Di konstelasi Scorpio — Astralon bersama armada Orion masih bergerak hati-hati melewati wilayah berbahaya yang dipenuhi monster luar angkasa. Lampu kapal perang Orion menyinari kabut kosmik biru gelap di sekitar mereka.
Tiba-tiba — seluruh radar armada berbunyi keras.
*BEEP! BEEP! BEEP! *
Salah satu prajurit langsung panik. "Tuan Astralon! Ada sesuatu mendekat sangat cepat!"
Belum sempat siapa pun bereaksi — kabut luar angkasa mendadak terbelah.
*WHOOOSSHH!! *
Seekor kalajengking raksasa transparan melesat melewati armada Orion dengan kecepatan mengerikan. Beberapa kapal bahkan terguncang hebat hanya karena tekanan auranya.
Astralon langsung membelalak. "…Scorpios."
Monster Zodiac Air itu awalnya terus melaju menuju arah Aquila. Namun mendadak — gerakannya berhenti.
Scorpios perlahan menoleh. Matanya yang bercahaya biru langsung mengunci armada Orion. Aura mengerikan memenuhi ruang hampa.
Scorpios menggeram kesal. "…Ada penyusup di wilayahku."
---
Astralon langsung merasakan bahaya besar. Jika Scorpios melaporkan keberadaannya pada kekaisaran — maka seluruh armada Orion bisa langsung diburu. Apalagi Scorpios adalah anggota Sacred Zodiac. Salah satu kelompok yang sangat dihormati kekaisaran.
Astralon buru-buru mengangkat tangannya. "Tunggu! Aku tidak datang untuk mencari masalah!"
Scorpios tetap menatap tajam. Ekor raksasanya perlahan bergerak. "Aku bisa memakan kalian sekarang juga."
Beberapa prajurit Orion langsung pucat.
Astralon tetap mencoba tenang. "Kita bisa bekerja sama."
Scorpios sedikit menyipitkan matanya.
Astralon melanjutkan cepat. "Aku juga mencari entitas misterius itu."
Suasana mendadak hening. Aura Scorpios perlahan berubah. "…Kau juga memburunya?"
Astralon mengangguk. "Kami mendeteksi cahaya aneh di Scorpio. Dan sekarang keberadaan itu bergerak menuju Aquila."
Scorpios terdiam beberapa saat. Lalu akhirnya — monster Zodiac itu mendengus pelan. "…Baiklah."
Astralon sedikit lega.
Scorpios perlahan menundukkan tubuh raksasanya. "Aku akan membiarkan kalian ikut."
Astralon langsung melompat ke atas punggung transparan Scorpios. Sementara armada Orion mulai bergerak mengikuti dari belakang.
Kini — mereka memiliki tujuan yang sama. Memburu entitas tak dikenal yang mengacaukan Scorpio.
---
Dan jauh di tempat lain — di dalam Ginga Stars —
Storm tiba-tiba bersin kecil. "…Hachs!"
Arabels menoleh bingung. "Kamu sakit?"
Storm hanya mengusap hidungnya sambil tetap berbaring santai. "…Tidak." Ia menatap langit luar angkasa dari balik layar. "…Sepertinya ada orang-orang yang sedang membicarakanku."
