Ficool

Chapter 884 - Kekuatan dari Trianggulung

Pertempuran di altar istana Urco Tastarius semakin kacau.

Meracles terus mengangkat bebatuan dari tanah, sementara Recluster bergerak di antara barisan prajurit dengan pedang berdurinya.

Namun, sebelum mereka sempat melanjutkan pertempuran—

WUUUUSH!

Tiba-tiba udara di sekitar altar berubah.

Puluhan...

Ratusan...

Bahkan ribuan gelembung air kosmik muncul di udara.

Para prajurit berhenti bergerak.

"Apa—?!"

Satu demi satu, gelembung tersebut menyelimuti mereka.

PLUP!

Setiap prajurit terjebak di dalam sebuah gelembung air yang melayang di udara.

Tidak ada yang mampu bergerak.

Meracles menghentikan serangannya.

Recluster juga menurunkan pedangnya.

Mereka berdua menatap ke arah seseorang yang berjalan dari lorong istana.

Seorang pria dengan tombak air kosmik di tangannya.

Xyros Sealactive.

Xyros berjalan dengan santai menuju altar.

Meracles langsung memasang wajah kesal.

"XYROS!"

Xyros berhenti.

"...Meracles."

Meracles berjalan menghampirinya.

"Apa yang kau lakukan di sini?!"

Xyros mengangkat alis.

"Menolong kalian?"

"Bukan itu!"

Meracles menunjuk ke arahnya.

"Kenapa kau belum kembali ke Andromeda?!"

Xyros terdiam.

Meracles semakin kesal.

"Ratu Andromeda bahkan sampai mengirimku hanya untuk mencarimu!"

"Oh."

"Jangan cuma bilang 'oh'!"

Xyros menghela napas.

"Aku sebenarnya berniat kembali."

"Lalu kenapa tidak?"

Xyros melirik ke arah istana.

Kemudian matanya bergerak menuju tempat Storm berada.

"Aku merasa cukup aman di sini."

Meracles mengerutkan kening.

"Aman?"

"Ya."

Xyros tersenyum tipis.

"Selain itu, ada seseorang di sini yang membuatku tertarik."

Meracles terdiam.

"Siapa?"

"Storm Realms."

Nama itu membuat suasana seketika menjadi lebih serius.

Xyros melanjutkan.

"Dia bukan hanya kuat."

"Dia juga membuatku waspada."

Meracles menyilangkan tangan.

"Jadi kau menunda kepulangan hanya karena seseorang menarik perhatianmu?"

"Lebih tepatnya berniat menantangnya."

"Xyros!"

Meracles kembali memarahinya.

"Kau benar-benar membuat Ratu Andromeda khawatir!"

Xyros hanya menghela napas.

"Aku tahu."

"Kalau tahu, kenapa masih di sini?!"

Sementara itu, Recluster yang sejak tadi diam akhirnya melangkah maju.

"Sudah."

Keduanya menoleh.

Recluster menggenggam pedangnya.

"Aku rasa kita membuang terlalu banyak waktu."

Ia memutar bahunya.

"Aku akan masuk ke istana."

Meracles mengangkat alis.

"Tunggu—"

Namun Recluster sudah bergerak.

BOOOOM!

Tubuhnya melesat maju seperti anak panah.

Pedangnya terangkat.

Udara bergetar akibat tekanan kekuatannya.

Dalam sekejap—

BRAAAAAK!

Sebuah benturan besar terjadi di depan altar.

Debu beterbangan.

Gelombang tekanan menyebar ke seluruh area.

Meracles segera menahan tubuhnya.

Xyros juga memicingkan mata.

Ketika debu perlahan menghilang—

Seseorang berdiri di tengah altar.

Tidak bergerak.

Tidak terluka.

Bahkan pakaiannya hampir tidak berubah.

Maxtis.

Salah satu jenderal terkuat Galactic Empire.

Maxtis berdiri dengan tenang sambil menatap Recluster.

Kemudian—

"Hahahaha!"

Ia tertawa puas.

"Bagus!"

Recluster menghentikan langkahnya.

Maxtis mengepalkan tangannya.

"Kekuatan dari Tringgulung ternyata lumayan juga!"

Recluster menatapnya dengan serius.

"Jadi kau jenderal kekaisaran?"

Maxtis menyeringai.

"Benar."

Suasana mendadak berubah tegang.

Meracles berdiri di samping Recluster.

Xyros menggenggam tombak air kosmiknya.

Maxtis berdiri sendirian di depan mereka.

Tiga orang dari luar wilayah Galactic Empire berhadapan dengan salah satu jenderal kekaisaran.

Maxtis perlahan mengulurkan tangan.

Ia hendak mengambil senjatanya.

Demonic Twin Sword.

Namun—

Tangannya berhenti.

Maxtis menatap sekeliling.

Altar istana telah dipenuhi kerusakan.

Para prajurit masih terjebak di dalam gelembung air kosmik.

Ia kemudian menghela napas.

"Ah..."

Ia menurunkan tangannya.

"Kalau kita terus bertarung di sini, istana ini yang akan hancur."

Recluster sedikit terkejut.

"Kau tidak akan bertarung?"

Maxtis tertawa kecil.

"Aku ingin."

"Tapi aku juga tahu tempat."

Ia berbalik.

"Kalau kalian benar-benar ingin berbicara dengan Kaisar Oreons, ikut aku."

Maxtis berjalan menuju aula istana.

Xyros memandang Meracles.

Meracles masih terlihat kesal.

Kemudian Xyros mengikuti Maxtis.

Saat ia melewati altar, ia mengangkat tangannya sedikit.

PLOP! PLOP! PLOP!

Seluruh gelembung air kosmik pecah.

Para prajurit yang sebelumnya terjebak kembali jatuh ke tanah dengan selamat.

Mereka segera bangkit dan kebingungan melihat keadaan di sekitar mereka.

Meracles dan Recluster saling pandang.

Recluster kemudian memasukkan pedangnya kembali.

"Dia kuat."

Meracles mengangguk.

"Ya."

Keduanya menatap punggung Maxtis yang semakin jauh.

Mereka jelas penasaran.

Seberapa kuat sebenarnya para jenderal Galactic Empire?

Namun mereka juga menyadari sesuatu.

Jika pertarungan tadi dilanjutkan di tempat ini—

Urco Tastarius mungkin akan mengalami kerusakan yang jauh lebih besar.

Meracles akhirnya berjalan mengikuti mereka.

"Recluster."

"Hm?"

"Jangan bertarung lagi."

Recluster tersenyum tipis.

"Aku juga tidak ingin."

Mereka pun memasuki aula istana.

More Chapters