Laura :"Shinji.!..,bangun Shinji,bangun
Shinji membuka matanya secara perlahan-lahan,ia melihat wajah Laura dan sena,kemudian Shinji berhayal bahwa mereka berdua adalah bidadari yang cantik
Shinji :"uhh,dimana aku?,
Laura :"Shinji...,bangun!.
Shinji :"uhh, kenapa di depanku ada wanita cantik,apa kamu bidadari?!!,
Mendengar itu,Laura salah tingkah
Laura :"Ap,ap,apa yang kamu katakan?..."
melihat itu sena mengguyur Shinji dengan sihir air,Shinji yang kaget lalu terbangun dari tidurnya.
Shinji :"wjwuhahwjhvjwj"
Shinji :"apa yang kamu lakukan???"
Sena :"kerja,jika kamu terus bermalas malasan nanti kita bisa di pecat..
Setelah itu Shinji bertanya
Shinji :"sudah berapa lama aku pingsan?..
Laura :"kamu pingsan ?,hmmm,aku kira kamu sedang pura pura!!
Shinji :"bangsat,..
Sena :"hei, kasar sekali kata-kata mu itu,dimana kehormatan mu sebagai laki-laki"
Tanpa ragu Shinji melepaskan celana olahraganya, pemandangan itu sangatlah tidak pantas untuk dilihat bagi perempuan di tempat umum.dengan bangganya ia memamerkan batang nya..
Shinji :"lihatlah,batang ku ini mewakilkan keindahan surgawi, batang ini,pasti akan masuk kedalam lubang yang sempit punya kalian.."
Laura : "apanya keindahan surgawi..?, perhatikan batang mu itu,menyedihkan,bahkan perempuan murahan pun tidak akan ada yang mau menyentuhnya"
Shinji :"apa magsudmu ??!,"
Laura :"tanya saja sena pasti dia tau"
Ternyata,Kondisi sena sedang pingsan hidungnya mimisan,
Laura :"kau berlebihan Shinji,
Di sisi lain ada petani perempuan yang melihat kelakuan Shinji, petani itu berteriak
Petani:"aaaaaa!!!!,ada orang mesum!!!".
Petani lain yang mendengar itu langsung bergegas menuju ke sumber suara tersebut.
Shinji juga mendengar teriakan itu, kemudian Shinji bergegas memakai celananya kembali .namun,sudah terlambat,para petani lain sudah mengerubungi Shinji, sudah tidak ada tempat untuk Shinji melarikan diri, kemudian Shinji meminta bantuan kepada Laura dan sena.
Shinji :"oi Laura,tolong bantu jelaskan"
Na'as nya Laura sedang berbicara dengan petani lain,dengan kejam ia menuduh Shinji tanpa rasa kasihan
Laura :"lihatlah apa yang pria mesum itu lakukan pada temanku,temanku kahet sampai pingsan,".Laura menjelaskan itu kepada para petani sambil menggendong sena .
Shinji tidak bisa apa apa lagi,ia hanya bisa berkata :"eee,maaf"
Kemudian para petani menghakimi Shinji sampai babak belur
Waktu berlalu, langit sore hari yang berwarna Oren, membuat Shinji mengingat masa lalunya, saat ini Shinji sedang duduk di pinggir trotoar seperti gelandangan,dengan baju yang kotor dan wajahnya babak belur.ia begitu menyedihkan.,,,Shinji berkata
Shinji :"sial, kenapa ini terjadi kepadaku,aku masuk kedunia game,npc yang terasa hidup, terikat kontrak dengan orang payah, apa lagi sekarang..,
Shinji :"seharusnya aku hidup enak, aku diangkat menjadi pahlawan,terus aku ditugaskan oleh raja untuk mengalahkan raja iblis,aku pergi bersama cewek cantik,
Dan aku mengalahkan raja iblis,terus aku hidup damai,dan aku menikah dengan Harem ku,.. sayangnya, kenyataan berkata lain, sial.."
Saat Shinji mengoceh hal yang tidak jelas,ada seseorang yang mendengarkan ocehan Shinji,ia adalah seorang penjaga yang perna memukul Shinji saat baru sampai di sini.
Penjaga :"tunggu,kenapa beda sumber beda cerita, waktu itu si perempuan berziarah berkata lain, hei bung apa kau benar punya istri"
Shinji :"haaah,apanya istri,aku perjaka akut,lagi pula wanita itu hanya akan memanfaatkan ku,
Penjaga :"emang apa yang wanita itu mau?"
Shinji berkata dengan lancang :"bidak sekali pakai"
Penjaga kembali bertanya:"kenapa kau tidak tinggalkan saja dia"
Shinji:"percuma saja bung,aku sudah terikat kontrak,tapi kalau tujuannya berhasil aku akan menikahinya"
Penjaga : emangnya apa tujuan wanita itu ?
Shinji :"huuh, mengalahkan raja iblis "...
Penjaga itu syok,dirinya merasa kalau bebannya lumayan berat, kemudian penjaga itu berniat menenangkan shinji.
Penjaga itu bengong :"...."
Penjaga :"hei bung !, mau ikut aku enggak?"
Shinji penasaran:"pergi kemana?"
Penjaga:"ke guild petualang,kita minum"
Penjaga itu mengulurkan tangannya kepada Shinji, lalu penjaga itu bertanya kepada Shinji
Penjaga:"aku penasaran siapa namamu?"
