muncul sambil membawa sepoci teh.

"Lama tidak bertemu, Sindella. Halo, penyihir muda." Sorcerer Supreme menyambut kedatangan mereka berdua dengan hangat.

"Halo, Sorcerer Supreme. Sayang, perkenalkan, dia adalah Ancient One, penjaga Bumi kita." Sindella memperkenalkan Ancient One kepada kekasihnya dengan gembira.

Dari suaranya saja, Sindella nampak sangat bangga ketika menyatakan bahwa pria muda itu adalah kekasihnya.

"Sepertinya ramalan Ayahmu menjadi kenyataan, Sindella, selamat." Ancient One tersenyum. Dari tampangnya, sudah jelas bahwa Ancient One mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh Sindella sendiri.

Yves memandang sang Sorcerer Supreme dengan penasaran. Jadi dia Ancient One? Memang tidak terlihat terlalu cantik, tapi tempramennya termasuk kelas atas.

Mengingat umur serta praktik Ancient One, tidak heran jika kecantikan Ancient One agak memudar. Yves sangat yakin bahwa wanita ini hampir empat puluh kali usianya.

"Halo, Sorcerer Supreme. Ini merupakan pertama kalinya kita bertemu."

"Saya telah mendengar tentang prestasi Anda. Senang sekali dapat bertemu dengan Anda." Yves mengulurkan tangannya sambil menyapa, tapi saat itu juga dia ingat bahwa praktik salaman tidak terlalu populer di kalangan Master Sihir.

Dengan malu, dia ingin menarik tangannya, tapi detik itu juga, tangan lembut Ancient One langsung menggenggam tangannya. Tangan wanita itu sangat lembut dan juga hangat.

"Senang bertemu denganmu juga, Dr. Yves. Namamu telah tersebar, bahkan sampai ke Kamar-Taj kita."

"Bakatmu dalam Sihir sangat bagus, dan Sindella telah mengajarimu dengan baik." Setelah bersalaman, Ancient One memuji Yves dan Sindella sambil menyerahkan dua cangkir teh.

Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters