Ficool

Chapter 1 - Chapter I Reicarnated

Aroma sejuk pengharum ruangan menyertai seorang pria yang sedang bermain sebuah video game baru.

Cahaya hanya datang dari layar monitor.

Dia adalah seorang gamer dan sudah menamatkan ribuan game, mulai dari rpg hingga mobile.

Namun sebuah game baru telah dirilis oleh Black Comodo Studio. Maiden Game namanya, sebuah permainan harem terbalik yang berfokus pada Evelyn sebagai tokoh utama wanita.

Permainan ini memiliki lima rute yang dapat dipilih oleh pemain dan semua memiliki ending yang berbeda.

Bagi seorang gamer, ini adalah tantangan segar, dimana ia bisa menemukan sesuatu baru setelah menamatkan ribuan permainan cerita.

[SELAMAT DATANG DI DUNIA MAIDEN]

Adalah kata sambutan dari sistem permainan ini.

[PILIH SETUJU JIKA ANDA INGIN MEMULAI PERMAINAN INI]

Pria itu menekan setuju, gambar kini beralih dengan angka masuk 100%.

Pria itu berdehem pelan.

"Hanya satu saja karakter yang bisa dimainkan ya," kata pria itu.

Terdapat karakter wanita berambut coklat keemasan di monitor.

"Evelyn Neuferty... nama yang bagus," ucapnya.

Pria itu dalam sekejap dapat beradaptasi dengan permainan, mulai dari menyelesaikan misi sampingan hingga mulai misi utama.

"Jadi ada misi membantu nenek tua untuk membuka rute duke utara, ini sangat menarik," kata pria itu.

Setengah jam berlalu, dia kini mencapai lima puluh persen kesukaan dari duke utara.

Ia melihat jam di monitor, pukul satu malam. Besok ia harus bekerja namun permainan ini juga belum selesai.

"Satu permainan lagi," lanjutnya.

Kini tokoh utama Evelyn mencapai arc istana pusat kerajaan.

"Kudengar wilayah barat dilanda bulan monster," bisik salah satu prajurit saat Evelyn lewati pintu masuk istana.

Yang lain menyahut, "ya, namun istana sepertinya tidak peduli pada hal itu dan membiarkan Lord Aeon Awestern menanganinya sendiri."

Pria itu menyentuh janggut, "kenapa npc prajurit ini menyebut wilayah barat? Dan kenapa tidak ada pilihan ataupun misi untuk ke sana?"

"Apa yang ingin disampaikan developer game ini?"

Sesaat pria itu berpikir, Evelyn telah berjalan masuk ke dalam istana.

Beberapa mata memandang Evelyn, seorang pria berdiri di depannya.

"Lady Evelyn, kecantikan anda memang tidak tergoyahkan. Saya Pangeran Alden menyambut kedatangan anda di istana," katanya.

[ABAIKAN | SAPA HANGAT | CIUM]

"Developer gila. Ada pilihan ciuman juga, pilihan terbaik hanya sapa hangat," kata pria itu.

"Terima kasih untuk sambutannya, Yang Mulia," senyum hangat Evelyn.

Mata pria itu melihat wanita di belakang Alden yang terlihat tidak senang.

"Siapa itu? Apa mungkin dia tunangannya Alden?" Pikir pria itu.

"Mari kita tanyakan soal wilayah barat pada karakter-karakter di sini."

"Lord perbatasan barat? Aku tidak tahu kalau ada keberadaan seperti itu di kerajaan kita," kata Pangeran Alden pada Evelyn di sebuah pesta istana.

"Aeon? Nama yang unik. Aku terlalu sibuk dengan pasukan jadi tidak tahu hal tersebut, Nonaku," jawab Sir Rein van Alteryn pada Evelyn.

"Baiklah aku menyerah, saatnya untuk tidur." Ia mematikan layar monitornya dan melemparkan tubuh ke dalam keempukan kasur.

Keesokan harinya, pria itu berangkat bekerja.

Pria ini bekerja di sebuah studio game mini dari Indonesia yang baru dibentuk setahun lalu.

Dia bertanggung jawab atas kelancaran server dan keamanannya.

Jam dinding menunjukan pukul sepuluh. Pria tadi lanjut bekerja lembur.

Semua pegawai lain telah kembali hanya dia yang belum. Mau bagaimanapun selain dirinya, semua pegawai memiliki keluarga. Hanya dia saja yang belum.

Matanya mulai tidak kuat seolah sesuatu sedang mencapai batas. Kepalanya jatuh di atas meja.

"Apa... aku... mati?" Katanya terakhir kali.

Sebelum dunia di sekitarnya berubah gelap gulita.

Bersambung.

More Chapters