Ficool

Chapter 858 - Hujan Tombak Api

Storm dan Dargon kembali saling berhadapan di tengah Gamma Draconis. Api kosmik masih membakar ruang di sekitar tubuh Xyrares Vonalys. Storm menggenggam Two Spears of Fire.

Tiba-tiba... Ia melemparkan kedua tombak tersebut ke atas.

*FWOOSH! *

Kedua tombak melesat tinggi ke angkasa. Dargon mengangkat kepalanya. "Apa yang dia lakukan?"

Jawabannya muncul beberapa detik kemudian. Cahaya merah memenuhi langit. Satu tombak berubah menjadi puluhan. Puluhan berubah menjadi ribuan. Ribuan berubah menjadi jutaan. Dalam sekejap... Jutaan tombak api kosmik memenuhi ruang angkasa Gamma Draconis. Jumlahnya begitu banyak hingga terlihat seperti lautan cahaya merah di atas Dargon.

Dargon menyipitkan matanya. "Serangan area..." Ia segera membentangkan kedua sayapnya.

*BOOOOM! *

Energi emas meledak dari tubuhnya. Sebuah perisai raksasa terbentuk di sekeliling tubuh naga tersebut. Lapisan energi emas semakin tebal. Dargon menatap jutaan tombak di atasnya. "Kalau begitu... Seranglah."

Storm mengangkat satu tangannya. Tatapannya berubah tajam. "Jatuh."

Tangannya diturunkan.

*FWOOSH! *

Jutaan tombak api langsung bergerak. Mereka turun dari segala arah seperti hujan meteor.

*BOOOOOOOOM! *

Tombak pertama menghantam perisai Dargon. Kemudian tombak kedua. Ketiga. Keempat. Dalam sekejap... Tidak ada lagi jeda.

*BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! *

Jutaan tombak terus menghantam perisai raksasa tersebut. Cahaya merah memenuhi Gamma Draconis. Ledakan demi ledakan mengguncang ruang angkasa. Gelombang energi membuat asteroid-asteroid di sekitar terlempar semakin jauh.

Armada Kekaisaran segera memperkuat perisai mereka. "Perisai maksimum!" Armada Tartanos melakukan hal yang sama. Di kapal Nexus, Proxi terus membaca perubahan energi. "Serangan Tuan Storm terus berlanjut." Aryes menatap layar. "Berapa lama?" "Belum dapat dipastikan."

Di kejauhan, Dargon masih bertahan di balik perisainya. Jutaan tombak terus menghujaninya. Namun Storm tidak berhenti. Ia terus mengendalikan seluruh tombak dengan pikirannya. Api kosmik memenuhi pandangannya. "Belum selesai." Storm menggerakkan tangannya. Tombak-tombak yang sebelumnya meleset berputar di ruang angkasa. Kemudian kembali mengarah kepada Dargon.

*BOOOOOOM! *

Hujan tombak kembali menghantam perisai. Dargon menggeram. Perisainya mulai menunjukkan retakan kecil.

Storm melihatnya. Tatapannya semakin tajam. "Ketemu."

Dargon menyadari hal yang sama. Perisai raksasanya mulai tidak mampu menahan tekanan jutaan tombak api. Namun sang Raja Naga tetap bertahan. "Jangan mengira... perisai ini adalah batas kekuatanku!" Aura emas kembali meledak.

Bersambung.

More Chapters