Di sisi lain Konstelasi Draco... Pertarungan antara Maxtis dan Dargon telah berpindah jauh dari medan perang utama. Ruang hampa dipenuhi kilatan cahaya emas dan merah.
*BOOM!! *
Ledakan demi ledakan mengguncang asteroid dan planet-planet tandus di sekitarnya. Maxtis melesat dengan kecepatan luar biasa. Jubahnya berkibar, sementara kedua pedang kembarnya, Demonic Twin Swords, terus berayun tanpa henti.
"Hahaha...!" Tawanya menggema di ruang angkasa. Suara itu bahkan terdengar seperti dentuman kosmik yang membuat ruang di sekitarnya bergetar. "Bagus! Sudah lama aku tidak bertemu lawan yang mampu bertahan selama ini!"
Setiap tebasan Maxtis memaksa Dargon mundur. Raja naga itu terus mengangkat Eternal Golden Dragon Sword untuk menangkis.
*CLANG! *
Percikan energi emas memenuhi kehampaan. Belum sempat Dargon membalas... Maxtis kembali muncul dari sisi lain.
*CLANG!! *
Serangan berikutnya datang lebih cepat. Lalu yang berikutnya. Dan berikutnya lagi. Dargon bahkan hampir tidak memiliki kesempatan untuk menyerang. Ia hanya mampu bertahan dari rentetan tebasan yang datang tanpa henti.
Meski begitu... Tatapan Dargon tetap tenang. Di balik setiap benturan pedang, ia mulai memahami kenyataan yang tidak bisa diabaikan. "Inikah... Salah satu dari Tiga Belas Jenderal Utama Kekaisaran... Kekuatannya benar-benar berada di luar perkiraanku." Ia menggertakkan giginya. Sebagai Raja Naga yang menguasai Konstelasi Draco... Dargon tidak pernah membayangkan akan berada dalam posisi terdesak seperti ini. Bahkan... Ia harus mengakui sesuatu. "...Aku bukan tandingannya." Kalimat itu hanya bergema dalam benaknya.
Tak jauh darinya, Maxtis kembali tertawa. "Hahaha! Ayolah, Raja Naga! Jangan hanya bertahan! Aku ingin pertarungan yang lebih menarik!"
Dargon menggenggam pedangnya semakin erat. "Jenderal Maxtis... Aku mengakui kekuatanmu. Bahkan seorang Raja Naga sepertiku tidak mampu menandingimu. Tapi..." Tatapannya berubah tajam. "Itu bukan alasan untuk menyerah."
Dalam sekejap... Aura emas Dargon meledak memenuhi ruang angkasa. Sayap naganya terbentang lebar. Energi naga memenuhi pedangnya. "Aku adalah Raja Draco. Selama masih mampu berdiri... Aku akan terus bertarung." Dargon melesat maju. Pedangnya menebas dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Namun... Maxtis hanya menyeringai. "Itu dia! Akhirnya kau mulai serius!" Kedua pedang kembarnya berputar di tangannya.
*DRAAANG!! *
Benturan berikutnya menghasilkan gelombang kejut yang menghancurkan gugusan asteroid di sekitar mereka. Walaupun serangan Dargon semakin kuat... Maxtis tetap berada di atas angin. Jenderal yang dikenal sebagai pecinta pertarungan itu bahkan tampak semakin menikmati setiap benturan. Baginya... Semakin kuat lawannya... Semakin besar kesenangan yang ia rasakan dalam bertarung.
Sementara Dargon... Meski mengetahui peluang kemenangannya sangat kecil... Ia tetap mengangkat pedangnya sekali lagi. Sebagai Raja Naga... Ia memilih gugur di medan perang daripada menyerah di hadapan musuh.
