Ficool

Chapter 20 - Bab 20: Bayang-bayang di Sektor Terlarang

Setelah mendapatkan Aiko, tim Ija kini beranggotakan tiga orang: Ija, Vera, dan Aiko. Namun, perjalanan mereka di Sektor 13 tidak berakhir begitu saja. Tiba-tiba, radar Aiko berbunyi nyaring.

"Ada entitas yang mendeteksi kehadiran kita!" teriak Aiko. "Bukan satu, tapi sepuluh unit pemburu kelas berat!"

Dari balik kabut data, muncul Drax (The Void Hunter). Dia adalah pemburu hadiah legendaris yang disewa oleh Pengamat untuk membawa kepala Ija. Drax tidak sendirian; dia membawa pasukan drones penghancur yang bisa melintasi ruang dan waktu dalam jarak pendek.

"Akhirnya, target yang bernilai tinggi," suara Drax berat, bergema melalui topeng baja yang dikenakannya. "Sang Administrator yang kehilangan arah."

"Vera, lindungi Aiko!" perintah Ija.

Ija melompat ke depan. Pertempuran di Planet Hantu ini sangat berbeda. Setiap kali Ija menyerang, Drax menghilang dan muncul di titik buta Ija. Drax menggunakan teknologi yang memanipulasi probabilitas—membuat serangan Ija selalu meleset satu detik dari sasaran.

"Dia menggunakan kalkulasi probabilitas untuk menghindari seranganmu!" teriak Aiko sambil mencoba meretas jaringan drone di sekitar mereka.

Ija menyadari, dia tidak bisa mengalahkan Drax dengan kekuatan kasar. Dia harus menggunakan sesuatu yang lebih mendasar.

"Vera! Masukkan pedangmu ke tanah sekarang!"

Vera tidak bertanya, dia langsung menghujamkan pedang lasernya ke tanah stasiun. Ija memusatkan energinya ke pedang Vera, mengubah stasiun penelitian tua itu menjadi sebuah antena raksasa yang memancarkan sinyal noise tingkat tinggi.

Drax terhuyung. Probabilitasnya berantakan. "Apa yang kau lakukan?!"

"Aku tidak menyerangmu, Drax," ucap Ija sambil berjalan mendekat. "Aku hanya menghancurkan variabel yang membuatmu merasa bisa menang."

Ija menebas udara tepat di depan Drax, bukan mengenai tubuhnya, tapi mengenai link koneksi yang menghubungkan Drax dengan pusat kendali Pengamat. Tiba-tiba, tubuh Drax membeku. Dia kehilangan kendali atas drone-dronenya yang mulai jatuh berserakan.

"Ini baru permulaan, Administrator," desis Drax sebelum dia menggunakan protokol pelarian darurat untuk menghilang ke dimensi lain.

Ija menatap sisa-sisa drone yang berserakan. "Dia akan kembali, dan dia akan membawa lebih banyak kawan."

"Kita butuh lebih banyak orang," ujar Vera, menyarungkan pedangnya. "Dan aku tahu satu orang lagi yang bisa membantu kita jika kita ingin bertahan hidup di Sektor 13 ini."

More Chapters