Shinji :"apa apaan ini"
Penjaga:"ayolah siapa namamu?!!"
Shinji :"eee,namaku Shinji,cita cita ku mempunyai Harem yang banyak...
Penjaga :"haaah,aku tidak menanyakan cita cita mu, baiklah kalau begitu,namaku
GILBERT ALTHEOS, panggil aku Gilbert saja"
kemudian Shinji menjabat tangan Gilbert
Ayo kawan,tapi kamu yang bayar..,
Setelah itu,Meraka berdua pergi menuju guild petualang. Disana Shinji dan Gilbert memesan banyak makanan dan minuman,Shinji heran padahal,ini adalah pertemuan kedua mereka,tapi entah kenapa Gilbert merasa sangat akrab dengan shinji.
Gilbert :"silahkan nikmati makanan dan minumannya.
Shinji bertanya kepada Gilbert namun Gilbert selaku saja memotong pembicaraan
Shinji :"tunggu..."
Gilbert:"apa,kamu tidak minum alkohol?,hahah,"
Shinji:"ee..,
Gilbert "tidak apa-apa, alkohol emang tidak baik bagi tubuh manusia,jadiii
Shinji :"tungg..."
Gilbert :"aaa,kalau begitu silahkan maka..
Shinji kesal ,ia memukul meja makan sangat keras
"Brugkkk"
Suara itu membuat orang lain yang sedang berada di guild petualang terdiam, semuanya heran,"apa yang sebenarnya terjadi",sampai sampai pegawai disana membentak Shinji,"hei abang,kalau ada masalah janga selesai kan disini,silahkan keluar".
Shinji hanya bisa berkata "maaf,aku bertindak berlebihan"
Gilbert :"tidak apa-apa,aku juga pernah di posisi mu"
Gilbert :"maaf,aku adalah tipe orang yang mudah akrab dengan siapa saja, sayangnya aku tidak ada yang mau akrab dengan ku,
Jadi maaf kan aku,baru kali ini ada yang berbicara dengan ku sebagai teman,..jadi.."
Shinji :"Owlah,kalau cuma itu santai saja,Aku tidak berniat untuk menjauhi mu,lagi pula,siapa yang menolak pemberian dari seseorang,apa lagi pemberian tersebut adalah sesuatu yang berharga,jadi tenang saja ,kita kan teman".
Mata Gilbert bersinar, dirinya sendiri tidak menyangka kalau ada seseorang yang berkaita seperti itu padanya, kemudian Gilbert teringat masalalunya.
Gilbert kecil :"oaaaaaah,hebat sekali,ayah sungguh hebat,aku juga ingin kesatria kerajaan ".
"Kata kata itu memiliki tekad dan ambisi yang sangat hebat,hal itulah yang membuat ku Ingin menjadi seorang kesatria,bukan hanya gagah, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, aku sangat ingin menjadi kesatria",..."aku beruntung hidup sebagai anak bangsawan,ayahku adalah pahlawan perang,jadi aku selalu berlatih pedang dengan ayahku,itu adalah keberuntungan yang patut disyukuri,"....
"Suatu hari, ayahku terjerat kasus pembunuhan,ayahku dipenjara,gelar ayahku dicabut oleh raja, kemudian ibuku menjadi tulang punggung keluarga saat aku masih kecil,tanah, harta, semuanya dijual untuk bertahan hidup, setelah ayah ku dipenjara aku hidup sederhana,hidup bahagia dengan ibuku tercinta,bahkan tanpa saudara aku tetap bahagia,aku sangat senang hidup bahagia".
"Namun... kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, ibuku meninggal karena kelelahan bekerja, sekarang aku hidup sengsara,tidak ada orang tua di sisi ku,tidak ada harta benda yang kubawa,bahkan tidak ada seseorang yang mau berteman,itu jelas karena aku seorang anak pembunuhan,aku di jauhi oleh orang-orang, semua orang menyebutku si anak pembunuhan, ocehan tersebut sering ku dengar jadi,itu sama sekali tidak menyakitkan,aku hidup sengsara,terus berjalan entah kemana,yang kubawa hanya pedang pemberian si pembunuh yaitu ayahku.aku makan dengan berburu dihutan,disana aku memanfaatkan skill berpedang yang ku punya untuk berburu,tanpa di sengaja skill berpedang ku dilihat kesatria, kesatria itu tertarik kepada ku karena bakat yang aku miliki, kemudian kesatria itu membawa ku ketempat pelatihan kesatria,disana aku dilatih sebagai kesatria,aku merasa mimpiku di depan mata,jadi akan aku manfaatkan kesempatan yang ada,aku berlatih bersungguh-sungguh, terus berlatih,terus berlatih hingia sampailah penobatan kesatria,aku dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan termuda dalam sejarah knight,aku dipromosikan sebagai komandan. Na'as nya banyak yang membenci ku,mereka memanfaatkan reputasi ku di masa lalu untuk menjatuhkanku,lalu... Kesempatan ku untuk menjadi komandan berakhir sia sia,aku turun pengkat manjadi seorang penjaga...."
Setelah mengingatkan masa lalunya, Gilbert tersenyum,dalam hati dia berkata :'aku rasa,hidup seperti ini lumayan menyenangkan ,aku tidak tau apakah kebahagiaan ini akan bertahan lama'.
Shinji :"kenapa kamu senyum senyum,najis tau,makan saja makanan mu"
Gilbert :"baiklah....,hmmm enak ya makananya
Shinji :"iya ,
