Ficool

Chapter 871 - Perjalanan Menuju Urco Tastarius

Armada Kekaisaran mulai bergerak meninggalkan Konstelasi Draco. Di belakang mereka, Gamma Draconis perlahan semakin jauh. Sisa-sisa pertempuran masih terlihat sebagai serpihan asteroid dan jejak energi yang belum sepenuhnya menghilang. Armada Tartanos ikut bergerak dalam formasinya. Tidak jauh dari sana, Kapal Nexus terbang bersama Ginga Stars. Mereka semua memiliki tujuan yang sama. Urco Tastarius.

Suasana di dalam Ginga Stars jauh berbeda dari sebelumnya. Di ruang kendali... Proxi duduk di kursi pilot. Tangannya mengendalikan sistem utama Mecha Ginga Stars dengan stabil. Tidak ada percakapan. Tidak ada suara tawa. Hanya suara sistem mekanis yang terus bekerja.

Di salah satu kursi, Storm duduk diam. Tatapannya kosong mengarah ke depan. Sejak meninggalkan Draco... ia hampir tidak mengatakan apa pun. Napstylea duduk di sampingnya. Ia beberapa kali mencoba berbicara. "Storm..." Tidak ada jawaban. Napstylea kembali mencoba. "Kita sebentar lagi sampai di Urco Tastarius." Storm hanya mengangguk kecil.

Napstylea menatapnya. Ia tahu Storm masih memikirkan Arabels. Kepergian Arabels bukan sesuatu yang bisa dilupakan begitu saja. Terlebih lagi... Storm merasa dirinya bertanggung jawab. Jika dirinya tidak kehilangan kendali. Jika dirinya lebih cepat. Jika dirinya mampu melindungi Arabels... mungkin semuanya akan berbeda.

Storm mengepalkan tangannya. "Aku gagal..." Napstylea terdiam. Storm menundukkan kepalanya. "Aku bilang akan melindunginya. Namun pada akhirnya... Arabels tetap pergi."

Napstylea tidak langsung menjawab. Ia hanya duduk di samping Storm. Beberapa saat kemudian, Storm menghela napas panjang. "Tapi aku tidak bisa terus seperti ini." Napstylea menatapnya. Storm perlahan mengangkat wajahnya. "Kalau aku terus tenggelam dalam kesedihan... Arabels juga pasti akan sedih."

Napstylea terdiam. Storm menatap ruang angkasa di hadapannya. "Aku akan mengingatnya. Aku tidak akan menghapus semua kenangan tentangnya." Suaranya terdengar lebih tegas. "Aku harus melanjutkan perjalanan."

Storm kemudian menoleh kepada Napstylea. "Aku juga harus menerima kenyataan." Napstylea hanya menatapnya. Storm sadar bahwa dirinya tidak bisa terus hidup di masa lalu. Alam semesta masih menghadapi ancaman. Dan kemungkinan besar... musuh berikutnya akan jauh lebih kuat daripada para naga Draco.

Storm menarik napas perlahan. "Mulai sekarang... aku akan berusaha untuk tidak terus melihat ke belakang."

Napstylea tersenyum tipis. "Kau tidak harus melupakan Arabels." Storm terdiam. Napstylea melanjutkan. "Kenangan tentang seseorang tidak harus hilang hanya karena kita melanjutkan hidup."

Storm menatapnya. Tatapan kosong di matanya sedikit berubah. Ia belum sepenuhnya pulih. Tetapi setidaknya... ia mulai menerima kenyataan. Storm kemudian menatap ke depan. "Kalau begitu... Aku akan terus berjalan."

More Chapters