Ficool

Chapter 22 - Bab 22 kerja sama

Remaja itu menoleh ke cermin sambil berkata, " tidak ada, aku hanya melihat diri ku saja.."

Ming hao menatap senior nya sedikit canggung sambil dia menyembunyikan sesuatu dari nya. Li mei berdengung sejenak menatap ming hao curiga, dengan mata nya mulai menyempit. "Apa kamu sedang berbohong lagi?.."

Gadis itu mulai mencondongkan tubuh nya ke depan remaja itu dengan mencibir.

Ming hao menggeleng cepat dengan melambai tangan nya, dia tersenyum dengan alis berkerut. "Aku sungguh tidak berbohong lagi..senior mei"

"Benarkah?.." kata li mei, gadis itu mendekati wajah ming hao. Remaja itu langsung mundur sedikit dengan gugup dan menoleh ke samping sedikit. "Su-sungguh.."

"Kalau begitu, aku juga ingin tahu.." li mei menoleh ke cermin di depan nya, dia hendak meraih cermin dengan tangan nya. Namun, ming hao menahan tangan gadis itu yang bergerak di depan cermin.

"Senior.."

Li mei menoleh di samping nya dan berkata, "kamu mencegah ku?.." dia mengernyitkan alis nya.

Ming hao menggeleng kepala nya dan berkata, "bukan begitu..maksud ku.."

Pada saat yang sama, chen xiao menyela pembicaraan mereka dengan berkata. "Ming hao, li mei. Kemarilah.." kata nya tegas dan dalam. Ekspresi nya serius dengah berkerut alis.

Remaja dan gadis itu menoleh ke arah guru nya. Li mei melirik remaja di samping nya dan menarik tangan nya dari ming hao.

"Baiklah.." kata li mei melirik ming hao dengan mencibir dan langsung berjalan ke arah guru nya. Lalu, ming hao menghela nafas lega sedikit, melihat senior nya tidak menyentuh cermin itu secara tiba tiba.

ketika kedua murid itu berjalan melewati chen xiao. chen xiao melirik dari sudut mata nya ke samping sebelum dia berbalik menatap mereka yang segera menjauh dari nya.

Chen xiao menghela nafas sedikit dengan bergumam dalam hati.

'Untung saja'

Pemuda itu ekspresi nya mulai tenang dan tenang. Tidak ada ketegangan di benak nya lagi, dia langsung berjalan mengikuti kedua murid nya.

Kemudian, ruang dapur berkayu yang megah. Ruangan itu di isi perabotan alat dapur, bahkan selusin kayu di bawah sudut jendela. Saat ini, xiao bai sedang memasak dengan ekspresi menahan emosi. Dia mengaduk sayuran di kuali dengan tangan gemetar.

"Mengapa harus aku yang memasak?!" Pemuda itu mendengus sedikit dengan geram. Wajah nya memerah karena menahan marah.

"Ini semua...karena anak sial itu!" Dia langsung membanting irus kayu di lantai dengan suara. Tuk!

Lalu, xiao bai berjalan membuka dua pintu luar dapur dengan tegas. Dari beberapa langkah jauh nya, xiao bai mendengar suara dua murid melintas, yang sedang membicarakan ming hao dan li mei.

"Apa menurut mu mereka bisa berpartisipasi ujian itu?. menurut ku, itu sangat berbahaya bahkan ada beberapa korban di incar iblis tingkat lainnya.." kata salah satu murid itu serius dengan antusias.

"Kamu benar. Tapi aku yakin mereka bisa, karena sejak pagi ketua sekte kita mengawasi ming hao dan li mei berlatih. Menurut mu, apa yang akan terjadi jika mereka di latih lebih semangat lagi?.." murid berambut coklat tersenyum nakal.

Sebelum kedua murid itu segera menjauh dan jauh, xiao bai berkerut alis setelah mendengar kedua murid itu berbicara tentang ming hao dan li mei berlatih.

"Mereka bersama?" Gumam xiao bai dengan merenung sejenak. Kedua tangan di samping tubuh nya langsung mengepal menjadi tinju yang erat.

'Anak sialan!, lihat saja jika aku bertemu dengan mu nanti. Ku bunuh kamu sampai hilang di bumi ini!'

Gumam xiao bai dalam benak nya, yang meluap emosi yang tertahankan. Saat itu, xiao bai pergi mencari guru nya.

Sementara itu, zhu xilin dan yang lain nya tiba di sekte zhu tian ketika mereka turun dari pedang di udara.

Zhu xilin melihat sekitar nya, hanya beberapa murid sedang latihan fisik dan berbicara sesama murid lain nya. "Dimana senior?" Gumam nya dengan mata keheranan sebelum bertanya salah satu murid melintasi nya.

"Lihat guru chen?" Zhu xilin menatap murid berparu baya itu.

Murid itu menunjuk jari ke arah belakang nya"Guru sedang di ruang penyimpanan" , kata nya sebelum murid itu pergi.

Zhu xilin terdiam dan mengangguk sekali, lalu menyuruh zimo dan yang lain nya kembali ke tempat masing masing hingga bubar di tempat, Sebelum Zhu xilin langsung pergi mencari chen xiao.

Di depan pintu ruang penyimpanan, chen xiao memanggil ming hao dan li mei sekali lagi. Mata chen xiao tenang sebelum berubah.

"Latihan akan di lanjut besok, kalian berdua jangan kabur tanpa alasan tertentu" suara chen xiao dalam dengan menatap mata mereka sedikit tegas, lalu chen xiao pergi sebelum berhenti di tengah jalan. "Simpan senjata kalian dan Latihan besok pagi"

Ming hao dan li mei dengan kompak membungkuk, menggenggam tangan dengan hormat, "di mengerti"

Saat chen xiao pergi menjauh dari kedua murid itu, li mei menghela nafas dengan mengeluh dan marah, Mata nya hampir menangis. Ming hao menoleh ke arah samping.

"Ya dewa, latihan ini pasti akan sulit lagi..aku tidak sanggup membawa beban batu yang berat itu saat lari. Guru kita terlalu jahat." Kata nya.

Ming hao menghela nafas sedikit. "Senior sendiri, bukankah ingin kuat seperti guru? Mengapa mengeluh sekarang?".

Li mei mengusap mata nya yang ingin menangis, "aku tahu, tapi bukan seperti ini cara nya. Pelatihan macam apa itu. Guru zhu saja mengajari kita tidak seperti itu. Cara guru mengajari kita sangat berbeda dengan guru lain tahu."

"Menurut ku, jika ingin kuat dan lebih kuat lagi, harus merasakan pahit nya dan sakit nya. Di dunia ini, tidak mudah menjadi kuat seperti orang luar sana. Karena mereka belajar dari rasa sakit dan pahit nya kehidupan mereka jalani..." kata ming hao dalam, remaja itu berekspresi serius dengan mata yang penuh keyakinan dengan tenang.

Ming hao mengulurkan tangan di depan li mei. "Mari kita berjuang bersama sama, senior.."

Gadis itu mulai menghela nafas sebelum menjabat tangan nya dengan remaja itu dan berkata. "Kamu benar, bagi yang sudah menderita harus menjadi kuat.."

Ming hao dan li mei mulai tersenyum melalui mata nya yang lembut. Mata remaja itu bertemu mata gadis itu dengan lebih lama.

More Chapters