Di dekat orbit Antares. Pertarungan masih berlangsung tanpa henti.
*BOOOOOM!! *
Capit raksasa Cancer menghantam ruang kosong. Gelombang kejutnya menyapu ribuan kilometer.
*WHOOSH!! *
Storm bergerak menghindar tepat sebelum serangan itu mengenainya. Ia bahkan belum sempat bernapas lega. *EKOR SCORPIOS MENYAPU! *
*KRAAAAAASH!! *
Armor Ashura langsung mengangkat empat dari enam tangannya untuk menahan benturan. Dua tangan lainnya menjaga keseimbangan tubuhnya. Tubuh Storm terpental jauh. Membelah lautan debu kosmik.
"Berat sekali..." gumamnya. Meski masih berdiri. Tubuhnya mulai terasa lelah. Bertahan melawan satu Zodiac saja sudah bukan hal mudah. Apalagi dua sekaligus. Setiap serangan yang datang seolah memang dirancang untuk menghancurkannya.
Enam tangan Armor Ashura bergerak tanpa henti. Menangkis. Menahan. Mengalihkan. Menghindar. Storm mulai merasakan panas dari sistem armornya sendiri. Ia tetap memilih bertahan. Karena ia tahu. Waktu yang dibutuhkannya hampir habis.
---
Di sisi lain. Scorpios mulai kehilangan kesabarannya. "Keras kepala sekali manusia ini!" geramnya.
Cancer mengangguk. "Normalnya dia sudah hancur sejak tadi." Meski meremehkan Storm. Mereka mulai mengakui ketangguhannya. Manusia biasa tidak mungkin mampu bertahan selama ini.
Sementara itu. Pisces masih melayang sedikit lebih jauh. Ia tidak ikut menyerang. Tatapannya terus mengamati medan pertempuran.
Tiba-tiba. Mata Pisces sedikit membesar. "Hmm?" Ia menoleh ke arah langit kosmik di atas mereka. Sesuatu sedang mendekat. Sesuatu yang sangat besar. Sangat terang. Dan memancarkan energi yang luar biasa.
Pisces perlahan mengangkat tangannya. "Lihat ke atas," ucapnya.
Cancer mengernyit. Scorpios menoleh. Storm juga mengikuti arah pandang Pisces.
Dan sesaat kemudian — ia menyeringai. Ia tahu persis apa itu.
---
Di kejauhan. Sebuah cahaya merah keemasan sedang mendekat. Awalnya terlihat seperti bintang kecil. Namun semakin dekat. Semakin jelas bentuknya. Tubuh logam raksasa. Aura kosmik yang berputar di sekelilingnya. Dan ukuran yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ginga Stars.
Kini kembali. Dan bukan hanya kembali. Ia telah berubah. Energi Antares menyelimuti seluruh tubuh mecha itu. Cahaya merah keemasan memancar dari setiap bagian armor. Seolah sebuah matahari kedua sedang bergerak di angkasa.
Storm tertawa kecil. "Kama sekali," gumamnya.
---
Di dalam kokpit —
Arabels langsung berdiri dari kursinya. "Storm!"
Proxi mengangguk. "Target terdeteksi. Energi inti stabil. Cadangan energi melebihi perkiraan awal." Proxi sendiri masih sulit mempercayai data yang muncul. Energi yang mereka miliki sekarang jauh melampaui kapasitas normal Ginga Stars.
---
Di sisi lain —
Cancer mulai memasang ekspresi serius. "Apa itu..."
Pisces dapat merasakan sesuatu yang berbeda. Energi itu bukan sekadar besar. Energi itu terasa seperti bagian dari Antares sendiri.
Reaksi paling besar datang dari Scorpios. Tubuh Zodiac itu bergetar. Matanya menatap ke arah Antares. Lalu ke arah Ginga Stars. Kemudian kembali ke Antares. Amarahnya benar-benar meledak.
"MANUSIAAA!!" raungnya. Suara Scorpios mengguncang ruang angkasa. "APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ANTARES?!"
Di belakang mereka. Bintang merah raksasa itu masih bersinar. Masih hidup. Masih menjadi pusat Konstelasi Scorpio. Namun sinarnya tidak lagi sekuat sebelumnya. Cahayanya sedikit meredup. Seolah sebagian kekuatannya telah diambil.
Memang tidak sampai menghancurkan Antares. Tidak sampai memadamkannya. Antares adalah wilayahnya. Rumahnya. Dan simbol konstelasinya. Melihat seseorang mengambil energi dari bintang itu terasa seperti penghinaan besar.
Aura Scorpios langsung meningkat. Ruang di sekitarnya mulai retak. Cancer menoleh ke arahnya. Pisces terlihat khawatir. Mereka tahu satu hal. Scorpios bukan hanya marah. Ia benar-benar murka.
Sementara itu. Storm hanya berdiri di depan mereka. Armor Ashura perlahan menghilang. Sekarang... Ia tidak perlu lagi bertahan sendirian.
Di belakangnya. Ginga Stars yang telah menyerap energi Antares perlahan berhenti. Cahaya merah keemasan menyelimuti seluruh tubuh mecha raksasa itu.
