Ficool

Chapter 2 - BAB 1 (unexpected)

Aurora sedang berjalan pulang dari sekolah ketika ia melihat ada cowok yang naik motor dengan kecepatan tinggi. Cowok itu hampir menabraknya!

"Heh, lo gak liat gw hah?!" Aurora marah.

Cowok itu berhenti dan memandang Aurora dengan mata yang tajam. "Oh. siapa suruh lo jalan ditengah? minggir!." katanya dengan nada yang tidak terlalu menyesal.

aurora merasa tidak puas dengan jawaban cowok itu. "Mata lo di tengah, jereng lo? jelas gw udah minggir lo aja bawa motor engga bisa !" aurora membentak.

Cowok itu tersenyum dan memandang aurora dengan mata yang menyerengit. " berisik lo, cewe gila" katanya dengan nada yang sedikit menyinggung.

Aurora merasa tidak nyaman dengan perilaku cowok itu. "Aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi," Aurora bilang dan berjalan pergi.

Cowok itu memandang Aurora dengan mata yang tajam dan tersenyum. "Aku akan menemukan kamu lagi," katanya dengan nada yang sedikit mengancam.

Aurora merasa tidak nyaman dan berjalan lebih cepat untuk meninggalkan cowok itu. Ia tidak tahu bahwa cowok itu adalah Atticus, adik dari seorang pengusaha muda yang sukses bernama Caspian.

Keesokan harinya, Aurora bertemu dengan Caspian di sebuah kafe. Caspian adalah cowok yang tampan dan berwibawa, dengan rambut hitam yang pendek dan mata biru yang tajam. Ia memandang Aurora dengan mata yang penasaran dan tersenyum.

"Halo, aku Caspian. Aku sudah melihat kamu beberapa kali sebelumnya, tapi aku belum pernah berbicara dengan kamu," katanya dengan nada yang ramah.

Aurora merasa tidak nyaman dengan perilaku Caspian, tapi ia juga merasa penasaran dengan cowok itu. "Halo, aku Aurora. Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan," Aurora bilang dengan nada yang sedikit defensif.

Caspian tersenyum dan memandang Aurora dengan mata yang penasaran. "Aku hanya ingin berbicara dengan kamu. Aku merasa bahwa kamu adalah orang yang sangat menarik," katanya dengan nada yang sedikit menggoda.

Aurora merasa tidak nyaman dengan perilaku Caspian, tapi ia juga merasa penasaran dengan cowok itu. Ia tidak tahu bahwa Caspian adalah saudara laki-laki dari Atticus, cowok yang bersemangat dan berambut panjang yang telah ia temui sebelumnya.

"Jadi, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Caspian, mengalihkan topik pembicaraan.

Aurora merasa sedikit lebih nyaman dengan pertanyaan Caspian. "Aku hanya ingin minum kopi dan mengerjakan tugas," Aurora bilang.

Caspian tersenyum. "Aku juga suka minum kopi. Mungkin kita bisa minum kopi bersama-sama suatu hari nanti?" katanya dengan nada yang sedikit menggoda.

Aurora merasa tidak nyaman dengan ajakan Caspian, tapi ia juga merasa penasaran dengan cowok itu. "Mungkin," Aurora bilang dengan nada yang sedikit ragu-ragu.

Caspian tersenyum dan memandang Aurora dengan mata yang penasaran. "Aku akan menunggu jawaban kamu," katanya dengan nada yang sedikit menggoda.

Aurora merasa tidak nyaman dengan perilaku Caspian, tapi ia juga merasa penasaran dengan cowok itu. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia yakin bahwa ia akan bertemu lagi dengan Caspian dan Atticus.

Dan begitulah, pertemuan yang tidak terduga antara Aurora dan dua cowok yang akan mengubah hidupnya selamanya.

More Chapters