Ficool

pesona darah naga

Lilack_Sunrise
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
101
Views
VIEW MORE

Chapter 1 - pesona darah naga

Pesona Darah Naga " persaingan antar klan makhluk mitos dan cinta terlarang.

---

Pesona Darah Naga

Bab 1: Tanda di Perbatasan

Udara di Lembah Wyrm terasa pekat oleh aroma belerang dan darah. Lyra, putri tunggal Klan Naga Api, berdiri di tebing tertinggi, menatap kabut merah yang menyelimuti perbatasan timur. Di sana, Klan Naga Es—musuh turun-temurun keluarganya—sedang membangun kubu pertahanan baru.

"Seandainya kau tidak lahir dengan tanda naga di dadamu, kau mungkin sudah kukawinkan dengan bangsawan dari selatan," kata ayahnya, Raja Ignis, suatu malam. "Tapi kau terlahir dengan Pesona Darah Naga—daya tarik alami yang membuat makhluk mitos mana pun tak berdaya. Itu senjata kami, Lyra. Bukan hadiah untuk cinta."

Lyra tidak pernah meminta pesona itu. Setiap kali ia mendekati pejuang dari klannya sendiri, mereka jatuh pingsan atau terobsesi secara tidak sehat. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Draven, tawanan perang dari Klan Naga Es yang dijadikan pengawal pribadinya.

Bab 2: Tawanan Bermata Biru

Draven berbeda. Matanya biru pucat seperti gletser, dan tubuhnya dingin meski di tengah lahar. Ketika Lyra pertama kali mencoba "mempesonanya" secara tak sengaja—hanya dengan tersenyum—Draven malah mengerutkan kening.

"Aura sihirmu terlalu panas," katanya datar. "Aku terbiasa dengan dingin. Jadi... tidak berpengaruh."

Lyra tertawa untuk pertama kalinya dalam setahun. "Kau tidak takut padaku?"

"Aku lebih takut pada ibumu," Draven balas melirik. "Dia yang memotong sayapku."

Di malam-malam berikutnya, mereka berbicara di balkon istana yang menghadap ke dua gunung: Gunung Inferno dan Puncak Helar. Lyra belajar bahwa Draven bukan sekadar prajurit—dia adalah putra mahkota Klan Naga Es yang disandera setelah perang lima tahun lalu.

"Jika ayahku tahu siapa kau sebenarnya," bisik Lyra, "kau sudah mati."

"Jika bibimu tahu kau jatuh cinta pada musuh," balas Draven, "kau yang akan mati."

Bab 3: Gencatan Senjata Berdarah

Konflik memuncak ketika Klan Naga Es melancarkan serangan diam-diam untuk merebut Draven kembali. Dalam kekacauan itu, Lyra menggunakan Pesona Darah Naga-nya untuk melumpuhkan pasukan penyerang—tetapi efeknya justru memicu kemarahan para tetua klannya sendiri. Mereka menganggap Lyra telah "menghina darah naga" dengan melindungi musuh.

Draven, yang tubuhnya mulai menyerap kehangatan dari Lyra tanpa sadar, tiba-tiba bisa merasakan pesona itu. "Aku... merinding," katanya terkejut. "Ini pertama kalinya."

Lyra menggenggam tangannya. "Itu bukan pesonaku. Itu perasaanku padamu. Darah nagaku bereaksi karena... kau bukan musuh bagiku."

Mereka melarikan diri ke Gua Es yang sunyi, tempat lukisan dinding kuno menunjukkan bahwa ribuan tahun lalu, Naga Api dan Naga Es pernah hidup berdampingan. Seorang leluhur mereka bahkan menikah—menciptakan Naga Pelangi, makhluk legendaris yang bisa menyatukan elemen bertentangan.

Bab 4: Darah yang Sama

Ayah Lyra datang dengan seluruh pasukan. Begitu pula ayah Draven dari sisi lain. Kedua klan siap bertempur di mulut gua.

"Lepaskan putraku, penyihir ular!" teriak Raja Frost.

"Dia perwiraku yang kabur!" balas Raja Ignis.

Lyra maju, berdiri di tengah-tengah. Pesona Darah Naganya menyala begitu kuat hingga semua prajurit di kedua sisi berlutut—kecuali Draven.

"Ayah," kata Lyra pelan tapi tegas, "aku tidak akan menikah untuk menjadi senjata. Dan Draven bukan tawanan. Dia... pilihanku."

Draven meraih belati dari pinggangnya dan menggoris telapak tangannya sendiri. Kemudian dia menggoris telapak tangan Lyra. Mereka menyatukan luka itu—darah merah menyala Lyra bercampur dengan darah biru beku Draven.

Tiba-tiba, seluruh gua bersinar. Lukisan dinding kuno menjadi hidup. Sosok Naga Pelangi muncul dalam wujud bayangan dan berbisik, "Darah yang sama, dari satu induk. Perang kalian adalah dusta yang diwariskan."

Epilog: Sayap yang Tumbuh Kembali

Raja Ignis dan Raja Frost terdiam. Setelah penyelidikan, mereka menemukan bukti bahwa konflik nenek moyang adalah rekayasa siluman iblis yang ingin melemahkan bangsa naga.

Lyra dan Draven tidak langsung disetujui. Tapi setahun kemudian, ketika Lyra mengandung anak pertama mereka, denyut nadi bayinya memancarkan panas dan dingin secara bersamaan—tanda pertama naga pelangi setelah ribuan tahun.

Draven memeluk Lyra di puncak gunung yang kini disebut Gunung Rekonsiliasi. "Kau tahu," katanya sambil tersenyum, "pesonamu akhirnya bekerja padaku."

"Bukan pesona," Lyra membalas ciuman. "Ini cinta. Dan cinta tidak butuh sihir."

---

TAMAT