Di tahun 1989, di tengah kegelapan Meksiko yang penuh kekerasan, Isabella Morales lahir dengan paras secantik dewi. Kulit sawo matangnya yang glowing, mata bulat seperti boneka hidup, dan bibir tebalnya membuatnya seperti jelmaan Aphrodite yang tersesat di dunia fana. Namun kecantikan itu hanyalah kutukan.
Sejak kecil, ia disiksa ayah kandungnya sendiri. Dikurung di gudang berdebu penuh laba-laba, dijambak rambut, dipukul, diinjak, dan dibiarkan kelaparan. Ibu yang terlalu mencintai suaminya playboy tak pernah berani membelanya. Beban hidup yang seharusnya tak ditanggung anak seusianya membuat Isabella menderita maag akut, GERD, dan penyakit jantung yang siap merenggut nyawanya kapan saja.
Stres yang tak tertahankan melahirkan kegelapan di dalam dirinya — sebuah jiwa pria tampan seperti dewa yang hidup di tubuhnya, berbisik di kegelapan, menemaninya saat ia berusaha bunuh diri berkali-kali.
Hingga suatu hari, Isabella menemukan selembaran kertas yang mengubah segalanya.
"Jasa apa saja."
Pemiliknya adalah Rafael Vargas — dokter kejiwaan termasyhur dengan wajah yang tak bisa dilukis oleh kanvas maupun dipahat di marmer. Ketampanannya mematikan, senyumnya maut, tatapannya seperti elang yang siap menerkam. Ketika Isabella meminta jasa paling gelap: “Culik aku. Bawa aku selamanya ke tempat yang tak bisa ditemukan siapa pun.”
Rafael tersenyum. “Harganya adalah nyawamu… dan keluargamu.”
Dan Isabella menjawab, “Deal.”
Diculik dengan cara yang tak terduga, Isabella hidup tiga tahun dalam pelukan monster paling tampan yang pernah ia temui. Di antara ciuman kasar, pelukan posesif, bisikan gelap, dan malam-malam horor yang membuat jantungnya hampir berhenti, ia jatuh cinta pada pria yang merenggut kebebasannya.
Tapi cerita belum berakhir.
Ketika keluarganya berhasil menemukannya, ayahnya menyambutnya dengan tamparan dan tinju. Isabella dikirim ke Casa Oscura — rumah sakit jiwa paling mengerikan di Meksiko. Di sana, tubuh kurusnya berubah menjadi gemuk gembrot karena obat-obatan paksa, dan kegelapan di dalam dirinya semakin kuat.
Suatu malam, di lorong-lorong gelap penuh jeritan, Rafael kembali muncul dengan senyum mautnya.
“Ini belum berakhir, Bella. Kau milikku. Selamanya.”
Bisakah cinta yang lahir dari trauma, penculikan, dan kegilaan bertahan?
Atau justru akan menghancurkan mereka berdua hingga tak bersisa?
Sebuah cerita dark romance penuh horor psikologis, obsesi mematikan, dan cinta terlarang yang akan membuatmu tak bisa berhenti membaca.
Warning: Mengandung kekerasan domestik, gangguan jiwa, hubungan toksik, dan adegan gelap yang intens.