Selain Sorcerer Supreme, ada tiga orang lain yang ikut menonton. Ketiga orang ini jelas bukan orang biasa, mereka dapat menonton duel tersebut dari jarak ribuan meter!
Salah satunya adalah Antiope, Jenderal Amazon yang tinggi dan heroik. Dua lainnya adalah Pangeran Atlantis, Oxy, dan saudara perempuannya, Atlanna.
"Pria muda ini cukup istimewa. Sebagai seorang master sihir, dia tak ragu untuk menggunakan serangan khas prajurit."
"Dia bahkan menerima serangan guntur itu dengan tubuhnya. Apakah dia tidak takut dengan elemen guntur?" Pangeran Oxy melihat duel ini dengan penuh minat.
Kebetulan sekali ada duel, dia merasa cukup bosan tinggal di Kamar-Taj ini, tidak ada hal asik yang dapat dilakukan. Selain itu, sebagai seorang petarung murni, dia cukup menyukai gaya bertarung pria muda itu.
Berdiri di sampingnya adalah nona muda cantik dengan gaya rambut bergelombang.
Melihat duel ini, nona muda itu terlihat sangat serius, bahkan tiada senyum sama sekali. "Dia mengunakan guntur itu untuk memperkuat tubuhnya, sama seperti kita yang menggunakan tekanan laut dalam." Kata Atlanna.
Antiope terlihat sangat keheranan, bukan karena penampilan tampan pria itu, melainkan teknik yang baru saja dia gunakan. Bukankah gaya bertarung itu sangat persis dengan tinju yang digunakan oleh Amazons?
Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya bertarung pria itu sangat mirip dengan miliknya, tapi di saat yang sama dia tidak percaya bahwa teknik ini telah tersebar ke luar.
Bahkan jika gaya bertarung ini ditiru, hal itu tetap tidak akan terlalu mirip. Pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan pria ini!
Yves yang saat ini sibuk melawan musuhnya tidak sadar bahwa dirinya telah diperhatikan oleh Ancient One serta representatif Amazon dan Atlantis.
Selain mereka bertiga, ada lebih dari tiga puluh orang yang menonton duel layaknya pertandingan UFC.
Guntur yang menyambar-nyambar terus menyengat tubuh Yves. Meskipun tegangannya telah direduksi sampai level tertentu, tapi jika terus menyambar tubuh, hal ini akan mengakibatkan luka yang cukup parah.
Untung saja sinar matahari keemasan memulihkan luka, stamina, serta meningkatkan kekuatan fisiknya dengan cepat.
Setiap kali luka muncul, maka luka itu akan disembuhkan dan tubuhnya menjadi lebih kuat. Semakin kuat tubuhnya, damage yang dia terima dari guntur ini semakin kecil.
Thomas yang telah memancarkan sihir guntur ini mulai tercengang. Sebenarnya sudah berapa lama semenjak pria itu terkena serangannya? Ditemani dengan ekspresi tak percaya, Thomas minum cairan alkimia untuk memulihkan mana-nya.
Obat alkimia ini sama buruknya dengan urin kuda, meskipun begitu, dia tetap meminumnya agar sihir guntur ini dapat terus dikerahkan.
"Pasti dia menggunakan sihir pertahanan. Jika duel ini terus berlangsung, aku ragu stamina Thomas akan habis duluan."
"Huh, pria itu terlihat sangat santai, sedangkan Thomas sudah mulai kelelahan."
"Penyihir kecil itu agak berbahaya!"
Para penonton saling berdiskusi sambil menganggukkan kepalanya sesekali.
Di sisi lain, kekhawatiran awal Sindella kini mulai mereda.
Duduk anggun di atas sapu ajaib berwarna perak, Sindella menonton duel dengan tenang. Matanya terus melirik ke arah Yves, pria kecil yang sangat dia sayangi.
Tanpa pria itu, malamnya akan sangat membosankan!
"Sial, bagaimana mungkin bajingan ini mampu menahan serangan ini dalam kurun waktu yang sangat lama?! Mungkinkah dia menggunakan semacam item sihir?"
"Tidak mungkin! Bajingan ini belum lama belajar sihir, tidak mungkin baginya untuk memiliki kekuatan magis yang begitu kuat! Mati kau!" Thomas meraung.
Tongkat sihir yang dia pegang mulai bergetar hebat, jelas beban yang harus dia tanggung untuk melancarkan sihir berdurasi panjang sangat berat!
Tongkat sihir yang dia pegang telah di Enchant dengan Rune yang mampu meningkatkan output sihir sebesar empat puluh persen, bagaimana mungkin bajingan kecil itu begitu kuat?!!!
"Hei, Thomas, kerahkan lebih banyak kekuatan! Cepatlah, apakah kamu lupa sarapan pagi ini? Sungguh lemah!"
Merasakan arus listrik semakin menurun, Yves berteriak dengan nada tak puas.
"Hahaha! Aku suka pria ini!" Di puncak gunung, Pangeran Oxy tertawa berkat kejenakaan pria muda itu.
Atlanna yang sebelumnya sangat serius langsung mengedutkan bibirnya, hampir saja dibuat tertawa.
Ancient One tetap diam, tapi dia tersenyum kecil.
Adapun untuk Antiope, dia tidak terlalu terpengaruh. Malahan dia menyipitkan matanya saat melihat pria itu mampu menahan sihir guntur tanpa berkedip. Dia sangat mengagumi keberanian dan kekuatan penyihir itu.
Mendengar tawa para penonton, Thomas merasa malu. Mengapa pria sialan ini begitu tak tahu malu?
"Sial, aku akan memberimu pelajaran!" Berteriak, Thomas mendorong tongkat sihirnya ke depan, melempar semua guntur yang tersisa.
Tak lama setelahnya, Thomas mengeluarkan sebuah gulungan kuno yang dihiasi dengan garis-garis berwarna emas.
Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
