Ficool

Chapter 865 - Libra, Sang Penyeimbang

Storm masih melayang di tengah Gamma Draconis. Api putih kebiruan dari God Slayer Form belum padam. Setelah mengalahkan Dargon, Storm kembali mengangkat tangannya. Energi api kosmik mulai berkumpul. Semakin besar. Semakin padat. Seluruh ruang di sekitar Storm kembali bergetar.

Napstylea langsung menyadari sesuatu. "Storm... Hentikan!"

Storm tidak menjawab. Tatapannya tertuju pada sisa-sisa ras naga yang masih berada di konstelasi Draco. Ia mengangkat kedua tangannya lebih tinggi. Energi putih kebiruan membentuk pusaran raksasa di hadapannya. Bentuknya menyerupai sebuah ledakan kosmik yang terus membesar. Kekuatan tersebut bahkan membuat armada Kekaisaran, Tartanos, dan Nexus kembali memperkuat perisai mereka.

Arabels yang masih berada dalam kondisi lemah hanya bisa menatap dari kejauhan. Storm bersiap melepaskan serangan terakhir. Namun tiba-tiba—

*BOOOOOOM! *

Energi emas muncul dari kejauhan. Sebuah kekuatan besar langsung menekan serangan Storm. Storm sedikit terdorong ke belakang. Ia menatap ke arah sumber energi tersebut.

Sosok seorang gadis muda melayang dengan tenang di ruang angkasa. Di tangannya terdapat sebuah timbangan emas. Kedua matanya tertutup kain hitam. Auranya terasa tenang, tetapi memiliki tekanan yang sangat berbeda dari para petarung lainnya. Ia adalah— Libra. Salah satu dari 12 Sacred Zodiac.

Libra mengangkat timbangan di tangannya. Energi emas langsung menyebar ke seluruh medan perang. Serangan Storm yang sebelumnya hampir dilepaskan kini tertahan. Napstylea terkejut. Tyrannons juga menatapnya dengan serius. "Jadi Zodiac akhirnya turun tangan."

Libra tetap melayang dengan tenang. "Storm Realms." Suaranya terdengar lembut, tetapi tegas. "Pertarungan ini sudah berakhir."

Storm tidak menjawab. Api putih kebiruan masih membara di tubuhnya. Ia mencoba kembali mengerahkan kekuatannya. Namun... Tubuhnya tiba-tiba bergetar. Napasnya mulai berat. Energi God Slayer Form tidak lagi stabil.

Libra menyadarinya. "Seperti dugaanku. Sejak awal tubuhmu sudah berada dalam kondisi yang sangat buruk."

Storm masih memaksa dirinya. Libra kemudian mengangkat timbangan emasnya.

*BOOOOM! *

Energi emas menekan sebagian aura Storm. Bukan untuk mengalahkannya. Melainkan untuk menghentikan kekuatannya agar tidak semakin meluas.

Libra sendiri mengetahui bahwa dirinya tidak benar-benar mampu menandingi Storm dalam kondisi puncaknya. Namun Storm tidak berada dalam kondisi puncak. Ia sudah bertarung panjang. Tubuhnya sebelumnya mengalami kerusakan berat. Ia menggunakan Ice Emperor. Kemudian True Cataclysm Form. Setelah itu ia kembali menggunakan God Slayer Form. Dan semuanya dilakukan ketika tubuhnya sudah berada di ambang batas.

Libra menatap Storm melalui kain hitam yang menutupi kedua matanya. "Aku tidak datang untuk mengalahkanmu. Aku datang untuk menghentikanmu sebelum kekuatanmu sendiri menghancurkan lebih banyak hal."

Storm masih menggenggam kedua tombaknya. Api putih kebiruan terus bergetar. Namun tubuhnya mulai kehilangan tenaga. Libra perlahan menurunkan timbangannya. "Jika kau terus memaksakan kekuatan itu... kau sendiri yang akan jatuh."

Storm terdiam. God Slayer Form mulai tidak stabil. Cahaya putih kebiruan di tubuhnya perlahan meredup. Libra tetap berada di hadapannya. Hanya menahan kekuatan Storm dengan energi emasnya. Libra tahu... Yang sedang dia hadapi bukanlah Storm dalam kondisi terbaiknya. Melainkan seorang pejuang yang telah memaksa tubuhnya melewati batas hanya demi melindungi orang-orang yang berada di belakangnya.

More Chapters