Ficool

Chapter 666 - Pikiran yang Berbeda

Di planet Urco Tastarius, rapat galaksi masih berlangsung. Suasana ruangan kini jauh berbeda dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Semakin banyak laporan datang dari berbagai penjuru galaksi. Ursa Major. Aquila. Scorpio. Ketiga wilayah itu kini menjadi pusat perhatian. Bahkan para pemimpin konstelasi yang hadir mulai sulit menyembunyikan kegelisahan mereka.

Di antara mereka — Leo tampak paling tidak tenang. Pemimpin Sacred Zodiac itu duduk dengan kedua tangan bertumpu di sandaran kursinya. Matanya terpejam. Seolah sedang mendengarkan sesuatu yang tidak bisa didengar oleh orang lain.

Dan memang demikian. Sebagai pemimpin Zodiac Sacred — Leo memiliki kemampuan yang sangat langka. Ikatan antara dirinya dan para Zodiac lainnya jauh lebih kuat dibanding hubungan biasa. Ia dapat merasakan keberadaan mereka. Pergerakan mereka. Bahkan dalam batas tertentu, ia dapat menebak tujuan mereka. Bukan membaca pikiran. Tapi mengetahui keadaan mereka.

Saat ini — ia merasakan Virgo. Taurus. Scorpio. Dan beberapa Zodiac lain yang sedang menjalankan tugas mereka. Namun ada satu hal yang membuatnya semakin gelisah.

"Capricorn…" gumam Leo pelan.

Ia dapat merasakan kehadiran Sea Goat itu dengan jelas. Dan Capricorn saat ini berada di Ursa Major. Bukan atas perintahnya. Bukan atas keputusan Sacred Zodiac. Melainkan atas keinginannya sendiri. Leo membuka mata perlahan. Ia tahu sifat Capricorn. Jika Zodiac itu sampai turun tangan sendiri — berarti keadaan di sana telah jauh lebih buruk daripada laporan yang diterimanya.

"Kau benar-benar keras kepala…" gumam Leo. Meski begitu, jauh di dalam hatinya ia memahami alasan Capricorn. Perang di Ursa Major memang sudah menelan terlalu banyak korban.

---

Di sisi lain meja rapat —

Zavgath Vrakora tampak sama sekali tidak tertarik pada masalah tersebut. Pemimpin Monster Hunter itu bersandar santai di kursinya. Kedua tangannya terlipat. Ekspresinya datar. Baginya — perang antarkonstelasi bukanlah sesuatu yang menarik.

"Capricorn. Hydra. Thraxor." Ia menyebut nama-nama itu dengan nada malas. Kemudian menghela napas. "Semuanya terlalu serius."

Menurut Zavgath — tidak ada yang lebih menarik daripada berburu monster. Monster tidak memiliki ambisi politik. Tidak memiliki intrik kekuasaan. Tidak membentuk pemberontakan. Dan tidak mengadakan rapat yang membosankan. Mereka hanya kuat. Dan itu cukup baginya.

"Aku lebih memilih melawan monster kelas bencana daripada ikut campur urusan perang," gumamnya. Beberapa orang di dekatnya hanya melirik sekilas. Mereka tahu — itulah cara berpikir Zavgath sejak dulu.

---

Namun tidak ada yang lebih santai daripada Lord Rylos.

Mantan kapten kekaisaran yang kini menjadi perompak legendaris itu duduk dengan tenang. Bahkan saat sebagian besar ruangan dipenuhi ketegangan. Ia tetap terlihat santai. Kakinya disilangkan. Tangannya bertumpu di kursi. Dan di balik topeng yang menutupi wajahnya — terlihat senyum kecil.

Lord Rylos mendengarkan laporan demi laporan yang masuk. Tentang armada. Tentang perang. Tentang wilayah yang hancur. Pikirannya justru berada di tempat lain.

Baginya — menginvasi wilayah adalah pekerjaan yang merepotkan. Terlalu banyak biaya. Terlalu banyak korban. Dan yang paling penting — terlalu banyak risiko. Jika beruntung, seseorang mungkin mendapatkan wilayah baru. Namun jika sial — yang didapat hanya kehancuran.

Lord Rylos menggeleng pelan. "Benar-benar tidak efisien." Baginya, merompak jauh lebih menguntungkan. Cepat. Praktis. Dan menghasilkan uang. Lagipula — seorang perompak yang cerdas tidak perlu menghadapi lawan terkuat secara langsung. Cukup memilih target yang tepat. Mengambil apa yang dibutuhkan. Lalu pergi sebelum masalah besar datang.

"Itulah bisnis yang sehat," gumamnya pelan. Tentu saja pemikiran seperti itu tidak akan pernah diterima oleh sebagian besar orang di ruangan ini. Namun Lord Rylos tidak peduli. Ia sudah lama berhenti memikirkan pendapat orang lain.

---

Di ujung ruangan —

Oreons masih duduk di singgasananya. Yllarxa berdiri di sampingnya. Sedangkan Rangers tetap berada di dekat pintu. Ketiganya mendengar berbagai pendapat yang berbeda dari para pemimpin galaksi. Ada yang khawatir. Ada yang marah. Ada yang tidak peduli. Dan ada pula yang memikirkan keuntungan pribadi.

Tetapi satu hal tetap sama. Di luar sana — perang terus berlangsung.

More Chapters