Ficool

Chapter 76 - Chapter 76

---

🔥 CHAPTER 76 —

"Damien Memasuki Frostmourn, Pelatihan Neraka Lyanna Mencapai Puncak, & Para Pembunuh Dikembalikan Dalam Kantong Mayat"

---

❄️ ADEGAN PEMBUKA — FROSTMOURN, HARI KEEMPAT

Lyanna sudah hampir tak bisa berdiri.

Pernafasan kacau. Lengan bengkak. Rambut berantakan.

Arcelian berdiri dengan tangan terlipat.

Senyumnya dingin.

Arcelian:

"Bagus. Kau tidak mati hari ini. Kemajuan."

Lyanna terhuyung.

Ia menatap langit.

Lyanna:

"Damien… cepatlah."

Arcelian mengerutkan dahi.

"Apa sih spesialnya bocah itu."

---

🌑 ADEGAN 1 — DAMIEN, REX, HANA & ZURA MENUJU FROSTMOURN

Rex berlari sambil membawa tas besar berisi makanan, selimut, dan barang tak penting.

Hana:

"…Rex, itu untuk berkemah atau perang?"

Rex:

"TIDAK ADA YANG TAHU, HANA! MUNGKIN KAMI MATI KELAPARAN."

Damien mendengus.

Aura Spirit Manifest Realm Lv.2 memancar lembut.

Damien:

"Kita tidak akan lama. Kita ambil Lyanna… lalu kabur."

Zura tiba-tiba tersenyum kecil.

"Aku suka rencananya."

Rex mengangkat tangan.

"Aku tidak suka, tapi aku ikut."

---

⭐ ADEGAN 2 — WILAYAH FROSTMOURN

Saat mereka semakin dekat…

Langit menjadi putih kebiruan.

Es di tanah berubah menjadi duri kristal.

Zura mengangguk pelan.

Zura:

"…Aurelius sudah sadar kau menuju ke sini."

Damien tersenyum tipis, dingin.

Damien:

"Bagus. Biar dia tahu anaknya ingin pulang."

---

⚔️ ADEGAN 3 — ARCELIAN MENGIRIM PEMBUNUH

Arcelian Frostveil, berdiri di puncak istana es bersama ayah dan ibunya.

Aurelius Frostmourn:

"Kau yakin? Anak itu tahan mati."

Arcelian:

"Tenang. Yang kukirim bukan pembunuh biasa."

Dari balik pintu, muncul tiga Assassin Es berpakaian biru gelap, tanpa suara.

Semua Conduit Frost Realm Lv.8 — elit Frostveil.

Arcelian:

"Target: Damien Valtreos."

Ibunya, Eris Valenia, memicingkan mata.

"Anak itu membawa kekacauan."

Aurelius menyeringai.

"Biarkan Arcelian bersenang-senang."

---

💀 ADEGAN 4 — PEMBUNUH MENYERGAP DAMIEN

Mereka muncul dari kabut es.

Bergerak cepat.

Tanpa suara.

Assassin 1:

"Target ditemukan."

Assassin 2 & 3 mengepung.

Rex panik.

"BRO—BRO—BRO KITA DIKERUBUNGI NINJA EEEES!!"

Hana menarik pedangnya.

"Diam Rex!"

Damien hanya menatap dingin.

Damien:

"Hmm."

Ia mengangkat tangan.

Tato emas primordial di punggungnya menyala.

Teknik Primordial ke-1:

ECLIPSE PULSE — Moonlight Devour

BOOOOM—!!

Gelombang bulan-hitam emas meledak ke segala arah.

Ketiga assassin terpental 100 meter, menghantam pohon es dan mencairkannya.

Mereka mengerang.

Assassin 1:

"A-apa itu…?!"

Damien berjalan santai.

Tanpa pedang.

Tanpa emosi.

Damien:

"Kalian menghalangi jalanku."

Ia menatap Zura.

"Jangan bunuh mereka. Kita masih sopan."

Zura mengangguk.

"Aku hanya patahkan mereka sedikit."

Assassin:

"Sedikit…?"

Zura menghilang.

Tiba-tiba—

CRACK—!!

