Ficool

Chapter 115 - Chapter 115

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 115 — "Perebutan Tubuh Damien, Zura Bangkit dari Atas Tanah, dan Insting Moon-Red Meledak"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🩸 ADEGAN 1 — Damien Hampir Jatuh

Tubuh Damien limbung, napasnya semakin pendek.

Dunia di depannya berputar—suara Rex dan Hana terdengar seperti dari dalam air.

"Damieeen! Jangan pingsan!"

"BROOO, JANGAN MATI BROOO!!"

Suara Red Hyper Primordial bergema lemah:

[Kalau kau jatuh sekarang… mereka akan mengambilmu.]

Damien menggertakkan gigi.

"Aku… belum boleh… jatuh…"

Namun lututnya tak sanggup menopang.

Ia mulai roboh ke tanah—

Dan Aurelius sudah berada kurang dari tiga langkah darinya.

"Sudah cukup. Tubuhmu ikut aku."

Tangan es Aurelius terulur.

Voidstep Hunter muncul dari sisi lain, cakar hitam siap menyayat.

"HEH—Aku lebih cepat!"

Hana menjerit.

Rex menutup wajahnya.

Damien bahkan sudah tak bisa mengangkat tangan.

---

🌑 ADEGAN 2 — Retakan Tanah Bergerak

(Twist: Zura sebenarnya ADA di atas Damien)

Tiba-tiba…

DRRRAAAAKK—!!!

Tanah tepat di bawah kaki Damien bergerak.

Seolah ada sesuatu yang bangkit dari dalam bumi.

Aurelius dan Voidstep Hunter sama-sama berhenti.

Rex ternganga.

Hana memelotot: "I-itu… gerakan apa?!"

Retakan tanah itu pecah…

Dan Zura muncul dari bawah, mengangkat Damien dengan kedua tangan goyah.

Rupanya Zura sengaja menggali ke bawah saat pura-pura sekarat tadi, agar bisa bergerak tanpa disadari.

Zura berdiri tegak—meski tubuhnya penuh retakan.

Dengan suara pecah dan hampir runtuh:

"Aku… masih ada di sini, Tuan Damien."

Damien mengerjap.

"Z-Zura…? Kau… masih bisa bergerak…?"

Zura tersenyum retak.

"Penderitaan bukan alasan… untuk meninggalkan tuanku."

Voidstep Hunter mendesis: "KAU BONEKA MENYUSAHKAN!!"

Aurelius justru tersenyum tipis. "…kau pintar bersembunyi."

---

⚡ ADEGAN 3 — Awal Kebangkitan Warisan Tinju Petir

Aurelius melangkah maju.

"Menjauh darinya."

Zura ingin mengangkat Damien lebih tinggi… tapi retakan tubuhnya semakin banyak.

Damien melihat itu—dan sesuatu dalam dirinya patah.

"…cukup."

Tangan Damien tiba-tiba bergetar.

Di ujung jari-jarinya muncul kilatan listrik liar.

Bukan teknik, bukan jurus—

tapi INSTING PETIR yang keluar tanpa kendali.

Rex memekik: "BROO?? KENAPA LU NGELUARIN KILAT?? MASIH HIDUP AJA LU??"

Aurelius berhenti. "…warisan lain? Petir?"

Voidstep Hunter menggeram. "Anak ini terlalu berbahaya!"

Listrik itu hanya berkumpul—belum jadi serangan, masih mentah, liar, seperti pukulan yang belum terbentuk.

Damien terhuyung.

"A-aku… nggak… sengaja…"

---

🔥 ADEGAN 4 — Insting Primordial Ikut Bangun

Lalu dari punggung Damien…

Aura hitam-merah Primordial menetes seperti kabut darah.

Bukan bentuk lengkap.

Bukan teknik apa pun.

Hanya nafas primordial yang terpicu karena Damien terpojok.

Aurelius mengangkat alis—untuk pertama kalinya tampak serius.

"Tiga… warisan dalam satu tubuh?"

Voidstep Hunter justru semakin tergila: "HAHAHA! LEBIH CANTIK LAGI KALAU KUKUNCI JIWA-NYA!"

Aura Damien mengacau.

Petir liar.

Kabut Primordial.

Nafas panas Red Hyper.

Semua keluar… tapi tidak stabil.

Damien memegangi kepalanya.

"A-aku nggak bisa… ngatur… kekuatan ini…"

---

🌕 ADEGAN 5 — Moon-Red Instinct Meledak

Tepat saat Damien hampir ambruk lagi—

Dari dalam dadanya…

Simbol bulan merah berdenyut.

WRAAAAM—!!

Moon-Red Instinct, bentuk tidur dari gabungan Lunar & Red Hyper yang belum sempurna, meledak setengah sadar.

Sebuah getaran menyapu ruangan.

Aurelius menahan dengan satu tangan, ekspresi terkejut untuk pertama kalinya.

Voidstep Hunter terpental beberapa langkah.

Rex dan Hana nyaris terjatuh, tapi Zura memeluk Damien dengan sisa kekuatannya.

Aura itu tidak menyerang,

tidak membunuh,

tidak menyakiti.

Hanya menjauhkan kedua monster itu dari Damien dalam radius tiga meter.

Damien membuka mata perlahan, pupilnya merah-perak samar.

"…jangan… sentuh aku…"

Aurelius terpaku.

Voidstep Hunter mendecak frustasi.

"Insting??? Bocah ini bahkan belum menguasai apa pun!!"

Aurelius berkata pelan:

"…tidak. Ini bukan kekuatan penuh. Ini hanya insting warisan yang melindungi tubuhnya."

Zura bergumam sangat perlahan: "Maafkan aku… Tuan Damien… aku hampir tidak bisa bertahan…"

---

🔥 ADEGAN 6 — Damien Mendekati Batas Pingsan

Aura Moon-Red itu meredup.

Damien tidak pingsan—

tapi selangkah lagi.

Hana mengguncangnya. "Damien!! Dengarkan aku! Fokus sama suaraku!"

Rex gelisah: "BROOOO LU HARUS TETEP SADAR!!!"

Damien mencoba tersenyum—samar, kacau.

"A-aku… masih… hidup…"

Moon-Red Instinct berkedip sekali lagi, lalu padam sepenuhnya.

Aurelius dan Voidstep Hunter langsung bersiap menyerang lagi.

Damien terjatuh di pundak Zura.

Zura memeluknya erat meski tubuhnya hampir pecah.

"…Tuan Damien… izinkan aku… melindungi Anda… sampai akhir."

Aurelius mengangkat tangan.

Voidstep Hunter mencondongkan tubuh.

Serangan terakhir akan dimulai.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 115

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters