Ficool

Chapter 748 - Jarak yang Terlalu Jauh

Di konstelasi Draco. Keheningan ruang angkasa terusik oleh kilatan-kilatan cahaya yang saling bertabrakan.

*BOOOM! *

Ledakan energi berwarna merah dan ungu menyebar ke segala arah. Di tengah kehampaan kosmik. Storm dan Zyron masih bertarung sengit. Armor Skycrimson milik Storm memancarkan cahaya merah menyala saat menahan tebasan pedang milik Zyron. Sementara Zyron dalam wujud manusianya bergerak cepat seperti bayangan naga yang tak bisa diprediksi.

Pedang aneh yang gagangnya menyerupai kapak itu kembali berayun. Storm mengangkat kedua lengannya untuk menahan serangan. Benturan mereka menciptakan gelombang kejut yang membuat asteroid-asteroid di sekitar pecah menjadi debu kosmik.

Tidak ada satu pun dari mereka yang mundur. Mereka terus saling menyerang. Seolah sedang menguji batas kekuatan masing-masing.

Tak jauh dari sana. Ginga Stars berdiri diam di ruang hampa. Mecha raksasa itu seperti benteng kosmik yang mengawasi pertarungan. Di balik kaca pengamatannya. Arabels berdiri dengan kedua tangan menggenggam erat. Tatapannya tidak pernah lepas dari sosok Storm. Setiap kali cahaya ledakan muncul. Jantungnya ikut berdebar. Meski ia tahu Storm kuat. Tetapi lawannya kali ini bukan lawan biasa. Zyron adalah ras naga dari Draco. Dan bahkan sebelum bertarung saja, tekanan yang dimiliki pria itu sudah cukup membuat armada biasa memilih mundur.

"Storm..." gumam Arabels pelan.

Di luar sana. Storm kembali menghindari tebasan Zyron yang nyaris mengenainya. Melihat itu. Arabels menghela napas lega.

---

Sementara di ruang pilot. Proxi R-10 sibuk mengoperasikan berbagai layar hologram. Puluhan data bergerak cepat di hadapannya. Robot itu sesekali melirik ke arah Arabels. Lalu kembali melihat data. Kemudian melirik lagi. Lalu kembali melihat data. Akhirnya. Proxi menggelengkan kepalanya.

"Analisis selesai. Kesimpulan: Arabels sudah melihat Storm selama tiga jam dua puluh empat menit tanpa mengalihkan perhatian secara signifikan."

Arabels langsung menoleh. "P-Proxi!"

Robot itu tetap tenang. "Data tidak berbohong."

Wajah Arabels sedikit memerah. Sebelum sempat membalas. Proxi sudah kembali fokus pada pekerjaannya.

---

Sebuah layar komunikasi muncul di hadapannya. Ia kembali mencoba menghubungi Ursa Major. Sinyal energi dikirim. Lalu menghilang. Proxi mencoba lagi. Dan lagi. Tapi hasilnya tetap sama. Koneksi gagal.

Robot itu mengerutkan alis mekanisnya. "Jarak terlalu jauh. Interferensi energi Draco juga terlalu besar." Ia mencoba memperkuat sinyal. Tetap gagal. Mencoba menggunakan jalur komunikasi cadangan. Tetap gagal. Bahkan sistem antena Ginga Stars yang diperkuat energi Antares masih belum mampu menjangkau Ursa Major secara stabil.

Proxi akhirnya menghela napas pendek. Meski sebagai robot. Gerakan itu sudah menjadi kebiasaannya. "Kesimpulan. Komunikasi dengan Tuan Aryes saat ini tidak memungkinkan."

Arabels menoleh. "Kita benar-benar tidak bisa menghubungi mereka?"

Proxi mengangguk. "Persentase keberhasilan kurang dari satu persen. Lebih mudah menunggu mereka datang sendiri."

Arabels hanya bisa pasrah mendengarnya.

---

Sementara itu. Di luar sana. Ledakan baru kembali muncul. Storm dan Zyron masih bertarung tanpa tanda-tanda akan berhenti.

Proxi mematikan layar komunikasinya. Jika komunikasi tidak bisa dilakukan. Maka ada hal lain yang lebih penting. Ia membuka panel sistem utama Ginga Stars. Segera puluhan laporan kerusakan muncul. Meski sebagian besar hanya kerusakan ringan. Namun tetap harus diperbaiki. Terutama setelah penyerapan energi Antares yang memaksa banyak sistem bekerja di luar batas normal.

"Memulai perbaikan internal," kata Proxi. Lengan-lengan mekanis muncul dari dinding ruang kontrol. Mereka mulai memperbaiki kabel energi. Mengganti modul yang rusak. Dan menstabilkan inti reaktor.

Arabels kembali menatap ke luar. Sementara Proxi fokus bekerja. Di kejauhan. Pertarungan Storm dan Zyron masih berlangsung. Cahaya merah Skycrimson dan api ungu milik naga Zyron terus beradu.

More Chapters