Ketiga assassin jatuh seperti boneka patah tulang.

Tidak mati, tapi mustahil bertarung dalam 2 bulan ke depan.

Rex:

"ZURA BROOO!! KAU BIARIN AKU SEKALI AJA JADI KEREN!!!"

Zura:

"Kau? Keren? …Mustahil."

Rex:

":( "

---

❄️ ADEGAN 5 — KELUARGA FROSTVEIL TURUN TANGAN

Arcelian menyaksikan semuanya dari jauh.

Alisnya terangkat.

Arcelian:

"Dia mengalahkan tiga assassin elit… secepat itu?"

Aurelius tidak tersenyum.

Eris Valenia menggigit bibir, terkejut.

Aurelius:

"Anak itu… naik ranah lagi?"

Eris:

"Tidak. Sesuatu… bangkit dalam dirinya."

Aurelius menggeleng.

"Kalau begitu—"

Ia berdiri.

Aurelius:

"Kita turun langsung."

---

🌙 ADEGAN 6 — LYANNA TERDUDUK, NYARIS PINGSAN

Lyanna terjatuh.

Tubuhnya gemetar.

Arcelian mendekat.

"Waktumu hampir habis. Dua hari lagi."

Lyanna menggigit bibir.

"Damien pasti——"

Tiba-tiba tanah bergetar.

Aura emas-bulan menembus dinding es.

Lyanna membuka mata.

"…Damien?"

---

⚡ ADEGAN 7 — DAMIEN MASUK!

Batu es meledak—

BOOOOM!!

Damien menerobos masuk dengan aura emas-bulan yang menyala kuat.

Rex berteriak dramatis:

"BROOOO! MASUKNYA KAYA CHARACTER UTAMA ANIME!!"

Hana:

"Diam, Rex."

Damien menatap Lyanna.

Tatapannya lembut—yang hanya muncul untuk satu orang.

Damien:

"…Aku datang."

Lyanna tersenyum meski luka.

"…Akhirnya…"

---

❄️ ADEGAN 8 — AURELIUS & ARCELIAN MENDATANGI DAMIEN

Aurelius Frostmourn dan istrinya muncul lewat teleportasi es.

Aurelius menatap Damien.

Dingin.

Aurelius:

"Kau masuk ke wilayahku…

dan menghancurkan ruang pelatihan putriku."

Zura maju.

Aura hitam meledak.

Zura:

"Kau menyentuh Damien… kota Frostmourn hancur."

Arcelian memegang pedang es.

"Coba saja."

Hana:

"Rex… jangan bergerak."

Rex sudah berposisi siap kabur.

"Aku sudah siapp!! Kalau konflik meledak AKU LARI!!"

---

🌑 ADEGAN 9 — DAMIEN MENGAJAK LYANNA KABUR

Damien memegang tangan Lyanna.

Damien:

"Lyanna, pergi bersamaku."

Lyanna terkejut, wajah memerah.

Arcelian:

"Berani kau—!!"

Damien menatapnya dingin.

Damien:

"Aku tidak peduli kalian setuju atau tidak."

Ia mengangkat Lyanna ke punggungnya.

Seperti princess carry tapi lebih efektif.

Zura memecahkan formasi es.

Rex & Hana menjaga belakang.

Arcelian terkejut.

Aurelius menahan bahunya.

Aurelius:

"Biarkan mereka.

Pertarungan kita… belum waktunya."

Arcelian menggeram.

Arcelian:

"Aku akan mengejarmu, Damien."

---

❄️ ADEGAN PENUTUP — PERMUSUHAN RESMI

Saat Damien, Lyanna, Zura, Rex dan Hana keluar dari Frostmourn…

Aurelius menatap istana.

Aurelius:

"Mulai hari ini, Frostveil dan Damien Valtreos adalah musuh."

Eris Valenia mengangguk.

Arcelian mencengkeram pedangnya.

Di kejauhan, Damien merasakan itu…

dan tersenyum tipis.

Damien:

"Bagus.

Musuh pertama kerajaan besar… Frostveil."

---

🔥 END CHAPTER 76 🔥

More Chapters