BAB 13: Hati yang Mulai Menerima
Dira perlahan membuka hati. Ia dan Arya mulai tidur di kamar yang sama. Meski masih canggung, mereka mulai bicara sebagai suami-istri.
BAB 14: Masalah dari Masa Lalu
Media mencium kabar soal pernikahan yang diatur demi bisnis. Dira disudutkan sebagai "wanita tak berdaya". Arya membela istrinya di depan publik untuk pertama kali.
BAB 15: Kamu Istriku, Bukan Sekadar Nama
Arya berkata di hadapan keluarga besar:
"Dira bukan sekadar istri atas kertas. Dia rumah yang membuatku ingin pulang."