Ficool

Chapter 1 - Chapter 1 – Gerbang yang Terbuka

Malam itu seharusnya terasa biasa saja.

Hanya hembusan angin malam yang tenang, serta cahaya bulan lembut yang menyinari langit gelap.

Seorang wanita muda berusia 21 tahun berbaring di ranjangnya. Tubuhnya terasa letih setelah seharian berdagang. Ia menutup mata, berharap besok akan sama seperti hari-hari sebelumnya.

Namun, sesuatu terasa berbeda.

Kesunyian malam itu begitu pekat. Tidurnya terlalu dalam. Hingga ketika matanya terbuka kembali… ia tidak lagi berada di dalam kamarnya.

"Eh… ini di mana?" gumamnya lirih.

Yang terlihat hanyalah ruangan putih luas tanpa ujung, seakan ia berdiri di atas kaca bening yang mengambang di kegelapan. Cahaya biru pucat berkilauan di langit, seperti serpihan bintang yang hancur dan beterbangan di udara. Tubuhnya terasa ringan, meski ia yakin sedang berdiri di atas sesuatu.

"Apakah… aku bermimpi?" bisiknya.

Suaranya memantul lembut di ruang kosong itu.

Tiba-tiba, sebuah layar raksasa muncul di hadapannya. Tulisan bercahaya terpampang jelas:

SOUL GATE ONLINE

Kantuknya lenyap seketika.

Matanya membelalak, mulutnya ternganga, dan jantungnya berdegup kencang. Antara kekaguman, ketakutan, dan keraguan, pikirannya berputar cepat. Semuanya terasa terlalu nyata.

"…Apa ini mimpi…?" katanya pelan.

Sebelum sempat ia berpikir lebih jauh, suara mekanis bergema dari segala arah—datar, dingin, namun jelas.

> > Sistem: Selamat datang di sistem permainan ini.

Layar itu berganti, menampilkan berbagai pilihan — outfit, senjata, hingga kemampuan.

> > Sistem: Untuk memastikan Anda tidak bingung, izinkan saya menjelaskan aturan dasar secara sederhana, langkah demi langkah.

Ia ingin bertanya, tapi tak ada suara yang keluar.

Lidahnya kaku. Tubuhnya menegang. Bukan karena takut… melainkan heran.

Semuanya terlihat begitu nyata — terlalu nyata untuk sekadar mimpi, namun terlalu mustahil untuk menjadi kenyataan.

PENJELASAN SISTEM

Pemilihan Awal Atribut dan Sumber Daya

Anda akan menerima atribut dasar, senjata utama, uang, serta nyawa (HP – Health Points).

Semua ini dapat Anda pilih dan sesuaikan sendiri sesuai strategi Anda.

Pilih senjata yang kuat untuk serangan cepat, atau atribut pertahanan tinggi untuk bertahan lebih lama. Pilihan Anda akan memengaruhi perjalanan sepanjang permainan.

Misi Utama

Tugas Anda sebagai peserta terpilih adalah menyelesaikan level dari lantai 1 hingga lantai 100.

Setiap lantai memiliki tantangan unik — teka-teki, pertarungan, hingga eksplorasi. Naiklah secara bertahap untuk mencapai lantai teratas dan menamatkan permainan.

Event Spesial Mingguan dan Bulanan

▸ Ujian Elysium — Tantangan tematik mingguan dengan hadiah istimewa: item langka, koin premium, atau skin eksklusif.

▸ Ekspedisi Terbatas — Setiap bulan, area rahasia akan terbuka untuk waktu terbatas, berisi musuh unik dan harta karun eksklusif.

Pertarungan Antar-Pemain (PvP) dan Papan Peringkat

Arena Kejayaan memungkinkan peserta bertarung satu lawan satu atau dalam tim.

Kemenangan akan meningkatkan peringkat Anda di papan peringkat global.

Guild dan Kolaborasi

Peserta dapat membentuk atau bergabung dengan guild untuk menyelesaikan misi bersama.

Guild juga dapat bersaing demi hadiah kolektif yang menguntungkan semua anggotanya.

Dengan fitur-fitur ini, perjalanan Anda bukan sekadar petualangan individu — melainkan dunia yang hidup, penuh persaingan, dan peluang tanpa batas.

Wanita itu memegangi kepalanya perlahan, mencoba mencerna semua yang baru saja ia dengar.

"Aneh…" bisiknya. "Kenapa aku bisa paham semua penjelasan ini?"

Seketika, cahaya biru kecil berputar di sekeliling tubuhnya.

Suara mekanis itu terdengar lagi, kali ini lebih lembut.

> > Sistem: Pemahaman Anda terhadap sistem sudah terhubung melalui Link Nerve Synchronization. Semua peserta akan merasakan hal yang sama. Jangan khawatir, kemampuan kognitif Anda telah disesuaikan.

Matanya membulat.

"Link… Nerve Synchronization?" ia mengulang pelan.

Kata-kata itu menimbulkan sensasi aneh di dadanya — antara ngeri dan takjub.

"Jadi… ini bukan mimpi?" suaranya bergetar.

> > Sistem: Kamu memang sedang bermimpi.

Gadis itu menahan napas.

> > Sistem: Tapi ini juga nyata. Peserta harus memahami satu hal penting — Anda hanya akan terbangun setelah permainan ini diselesaikan sepenuhnya.

"Dengan kata lain… ketika lantai ke-100 ditaklukkan?"

> > Sistem: Benar. Kesadaran peserta terikat pada sistem ini, terjaga di dalam dunia Soul Gate Online.

> > Sistem: Waktu di dunia nyata akan berhenti untuk semua peserta — hingga permainan mencapai akhir.

