Ficool

Chapter 839 - Tiga Naga Melawan Ice Emperor

Storm langsung melesat.

*FWOOSH! *

Tubuhnya berubah menjadi garis cahaya biru yang menembus ruang angkasa. Targetnya hanya satu. Dargon. Storm sadar bahwa Dargon adalah ancaman terbesar di antara mereka bertiga. Jika dia berhasil menjatuhkan sang Raja Naga terlebih dahulu, pertarungan akan menjadi jauh lebih mudah. Pedang es di tangannya terangkat.

Sebelum Storm mencapai Dargon—

*ROARRR! *

Dua bayangan raksasa muncul dari sisi kanan dan kiri. Zyron dan Nyxdess telah berubah ke dalam wujud naga raksasa mereka. Keduanya langsung menghadang Storm.

Storm memutar tubuhnya dan mencoba menerobos. Namun Zyron mengayunkan tubuh besarnya.

*BOOM! *

Storm terdorong ke samping. Nyxdess langsung menyusul dari arah lain. Storm menebaskan pedang esnya.

*SLASH! *

Gelombang es melesat dan membekukan ruang di hadapannya. Namun Nyxdess menerobosnya tanpa kesulitan.

Storm langsung mundur. "Begitu rupanya..."

Zyron membuka rahangnya dan melesat mendekat. Nyxdess juga bergerak dari sisi lain. Keduanya seolah ingin menangkap Storm di antara tubuh mereka.

Storm mengangkat kedua tangannya. Aura Ice Emperor meledak.

*FROOOOM! *

Gelombang es menyebar ke seluruh area. Kristal-kristal es muncul dalam jumlah besar. Storm mencoba membekukan kedua naga itu sebelum mereka mendekat. Namun... Tidak terjadi apa-apa. Zyron tetap bergerak. Nyxdess juga tidak melambat. Es yang menyelimuti tubuh mereka langsung hancur.

Storm terkejut. "Apa...?"

Zyron terus mendekat. "Kekuatan dinginmu tidak cukup."

Nyxdess bergerak dari sisi lain. "Kau tidak bisa menghentikan kami hanya dengan membekukan tubuh kami."

Storm menggertakkan giginya. Kedua naga raksasa itu semakin dekat. Mereka bahkan tidak terlihat terpengaruh oleh hawa dingin ekstrem yang memenuhi Konstelasi Draco.

Storm mencoba kembali melesat. Namun Zyron langsung mengejarnya. Nyxdess juga menutup jalur lainnya.

Storm akhirnya menyadari bahwa kekuatan Ice Emperor yang mampu membekukan sebagian besar medan perang... Tidak mampu menghentikan kedua naga tersebut.

Dargon masih berdiri jauh di belakang. Ia hanya mengamati. "Jadi... Seberapa lama kau mampu bertahan?"

Storm menggenggam pedang esnya semakin erat. Meskipun serangannya tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan... Tatapannya tetap tajam. "Aku belum selesai." Aura biru kembali menyelimuti tubuhnya. Storm bersiap mencari cara lain untuk menembus pertahanan ketiga naga tersebut.

More Chapters