Ficool

Chapter 689 - Perintah

Perang di Ursa Major telah berakhir. Armada pemberontak Tartanos telah mundur. Pasukan kekaisaran mulai kembali ke formasi normal. Konstelasi itu kembali merasakan ketenangan. Meski bekas perang masih terlihat di mana-mana. Planet yang rusak. Asteroid yang hancur. Dan ribuan puing kapal perang yang masih melayang di ruang angkasa. Namun setidaknya — kehancuran yang lebih besar berhasil dihindari.

Di atas kapal utama armada emas. Rangers berdiri memandangi laporan terbaru. Matanya bergerak dari satu data ke data lainnya. Ursa Major telah stabil. Namun galaksi masih jauh dari damai. Konflik belum berakhir. Hanya berpindah tempat.

Aquila. Nama itu terus muncul dalam laporan. Pertempuran besar masih berlangsung. Kaidles masih berada di sana. Dan keberadaan Asgard membuat situasi sulit diprediksi.

Rangers menutup layar holografik. Kemudian menoleh ke arah ruang hanggar khusus yang berada jauh di bawah kapal utamanya.

---

Di dalam hanggar raksasa —

Terdapat sebuah sosok yang berdiri diam. Tingginya melampaui bangunan. Tubuhnya diselimuti lapisan logam emas yang berkilau. Pada bahunya terukir lambang kekaisaran. Matanya menyala biru terang. Dan meskipun tidak bergerak — siapa pun yang melihatnya akan langsung memahami bahwa itu bukan mesin biasa.

Golden Mech Z-1501. Salah satu aset paling berharga milik kekaisaran. Robot perang legendaris. Mesin tempur yang telah melewati ratusan peperangan besar.

Namun yang membuatnya berbeda bukanlah kekuatan atau ukurannya. Melainkan satu hal. Ia memiliki kesadaran. Golden Mech bukan sekadar robot. Ia mampu berpikir. Menganalisis. Membuat keputusan. Dan memimpin pasukan layaknya seorang panglima perang.

Mata birunya menyala lebih terang. Kemudian suara berat bergema di hanggar. "Perintah diterima, Jenderal Rangers." Suara itu tenang. Dingin. Terdengar sangat hidup.

Rangers mengangguk. "Aquila membutuhkan bantuan," katanya. "Kaidles masih bertarung. Dan aku merasakan sesuatu yang tidak biasa di sana."

Beberapa layar holografik menampilkan citra wilayah Aquila. Pertarungan. Armada. Dan sosok Asgard yang masih menjadi pusat perhatian.

Golden Mech memperhatikan data tersebut selama beberapa detik. Kemudian menjawab. "Kemungkinan konflik skala besar: tinggi. Kemungkinan eskalasi ancaman: tinggi. Rekomendasi: intervensi segera."

Rangers tersenyum tipis. "Karena itulah aku mengirimmu."

---

Golden Mech Z-1501 perlahan melangkah maju. Setiap langkahnya mengguncang lantai hanggar. Reaktor energinya mulai menyala. Cahaya emas memenuhi ruangan.

"Tujuan ditetapkan. Konstelasi Aquila. Misi: menstabilkan situasi."

Rangers mengangguk. "Berangkat."

*BOOOOOOOM!! *

Pintu hanggar raksasa terbuka. Cahaya bintang memenuhi ruangan. Golden Mech Z-1501 melesat keluar. Tubuh emasnya berubah menjadi cahaya yang menembus ruang angkasa. Menuju Aquila. Menuju medan perang berikutnya.

---

Sementara itu. Rangers kembali menatap lainnya yang menunggu perintah. Thraxor. Hydra. Pasukan kekaisaran. Dan berbagai unit lain.

"Ursa Major telah selesai," ucap Rangers. "Tidak ada alasan untuk tetap berada di sini."

Beberapa komandan langsung memberi hormat. Menunggu instruksi berikutnya.

Rangers mengangkat tangannya. "Kembalilah ke tugas masing-masing. Pulihkan armada. Amankan wilayah. Dan jangan menciptakan konflik baru."

Perintah itu segera diteruskan ke seluruh jaringan kekaisaran. Armada mulai bergerak. Satu demi satu kapal perang meninggalkan Ursa Major. Kembali ke sektor mereka masing-masing.

Hydra terlihat tidak puas. Namun setelah kejadian sebelumnya — bahkan dirinya tidak berniat membantah Rangers. Thraxor hanya menghela napas. Lalu memutar pedangnya sebelum menyimpannya. "Perang selesai," gumamnya.

Virgo terlihat lega. Capricorn masih tampak berpikir. Sedangkan Taurus tetap diam.

---

Dan di tengah semua itu — Rangers masih berdiri di atas kapal emasnya. Memandang ke arah galaksi yang luas.

Ia tahu satu hal. Ursa Major mungkin telah tenang. Badai yang lebih besar masih bergerak di tempat lain.

More Chapters