Ficool

Chapter 833 - Kekhawatiran di Dalam Ginga Stars

Di dalam Ginga Stars... Situasi tidak kalah menegangkan. Suara peringatan terus terdengar dari berbagai sistem Mecha. [PERINGATAN! Banyak objek bergerak mendekati Ginga Stars.]

Proxi berdiri di ruang kendali utama. Matanya bergerak cepat membaca seluruh data yang muncul di hadapannya. "Jumlah naga di sisi kanan meningkat. Perisai aktif." Ginga Stars mengangkat salah satu lengannya.

*BOOM! *

Gelombang energi menghantam beberapa naga yang mencoba mendekat. Proxi kemudian menggerakkan Mecha tersebut untuk menghindari serangan berikutnya. Namun... Dua orang di belakangnya sama sekali tidak fokus.

Arabels berdiri di dekat posisi Navigator. Tatapannya terus mengarah ke luar. Begitu pula Napstylea. Keduanya memperhatikan satu titik di kejauhan. Storm.

"Proxi..." suara Arabels terdengar cemas. "Skycrimson-nya semakin rusak."

Proxi tidak menoleh. "Saya tahu." Ia tetap mengendalikan Ginga Stars. "Namun kita sedang dikelilingi naga. Kalian berdua harus fokus."

Napstylea masih memperhatikan Storm. "Aku percaya padanya." Nada suaranya tetap tenang. "Storm tidak akan kalah semudah itu."

Arabels menggenggam tangannya. "Aku juga percaya padanya... Tapi lihat itu." Tatapannya tertuju pada ratusan Blades Crimson yang masih bergerak liar di sekitar Storm. Beberapa bilah melesat jauh dari posisi Storm. Kemudian kembali berputar di ruang angkasa. Wajah Arabels semakin cemas. "Kalau bilah-bilah itu bergerak menuju medan perang... Semua orang di sana bisa berada dalam bahaya."

Napstylea terdiam. Ia memahami kekhawatiran Arabels. Blades Crimson bukan sekadar senjata biasa. Dalam jumlah sebanyak itu... Satu gerakan yang salah saja dapat mengubah keadaan medan perang.

Proxi akhirnya melirik data di sampingnya. "Aku sudah menghitung lintasannya. Untuk saat ini, sebagian besar masih berada di sekitar Storm. Namun jika kendalinya semakin tidak stabil..." Proxi berhenti sejenak. "...risikonya akan meningkat."

Arabels menatap Storm kembali. "Storm... Jangan sampai kehilangan kendali."

Ginga Stars kembali berguncang.

*BOOM! *

Seekor naga menghantam bagian luar Mecha. Proxi segera menggerakkan tangan Ginga Stars dan mendorong naga tersebut menjauh. "Fokus," ucap Proxi sekali lagi. "Kita masih berada di medan perang."

Napstylea akhirnya mengangguk. "Baik." Namun matanya masih sempat kembali mengarah kepada Storm. Ia tetap percaya. Storm telah menghadapi banyak lawan sebelumnya. Dan meskipun saat ini berada dalam keadaan terdesak... Napstylea yakin Storm masih menyimpan sesuatu yang belum ia keluarkan.

Sementara itu... Arabels hanya bisa berharap. Semoga Storm mampu mendapatkan kembali kendali atas kekuatannya sebelum Blades Crimson yang tak terkendali berubah menjadi ancaman bagi seluruh medan perang Draco.

More Chapters