Lorong utama istana Urco Tastarius masih dipenuhi para bangsawan dan pelayan yang berlalu-lalang. Musik lembut terdengar samar dari aula perjamuan. Semua tampak normal.
Bagi Kan'al Umklae — situasinya terasa jauh dari tenang. Dengan penyamaran sempurnanya sebagai anak bangsawan — ia berdiri tidak terlalu jauh dari area ruang rapat galaksi. Wajahnya tetap terlihat tenang. Namun di dalam hati — kepanikan mulai muncul.
Karena sejak beberapa menit terakhir — ia melihat sesuatu yang tidak biasa.
---
*CLANK! CLANK! CLANK! *
Suara langkah armor berat menggema di lorong. Beberapa Pasukan Emas berlari cepat melewati area istana. Armor emas mereka memantulkan cahaya lorong. Tatapan mereka serius. Seolah sedang mencari sesuatu.
Kan'al langsung menelan ludah. "…Selesai…" Matanya sedikit melebar. Ia langsung mengerti. Rencana mereka kemungkinan besar sudah terbongkar.
Tatapannya bergerak cepat mengikuti arah Pasukan Emas. "…Xerga…" "…Carrien…" "…9562…" Ia berharap ketiganya masih aman. Jika sampai tertangkap oleh Jenderal Rangers — peluang kabur hampir tidak ada.
---
Kan'al berusaha tetap tenang. Ia melirik sekitar. Beberapa bangsawan tampak tidak terlalu peduli. Mereka mengira Pasukan Emas hanya sedang menjalankan patroli biasa. Namun Kan'al tahu — situasi ini terlalu serius untuk disebut patroli.
Ia menarik napas pelan. Lalu memperbaiki ekspresi wajahnya. Karena satu kesalahan kecil — identitas penyamarannya bisa terbongkar.
Seorang bangsawan tua di dekatnya bahkan menepuk pundaknya ringan. "Kau terlihat pucat."
Kan'al hampir refleks panik. Ia cepat tersenyum kecil. "…Aku hanya sedikit lelah."
Bangsawan itu tertawa kecil lalu kembali berbincang. Kan'al akhirnya menghela napas lega. Matanya tetap bergerak mengamati sekitar. Terutama ke arah lorong-lorong yang dijaga Pasukan Emas.
Dalam hati — ia hanya bisa berharap. Semoga kalian bertiga tidak tertangkap…
