Ficool

Chapter 638 - Rea yang Tak Bisa Diam

Di depan istana Ursa Major — suasana terasa jauh lebih sepi setelah armada perang pergi menuju medan tempur. Langit luar angkasa dipenuhi cahaya kapal-kapal yang perlahan menjauh. Sedangkan di area taman luar istana — Jester, Lira, dan Violys duduk santai sambil berbincang ringan. Meski situasi galaksi sedang kacau — mereka bertiga mencoba tetap tenang.

Jester memainkan kartu Arcana miliknya dengan bosan. Kartu-kartu bercahaya itu terus berputar di antara jarinya. "…Hah. Harusnya aku ikut ke medan perang."

Lira meliriknya sekilas. "Bukannya Aryes melarangmu?"

Jester mendecakkan lidah kecil. "Iya. Katanya aku harus menjaga kalian kalau ada bahaya."

Violys yang sedang memeriksa alat hologram kecil ikut berbicara. "Dan itu keputusan yang masuk akal. Kalau situasi di Ursa Major memburuk, kita tetap butuh petarung."

Jester hanya menghela napas sambil merebahkan kepalanya ke kursi.

---

Namun tiba-tiba — perhatian mereka bertiga tertuju pada seseorang yang berlari tergesa-gesa melewati halaman istana. Rea. Gadis itu terlihat panik sambil menuju area pelabuhan kecil istana.

Jester langsung berdiri. "Hei!"

Rea berhenti sesaat saat melihat mereka. Lira bertanya. "Mau ke mana?"

Rea menggigit bibirnya sebelum akhirnya menjawab jujur. "…Aku khawatir pada Tyrannons." Tatapannya terlihat gelisah. "Aku tidak bisa diam di sini."

Jester mengangkat alis. "Jadi kau mau pergi sendirian?"

Rea langsung mengangguk tegas. Tanpa menunggu jawaban lagi — ia segera menaiki sebuah kapal kecil milik Ursa. Mesin kapal langsung menyala.

Violys menghela napas kecil. "…Dia benar-benar nekat."

Dari dalam kokpit — Rea sempat menoleh pada mereka bertiga. "Aku harus memastikan dia baik-baik saja."

Dan beberapa detik kemudian — kapal kecil itu langsung melesat menuju luar angkasa. Menuju lokasi pertempuran tempat Tyrannons berada.

Jester hanya bisa melihat kapal itu menjauh. Lalu memainkan kembali kartu Arcana miliknya sambil mendecakkan lidah. "…Semua orang di galaksi ini keras kepala ya."

More Chapters