Ficool

Chapter 713 - Konstelasi Suci Pegasus

Konstelasi Pegasus. Salah satu wilayah paling dihormati di galaksi. Tempat para penjaga perdamaian berkumpul. Tempat berdirinya kuil-kuil kuno yang telah bertahan selama ribuan tahun. Dan tempat yang dianggap suci oleh banyak peradaban.

Hari itu. Suasana di seluruh konstelasi jauh lebih ramai dari biasanya. Ribuan kapal sipil memenuhi orbit planet utama. Makhluk dari berbagai ras datang dari penjuru galaksi. Bahkan beberapa pengunjung berasal dari wilayah yang sangat jauh.

Alasannya sederhana. Athena telah kembali.

Sang dewi yang dihormati banyak makhluk galaksi. Simbol kedamaian. Simbol harapan. Dan sosok yang dianggap membawa cahaya di tengah konflik yang tak pernah berakhir.

Di salah satu plaza raksasa yang mengarah ke kompleks kuil utama. Sorak-sorai terdengar dari segala arah.

"Itu Athena!" "Athena sudah kembali!" "Puji sang dewi!"

Banyak orang melambaikan tangan. Ada yang berlutut. Ada pula yang hanya memandang dengan penuh kekaguman.

Namun sosok yang menjadi pusat perhatian justru tampak malu. Athena menyembunyikan sebagian wajahnya. Dan penyebabnya — adalah Pegasus.

Saat ini sang ksatria suci sedang menggendong Athena dengan santai. Seolah itu hal yang paling normal di dunia.

"Aku sudah bilang aku bisa berjalan sendiri," kata Athena pelan.

Pegasus hanya tersenyum tipis. "Kalau aku bergerak dengan kecepatan cahaya, kau bisa terjatuh."

"Aku tidak akan jatuh."

"Kau bilang begitu setiap kali."

Athena langsung terdiam. Karena memang benar.

Pegasus dikenal sebagai salah satu makhluk tercepat di galaksi. Kemampuannya berpindah ruang membuat perjalanan antarkonstelasi terasa seperti melangkah dari satu ruangan ke ruangan lain. Bahkan banyak pemburu hadiah dan bajak laut pernah mencoba mengejarnya. Dan semuanya gagal. Tidak ada yang mampu mengejar Pegasus.

---

Saat mereka melintasi jalan menuju kuil utama. Lebih banyak orang mulai berkumpul. Athena akhirnya mengangkat wajahnya sedikit. Melihat begitu banyak orang yang tersenyum kepadanya. Mata wanita itu perlahan berbinar. Rasa malunya menghilang. Digantikan kegembiraan. Ia melambaikan tangan ke arah kerumunan. Dan seketika sorakan semakin keras.

Pegasus hanya menggeleng kecil melihat perubahan suasana hati Athena yang begitu cepat. "Tadi kau malu," katanya.

Athena langsung tersenyum. "Sekarang tidak."

"Itu cukup cepat."

"Karena mereka semua terlihat bahagia."

Pegasus tidak membalas. Tapi ia mengerti maksudnya. Athena memang selalu seperti itu. Ia senang melihat orang lain tersenyum. Dan karena itulah banyak orang menghormatinya.

---

Tak lama kemudian. Mereka tiba di area yang lebih tenang. Jauh dari kerumunan utama. Pegasus akhirnya menurunkan Athena. Sang dewi langsung merapikan pakaiannya. Lalu berjalan menuju taman kuil.

Sementara Pegasus berhenti sejenak. Tatapannya mengarah ke langit kosmik yang luas. Jutaan bintang berkilauan di kejauhan. Namun pikirannya tidak berada di sana.

Ia teringat sesuatu. Hydra. Penakluk konstelasi. Makhluk yang selama bertahun-tahun membawa peperangan ke berbagai wilayah.

Pegasus mengingat kembali pertarungan mereka di Ursa Major. Pertarungan yang terpaksa dihentikan sebelum ada pemenang.

Ia memejamkan mata sesaat. Lalu tersenyum tipis. "Sayang sekali," gumamnya.

Athena yang mendengar itu menoleh. "Kenapa?"

Pegasus menyilangkan tangan. "Aku belum sempat mengalahkannya."

Athena langsung tahu siapa yang dimaksud. "Apa yang kau maksud Hydra?"

Pegasus mengangguk. "Dia kuat. Sangat kuat. Tapi dia juga berbahaya." Tatapan Pegasus menjadi lebih serius. "Jika dia terus menaklukkan konstelasi demi kekuasaan — maka suatu hari seseorang harus menghentikannya."

Athena terdiam. Ia tahu Pegasus tidak berbicara karena dendam. Ia benar-benar percaya bahwa tugasnya adalah melindungi mereka yang lemah. Itulah sebabnya Pegasus selalu bergerak ketika melihat ketidakadilan. Meskipun terkadang tindakannya terlalu nekat.

Athena tersenyum kecil. "Kamu ingin bertarung lagi, ya?"

Pegasus tertawa pelan. "Tentu saja. Sudah lama aku tidak bertemu lawan yang kuat."

Athena hanya menggeleng. Jauh di dalam hatinya. Ia memahami perasaan itu. Meskipun Pegasus adalah simbol keadilan — ia juga seorang ksatria. Dan seorang ksatria sejati selalu ingin menguji kekuatannya.

More Chapters