Ficool

Chapter 51 - Chapter 51

────────────────────────────── 🌑🔥 CHAPTER 51 — "Penyergapan Lyanna, Berkobarnya Darah Lunar, & Kedatangan Sang Pewaris" ──────────────────────────────

⭐ ADEGAN PEMBUKA — HUTAN BIRU DI LUAR STARFALL CREST

Lyanna berlari menembus kabut, napasnya berat. Suara dedaunan bergesek terdengar aneh—terlalu sunyi.

Lyanna:

"…Damien… tolong aku."

Tiba-tiba—

SHAAA!

Tiga bayangan hitam muncul dari pepohonan, bergerak seperti asap pekat.

Assassin 1:

"Target utama ditemukan."

Assassin 2:

"Jangan biarkan dia memakai teknik lunar."

Assassin 3:

"Ambil dia hidup-hidup."

Lyanna menggertakkan gigi.

"Kalau begitu… aku akan melawan!"

Ia mengangkat tangannya. Aura biru muda menyala.

BOOOOOM—!!

Energi bulan meledak dari tubuh Lyanna, jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Assassin 1 terpental.

"M-Mustahil… aura sebesar ini?!"

Lyanna menatap tangannya sendiri—kaget.

"…Ranahku… naik?!"

⚡ Lyanna naik dari Mortal Rein Realm → ESSENCE FLOW Realm Tingkat 6

Aura bulannya menari seperti air yang berkilau.

Lyanna:

"Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh Damien…!"

Assassin 3 melesat.

"Berjuanglah sepuasmu. Pada akhirnya kau tetap—"

TAP—

Langkah Lyanna lenyap.

WHIISH!!

Ia muncul di belakang assassin itu, memotong udara dengan tangan bersinar.

"Heavenly Moon— Crescent Palm!"

BUUM!!

Assassin 3 terlempar ke pohon besar hingga pecah.

Lyanna gemetar sedikit.

"Kenapa… aku jadi secepat ini?"

Di kejauhan, ada suara kecil yang seperti membelai telinganya—

"…karena dia mendengar panggilanmu."

Lyanna terdiam.

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN 2 — SERANGAN BALAS ASSASSIN

Assassin 1 melompat ke udara.

"Cukup bermain! Teknik— Shadow Bind!"

Bayangan hitam menjulur seperti rantai dan melilit kaki Lyanna.

Lyanna: "T-tidak…!"

Assassin 1 menarik rantai itu ke bawah.

DUAAAR—!!

Lyanna membentur tanah, berdarah di bibir.

Assassin 2 muncul di belakangnya.

"Tidurlah, putri Pencahayaan Bulan."

Belati gelap mengarah ke leher Lyanna…

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN 3 — BULAN DI LANGIT BERGETAR

Saat belati itu hampir menyentuh Lyanna—

WUUUUUNG—

Seluruh hutan tiba-tiba membeku.

Daun yang tertiup angin berhenti di udara.

Serangga terdiam.

Suara angin pun hilang.

Assassin 2 menegang.

"A-Apa… ini?"

Assassin 1 mundur tiga langkah.

"Sial… aura ini… bukan aura manusia!"

Dari kejauhan—

Cahaya bulan turun perlahan seperti hujan perak.

Bayangan seorang pemuda muncul dari kabut.

Langkahnya tenang, tapi tekanan auran membuat tanah retak tiap ia menginjaknya.

Pupil bulan sabit-nya bersinar tajam.

Rambutnya berkibar pelan seolah mengikuti irama bulan.

Damien telah datang.

Lyanna mengangkat kepala dengan mata bergetar.

"…Damien…"

Damien menatapnya sebentar.

Nadanya datar — tapi terasa hangat.

"Kau baik?"

Lyanna menahan air mata.

"Sekarang… iya."

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN 4 — KEDATANGAN SANG PEWARIS HYBRID

Damien mengangkat tangan.

Cahaya bulan mengalir turun ke ujung jarinya.

Assassin 1 langsung panik.

"Jangan dekat! Dia pewaris—!"

Damien:

"Moonfall Decree — Crescent Execution."

SWOOOSH—

Satu garis perak memotong udara.

Assassin 1 tak bisa menghindar. Bahunya terbelah, tapi ia masih hidup—karena Damien menyesuaikan daya serang.

Suara misterius berdesis:

"Ingat batasmu, Damien."

Damien:

('Tenang. Mereka Pulse Awakening tingkat 8—masih di dalam batas.')

Assassin 1 mencibir berdarah-darah.

"Anak kecil… kau pikir kau bisa—"

Damien sudah berada di belakangnya.

TEP—

Ujung jarinya menepuk leher assassin itu.

Bulan kecil muncul dan—

DOOOM—

Assassin 1 pingsan, roboh tanpa suara.

Damien:

"Kau terlalu berisik."

Assassin 2 mundur cepat.

"Dia monster! Tidak wajar!"

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN 5 — LYANNA MEMANGGIL DAMIEN

Lyanna berdiri, meski terhuyung.

Damien mendekat, menilai lukanya.

Damien:

"Kau terluka."

Lyanna mencoba tersenyum.

"Aku… bisa sedikit bertahan. Karena aku… memanggilmu."

Damien berhenti.

Matanya sedikit melembut.

"…Aku mendengar."

Lyanna menggenggam bajunya.

"Damien… aku takut."

Damien meletakkan tangan di kepala Lyanna—gerakan lembut dan pelan.

"Aku di sini."

Pipi Lyanna merah padam.

Rasanya seperti seluruh dunia meleleh.

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN 6 — MUSUH TERAKHIR

Assassin 3 bangkit, luka di tubuhnya menyembur bayangan hitam.

Assassin 3:

"BAIK! Kalau begitu aku bunuh kau dulu, Lunar Hybrid!!"

Ia berubah menjadi bentuk bayangan besar—

lebih kuat dari dua assassin lainnya.

Damien menatapnya datar.

"Pulse Awakening tingkat 9."

Suara misterius bergema:

"Itu Batasmu. Lebih dari ini, kau mati."

Damien mengangguk.

"Baik."

Ia mengangkat tangan.

Cahaya perak dan bayangan hitam bertumpuk di tubuhnya.

Hybrid Resonance diaktifkan.

Aura Damien melonjak—

TAPI masih di dalam batas wajar, tidak OP.

Damien:

"Lyanna, mundur."

Lyanna mengangguk dan mundur dengan mata penuh kekhawatiran.

────────────────────────────── ⭐ ADEGAN PENUTUP — PERTARUNGAN SHADOW-LUNAR DIMULAI

Assassin 3 melesat seperti kilatan hitam.

Damien mengangkat dua jarinya.

"Moon Pierce — Shadow Crescent."

BOOOOOM—!!

Dua kekuatan bertabrakan.

Cahaya bulan dan bayangan saling memakan.

Tanah hutan terbelah.

Udara bergetar.

Lyanna menjerit:

"DAMIEEEEN—!!"

Damien menatap assassin itu dengan tatapan dingin tak tergoyahkan:

"Aku sudah bilang…

jangan sentuh gadisku."

────────────────────────────── 🔥 END CHAPTER 51 ──────────────────────────────

More Chapters