Kata-kata itu menggema. Dingin. Sunyi. Seperti bisikan dari ruang hampa.

Namun suara itu belum berhenti.

> > Sistem: Sepanjang perjalanan, Anda mungkin akan bertemu orang-orang yang pernah Anda kenal di dunia nyata.

Teman, keluarga… bahkan seseorang yang mungkin hanya Anda temui sekali pun bisa menjadi peserta lain di sini.

Matanya membulat.

"Jadi… bukan hanya aku?"

> > Sistem: Tidak. Semua peserta terpilih memiliki satu kesamaan — mereka kini tertidur di dunia nyata, dan terhubung dalam mimpi yang sama: dunia permainan ini.

Gadis itu terdiam.

Bayangan wajah-wajah yang ia kenal melintas di pikirannya. Teman, keluarga, orang-orang yang ia temui dalam hidupnya.

"Apakah… mereka juga ada di sini?"

Kesunyian kembali datang.

Bukan kesunyian yang menenangkan, melainkan jeda sebelum sesuatu yang besar dimulai.

> > Sistem: Ya. Sebagian dari mereka mungkin berada di dunia ini. Namun, tidak semua manusia terpilih oleh Gerbang Jiwa. Hanya mereka yang terpilih — jiwa dengan resonansi tertentu — yang akan terbangun di dunia ini.

Gadis itu terdiam.

Suara hatinya berbicara pelan.

"Jika ini benar… maka ini bukan sekadar permainan. Mungkin di dunia sana aku akan menemukan sesuatu."

Bibirnya melengkung tipis, disertai tawa kecil yang nyaris tak terdengar.

Ia menarik napas dalam-dalam.

"Baiklah..." gumamnya pelan.

Tatapannya mengeras. Tak lagi dipenuhi kebingungan. Ada sesuatu yang mulai terbentuk di pikirannya… sebuah rencana.

"Jika memang harus kulalui dunia ini… maka aku tidak akan berjalan tanpa tujuan."

Tangannya mengepal perlahan.

"Kalau ini satu-satunya jalan…"

Ia mengangkat kepalanya dan menatap layar sistem tanpa ragu.

"Aku akan menyelesaikannya."

Hening.

Beberapa detik berlalu tanpa perubahan apa pun.

Ia kemudian membuka mulut lagi.

"Sistem."

Suara mekanis itu langsung menjawab.

> > Sistem: Ya. Ada pertanyaan?

Ia menelan ludah.

"Apakah kamu… mempunyai wujud?"

Tidak ada jawaban.

Ruangan kembali sunyi.

Detik demi detik berlalu.

Namun tepat di depan layar besar, sesuatu mulai berubah.

Serpihan cahaya kecil seperti bintang bermunculan dari udara kosong.

Satu.

Dua.

Puluhan.

Ratusan.

Serpihan-serpihan itu beterbangan perlahan, memenuhi ruangan putih luas. Mereka berputar seperti mengikuti arus tak terlihat.

Semakin lama, cahaya-cahaya itu mulai bergerak menuju satu titik di tengah layar.

Berkumpul.

Menyatu.

Lalu membentuk sebuah siluet samar.

Siluet itu perlahan menjadi semakin jelas.

Garis kepala.

Bahu.

Lengan.

Tubuh.

Hingga akhirnya, di hadapannya berdiri sesosok manusia hologram.

Sosok itu lebih tinggi darinya. Sekitar satu meter lebih tinggi.

Tubuhnya tampak transparan, terbuat dari cahaya biru pucat yang terus berkilau lembut.

Jarak mereka tidak terlalu dekat, namun juga tidak terlalu jauh. Cukup dekat untuk saling menatap.

Sosok hologram itu menyerupai seorang wanita muda.

Rambutnya panjang, mengalir lurus hingga melewati pinggang, berkilau seperti serat cahaya yang teranyam dari bintang-bintang. Setiap helainya memancarkan sinar biru pucat, seakan terus bergerak perlahan meski tanpa angin.

Wajahnya halus dan sempurna, dengan sorot mata jernih yang memantulkan cahaya lembut. Ekspresinya tenang, netral, tanpa senyum namun juga tanpa ancaman—seperti sebuah keberadaan yang hanya mengamati.

Tubuhnya dibalut gaun pendek berbentuk sederhana namun futuristik, terbuat dari lapisan cahaya transparan yang saling bertumpuk.

Pola-pola tipis menyerupai garis sirkuit bercahaya menjalar di permukaan gaun itu, menyala redup lalu terang secara bergantian.

Di sekelilingnya, partikel-partikel cahaya kecil terus bermunculan dan menghilang, seperti kunang-kunang digital yang mengitari tubuhnya.

Ia benar-benar tampak seperti makhluk dari dunia lain.

Seperti peri yang terbuat dari cahaya.

Gadis itu membeku.

Matanya membelalak.

Mulutnya sedikit ternganga.

Ia hanya bisa menatap sosok hologram yang baru saja terbentuk di hadapannya.

Hologram itu menatapnya dengan sorot mata dingin, nyaris tanpa emosi. Jantungnya berdegup kencang, dan napasnya sempat tertahan oleh aura aneh yang sulit dijelaskan.

Sosok itu kemudian bergerak mendekat. Langkahnya tenang, berhenti pada jarak yang cukup dekat—namun tetap menyisakan ruang di antara mereka.

Cahaya lembut mengalir di tubuhnya yang semi-transparan.

> > Sistem: Selamat datang di Administrator Nexus.

"saya adalah Seraphina, Administrator AI unit SER-01, pengawas sistem dunia ini."

*To be continued

More Chapters