Ficool

Chapter 700 - Perintah Penaklukan

Keheningan masih menyelimuti aula rapat galaksi. Pertanyaan tentang Tyrannons masih menggantung di benak Oreons.

Perlahan, ekspresi sang Kaisar berubah. Bukan lagi kebingungan. Bukan lagi kesedihan. Melainkan ketegasan seorang penguasa yang telah memimpin galaksi selama waktu yang sangat lama.

Oreons bangkit dari singgasananya. Jubah kebesarannya menjuntai hingga ke lantai aula. Seluruh petinggi yang masih berada di ruangan langsung memperhatikan. Mereka tahu. Jika Oreons berdiri dalam rapat seperti ini — maka keputusan besar akan segera diumumkan.

Tatapan sang Kaisar menyapu seluruh ruangan.

"Laporan menunjukkan beberapa wilayah perbatasan mulai menolak otoritas kekaisaran," ucapnya tenang. Tidak ada yang berani menyela. "Mereka menganggap kekaisaran sedang sibuk. Mereka menganggap kita lemah."

Nada suaranya tetap datar. Justru itu yang membuat sebagian petinggi menegang.

---

Kemudian Oreons mengalihkan pandangannya kepada Thraxor.

"Thraxor."

Jenderal itu langsung berdiri. "Yang Mulia."

Oreons memberikan perintahnya. "Pimpin armada. Datangi konstelasi-konstelasi yang secara terbuka menentang kekaisaran. Hentikan perlawanan mereka."

Suasana aula berubah seketika. Beberapa petinggi saling berpandangan. Mereka memahami arti perintah tersebut. Sebuah operasi militer besar akan dimulai. Bukan sekadar patroli. Bukan sekadar diplomasi. Melainkan ekspedisi penaklukan.

---

Yllarxa yang berdiri di dekat singgasana langsung menatap Oreons. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran.

"Yang Mulia..." ucapnya pelan.

Oreons menoleh.

Yllarxa mengumpulkan keberaniannya. "Jika kita terus melakukan penaklukan — bukankah kebencian terhadap kekaisaran hanya akan semakin besar?" Beberapa petinggi langsung menundukkan kepala. Tidak ada yang berani mengutarakan hal itu secara langsung selain dirinya.

Yllarxa tetap berbicara. "Galaksi membutuhkan stabilitas. Namun stabilitas tidak selalu harus dicapai dengan perang."

Oreons mendengarkan tanpa memotong. Setelah beberapa saat, ia menjawab. "Yllarxa." Nada suaranya tetap tenang. "Jangan menghalangiku dalam hal ini."

Gadis itu terdiam.

Oreons memandang peta galaksi yang melayang di tengah aula. "Aku tidak melakukan ini karena amarah," katanya. "Aku melakukannya karena keteraturan. Galaksi selalu memiliki hukum. Yang kuat memimpin. Yang lemah mengikuti."

Beberapa petinggi mengangguk pelan. Mereka pernah mendengar filosofi itu sebelumnya.

Oreons melanjutkan. "Jika sebuah wilayah ingin menantang kekaisaran — maka mereka harus siap menghadapi akibatnya."

Yllarxa menundukkan kepala. Ia memahami satu hal. Ketika Oreons sudah mengambil keputusan seperti ini — sangat sulit mengubah pikirannya. Bahkan bujukan yang biasanya berhasil sekalipun tidak akan banyak membantu. Saat ini. Sang Kaisar sedang bertindak sebagai penguasa galaksi. Bukan sebagai pria yang biasa ia kenal di balik semua gelar dan kekuasaan itu.

Akhirnya Yllarxa hanya menghela napas pelan. Ia tidak setuju. Namun ia juga tahu perdebatan lebih jauh tidak akan mengubah keputusan tersebut.

---

Sementara itu. Di sisi lain aula —

Senyum tipis muncul di wajah Thraxor. Berbeda dengan misi sebelumnya. Membujuk Tyrannons kembali ke kekaisaran bukanlah tugas yang ia sukai. Terlalu banyak diplomasi. Terlalu banyak pembicaraan. Dan pada akhirnya tetap gagal.

Namun kali ini berbeda. Ekspedisi militer. Operasi penaklukan. Pergerakan armada berskala besar. Itulah medan yang jauh lebih ia pahami.

"Akan segera kulaksanakan, Yang Mulia," ucap Thraxor.

Tidak lama kemudian. Perintah mulai dikirim ke berbagai markas armada. Satu armada. Dua armada. Puluhan armada. Jumlahnya terus bertambah. Hingga mencapai hampir ratusan ribu kapal perang yang mulai dipersiapkan untuk operasi besar tersebut.

Alarm kesiagaan militer bergema di berbagai sektor kekaisaran. Para laksamana mulai menerima instruksi. Para perwira mulai mengatur formasi. Dan mesin-mesin perang kekaisaran kembali bergerak.

---

Di tengah semua kesibukan itu —

Seseorang tetap berdiri diam. Rangers Orithrosvar. Ia bersandar santai di dekat ambang pintu aula rapat. Tatapannya tenang seperti biasa.

Beberapa petinggi sempat melirik ke arahnya. Jika ada seseorang yang mungkin bisa mengubah keputusan Oreons — maka orang itu adalah Rangers.

Namun sang jenderal terkuat tidak mengatakan apa pun. Bukan karena ia setuju atau tidak setuju. Melainkan karena tugasnya berbeda. Rangers bukan penasihat politik. Bukan pula pengatur jalannya kekaisaran. Tugasnya sederhana. Turun tangan ketika diperlukan. Dan selama Oreons tidak memerintahkannya — ia tidak akan ikut campur.

Rangers menatap armada-armada yang mulai dipersiapkan melalui jendela aula. Lalu menghela napas pelan. "Galaksi tidak pernah benar-benar tenang," gumamnya.

---

Di luar sana —

Ratusan ribu kapal perang mulai bergerak. Menuju berbagai arah. Membawa panji-panji kekaisaran.

More Chapters