Ficool

Chapter 1 - KETIKA DIAM TAK LAGI CUKUP: Perasaan Yang Tersimpan dan Keberanian Hati

Bab I _ AWAL YANG TENANG

Aurelia Seraphine Valmont tidak pernah menyukai keramaian.

 Bukan karena ia tidak mampu berada di dalamnya, melainkan karena ia tidak merasa perlu. Di tengah hiruk-pikuk kampus yang dipenuhi suara tawa dan percakapan, ia selalu memilih sudut yang sama—tenang, jauh dari pusat perhatian, namun cukup untuk mengamati segalanya.

Baginya, diam adalah tempat paling aman.

Tempat di mana tidak ada tuntutan.

Tidak ada penilaian.

Dan tidak ada yang bisa menyentuhnya tanpa izin.

"Kak Aurel…"

Suara itu memecah keheningan yang ia bangun dengan rapi.

Ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa.

Reina.

Adiknya yang selalu membawa cahaya di tempat yang tidak pernah ia cari.

"Kakak selalu di sini lagi," ujar Reina, menjatuhkan diri di bangku sebelahnya tanpa ragu.

Aurelia menutup bukunya perlahan, menandai halaman tanpa benar-benar melihatnya.

"Dan kamu selalu menemukanku."

Reina tersenyum, seolah itu adalah hal paling wajar di dunia.

"Karena Kakak tidak pernah benar-benar bersembunyi."

Aurelia terdiam.

Kalimat itu sederhana, namun entah kenapa terasa sedikit lebih dalam dari biasanya.

Ia tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya hari itu—

diamnya tidak lagi sepenuhnya sunyi.

More Chapters