Ficool

Chapter 754 - Duel yang Belum Usai

Di Konstelasi Draco. Ruang angkasa yang sunyi berubah menjadi medan pertempuran. Kilatan merah dari armor Skycrimson milik Storm terus beradu dengan cahaya ungu yang menyelimuti tubuh Zyron. Dentuman demi dentuman mengguncang ruang hampa. Setiap benturan senjata memancarkan gelombang energi yang menyapu asteroid-asteroid di sekitar mereka hingga hancur menjadi debu kosmik.

Di kejauhan... Ginga Stars melayang dalam posisi siaga. Di balik kaca kokpit, Arabels berdiri dengan kedua tangannya menggenggam erat panel pengamatan. Tatapannya tidak pernah lepas dari Storm. "Storm..." gumamnya pelan.

Ia dapat melihat dengan jelas bahwa Storm mulai terdesak. Meski Skycrimson memiliki kemampuan luar biasa, Zyron tetaplah seorang pejuang dari ras naga Draco. Setiap ayunan pedangnya begitu berat. Setiap serangannya memaksa Storm bertahan dengan seluruh kemampuannya.

Arabels menggigit bibirnya. "Aku tidak bisa hanya diam..." Tanpa berpikir panjang, ia segera mengaktifkan sistem persenjataan Ginga Stars. Meriam energi raksasa mulai mengumpulkan cahaya. Target penguncian perlahan mengarah kepada Zyron.

Namun... Sebuah tangan logam menahan panel kendali. "Itu tidak disarankan." Suara datar Proxi terdengar.

Arabels menoleh. "Apa maksudmu?"

Proxi tetap menatap layar analisis. "Jangan ikut campur. Pertarungan itu adalah duel antara Tuan Storm dan Zyron."

Arabels menggeleng. "Tapi Storm mulai kesulitan! Aku tidak bisa hanya melihatnya bertarung sendirian!"

Proxi akhirnya mengalihkan pandangannya. Lampu di matanya berkedip pelan. "Analisis menunjukkan... Probabilitas keberhasilan serangan Ginga Stars saat ini sangat rendah."

Arabels terdiam.

Proxi melanjutkan. "Zyron masih menggunakan wujud manusianya. Itu berarti... Dia belum mengeluarkan kekuatan sebenarnya."

Arabels perlahan membelalakkan mata. "Wujud... naga?"

Proxi mengangguk. "Benar. Jika Zyron berubah menjadi bentuk naga sepenuhnya... Situasi akan jauh lebih berbahaya." Robot itu kembali memperlihatkan data holografik. "Tingkat energi biologisnya akan meningkat berkali-kali lipat. Pertahanan tubuhnya juga akan jauh lebih kuat. Pada kondisi itu... Ginga Stars belum tentu mampu menghadapinya."

Ucapan Proxi membuat Arabels menelan ludah. Ia kembali melihat ke arah luar.

---

Storm kembali menangkis tebasan Zyron. Percikan energi memenuhi angkasa. Zyron melompat mundur sambil tersenyum lebar. "Tidak banyak manusia yang mampu bertahan selama ini melawanku."

Storm mengatur napasnya. "Kau juga lebih kuat dari dugaanku."

Zyron tertawa kecil. "Itu karena... Aku masih bersikap sopan." Tatapannya berubah tajam. "Jangan memaksaku menggunakan wujud asliku."

Storm menyipitkan mata. Ia dapat merasakan bahwa Zyron tidak sedang menggertak. Aura naga yang selama ini ditekan perlahan mulai terasa memenuhi ruang angkasa.

---

Di dalam kokpit, Arabels mengepalkan tangannya. Ia ingin membantu. Tetapi setelah mendengar penjelasan Proxi, ia menyadari bahwa satu tembakan yang gegabah justru bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk. Ia hanya bisa berbisik pelan. "Storm... Kamu harus bertahan."

More Chapters