Ficool

Chapter 677 - Rencana di Tengah Badai

Istana Ursa Major. Di tengah perang yang mengguncang konstelasi, tempat itu masih berdiri megah. Dinding-dinding putih keperakan memantulkan cahaya bintang yang masuk melalui kubah transparan raksasa. Namun keindahan itu tidak mampu menghilangkan suasana tegang yang memenuhi ruang rapat utama.

Beberapa petinggi Ursa Major berdiri mengelilingi meja holografik. Wajah mereka dipenuhi kekhawatiran. Di tengah meja, peta seluruh konstelasi ditampilkan dalam bentuk proyeksi tiga dimensi. Titik-titik merah memenuhi berbagai sektor. Pertanda pertempuran yang semakin meluas.

Callisto berdiri diam memperhatikan semuanya. Tatapannya tajam. Di balik ketenangannya, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk.

Salah seorang petinggi akhirnya berbicara. "Laporan terbaru telah dikonfirmasi." Suara pria itu terdengar berat. "Capricorn dan Taurus masih berada di Ursa Major." Ruangan menjadi semakin sunyi. "Keduanya sempat berada di ambang pertarungan serius."

"Lalu?" tanya Callisto.

"Untuk sementara mereka menahan diri," jawab petinggi itu. "Tetapi situasinya masih tidak stabil."

Callisto menutup matanya sejenak. Itulah yang paling ia khawatirkan. Bukan armada kekaisaran. Bukan pemberontak. Melainkan para Zodiac. Makhluk-makhluk yang kekuatannya berada di luar batas normal. Makhluk yang mampu mengubah nasib konstelasi hanya dengan satu keputusan. Jika Taurus dan Capricorn benar-benar bertarung tanpa batas — maka Ursa Major bisa menjadi korban pertama.

"Kita tidak akan mampu menghentikan mereka," gumam salah satu petinggi. Tak ada yang membantah. Karena semua orang tahu itu benar.

Callisto membuka matanya kembali. Tatapannya beralih pada peta perang. Di salah satu sektor, data pergerakan Arcas masih terlihat. Putranya masih bertarung. Masih berada di garis depan. Masih mempertaruhkan dirinya demi melindungi konstelasi. Sebuah rasa khawatir muncul dalam hatinya. Namun ia tidak menunjukkannya.

"Arcas..." bisiknya pelan. Ia tahu sifat putranya. Callisto hanya berharap satu hal. Bahwa Arcas tidak kehilangan dirinya di tengah perang ini. Karena perang sering kali mengubah seseorang. Dan tidak semua perubahan berakhir baik.

---

Di seberang meja rapat —

Aryes duduk dengan tenang. Berbeda dengan para petinggi yang sibuk berdiskusi, ekspresinya nyaris tidak berubah. Matanya memperhatikan seluruh data yang diproyeksikan di atas meja. Sesekali ia mengetuk permukaan kursinya dengan jari. Tanda bahwa pikirannya sedang bekerja.

Pemimpin X.A.R.A dari Bumi itu memahami satu hal. Situasi saat ini jauh lebih rumit daripada sekadar perang. Terlalu banyak pihak kuat yang terlibat. Zodiac. Kekaisaran. Pemberontak. Dan berbagai kekuatan lain yang mulai bermunculan.

Aryes menghela napas pelan. Dalam benaknya, ia memikirkan anggota timnya yang tersebar di berbagai tempat. Storm. Arabels. Dan Proxi R-10. Mereka masih menjalankan misi mereka sendiri. Dan biasanya — ketika Storm terlibat dalam sesuatu — situasi akan menjadi jauh lebih tidak terduga.

---

Di sisi lain ruangan —

Jester duduk santai di atas kursi. Beberapa kartu Arcana berputar di antara jemarinya. Kartu-kartu itu bergerak dengan lincah seolah hidup. "Terlalu banyak masalah," gumamnya. Satu kartu muncul. Lalu menghilang. Kemudian muncul lagi kartu berbeda. "Dan aku tidak menyukai sebagian besar hasilnya."

Tidak ada yang benar-benar tahu apakah ia sedang bercanda atau serius. Jester hampir selalu terdengar seperti keduanya sekaligus.

---

Di dekat meja analisis —

Violys sibuk menatap layar data. Ratusan informasi bergerak di hadapannya. Pergerakan armada. Tingkat kerusakan. Pola energi. Kemunculan anomali. Semuanya dianalisis tanpa henti.

"Tidak masuk akal," ucapnya.

Aryes menoleh. "Apa yang terjadi?"

Violys menunjuk salah satu grafik energi. "Gelombang energi Sacred yang muncul sebelumnya. Masih ada sisa jejaknya." Matanya menyipit. "Dan jejak ini tidak cocok dengan Taurus maupun Capricorn."

Ruangan kembali hening. Itu berarti kemungkinan yang mengkhawatirkan. Mungkin ada Sacred Zodiac lain. Atau sesuatu yang berhubungan dengan mereka.

---

Tidak jauh dari sana —

Lira sedang membaca beberapa data kuno yang baru diterjemahkan. Tumpukan arsip holografik memenuhi area kerjanya. Sebagai arkeolog utama X.A.R.A, ia lebih tertarik pada masa lalu daripada peperangan. Namun kali ini masa lalu mungkin menjadi kunci masa depan.

"Luar biasa..." gumamnya.

Aryes kembali menoleh.

Lira memperbesar salah satu catatan kuno. "Terdapat beberapa referensi tentang era awal Sacred Zodiac," katanya. "Tapi banyak bagian yang hilang. Ada sesuatu yang sengaja dihapus dari sejarah."

Ekspresi Aryes menjadi serius. Dalam pengalamannya — hal yang sengaja disembunyikan biasanya jauh lebih berbahaya daripada yang diketahui publik.

---

Di belakang Aryes —

Roxis R-5 berdiri tegak. Pilot kapal Nexus S-4473 itu tetap diam seperti biasa. Namun matanya terus mengawasi situasi ruangan. Siap menerima perintah kapan saja.

Meski armada X.A.R.A tidak besar. Meski kekuatan militer mereka jauh di bawah banyak faksi lain. Mereka tetap memiliki peran penting. Perang tidak selalu dimenangkan oleh jumlah kapal. Kadang — informasi lebih berharga daripada senjata.

---

Callisto memandang seluruh anggota X.A.R.A. "Kalian belum bergerak," ucapnya.

Aryes mengangguk. "Benar. Karena bergerak sekarang hanya akan membuat keadaan lebih buruk."

Beberapa petinggi terlihat tidak puas mendengar jawaban itu. Namun Aryes melanjutkan. "Kita belum mengetahui seluruh gambaran. Masih terlalu banyak variabel. Terlalu banyak rahasia yang belum terungkap." Matanya beralih ke peta galaksi. Ke arah lokasi munculnya energi Sacred yang misterius. "Kita membutuhkan rencana. Bukan tindakan gegabah."

Ruangan kembali sunyi. Semua orang memahami kebenaran kata-katanya. Perang ini sudah cukup kacau. Satu kesalahan saja bisa mengubah segalanya. Dan saat ini — yang mereka butuhkan bukan keberanian. Melainkan langkah yang tepat.

Sementara di luar istana, api perang terus menyala di seluruh Ursa Major.

More Chapters