Ruang rapat utama istana Urco Tastarius masih dipenuhi suasana berat. Para penguasa galaksi terus mendengarkan penjelasan Oreons mengenai ancaman dan pergerakan asing di berbagai konstelasi.
Namun tiba-tiba — udara di tengah ruangan berubah.
*BZZZZTTT…!! *
Kilatan petir merah muncul di tengah aula rapat. Para prajurit kekaisaran langsung siaga. Rangers sedikit mengangkat tangannya ke gagang pedangnya.
Lalu — di tengah sambaran petir merah itu — muncul seorang pemuda berambut gelap dengan aura listrik merah menyelimuti tubuhnya. Matanya tajam. Dan tekanan energinya langsung memenuhi sebagian aula.
Pemuda itu perlahan berlutut hormat. "…Maaf mengganggu rapat galaksi, Yang Mulia Oreons."
Suasana ruangan langsung menjadi sunyi.
Oreons menyipitkan matanya sedikit. "Siapa kau?"
Pemuda itu mengangkat kepalanya perlahan. "Crimgard Uranius."
Setelah menyebut namanya — Crimgard langsung berbalik dan membungkuk hormat ke arah salah satu kursi rapat. Ratu Seleneva.
Mata Seleneva langsung membesar. "…Crimgard?" Ia terlihat benar-benar terkejut melihat pemuda itu muncul di tempat ini.
---
Crimgard bukan orang asing baginya. Dulu — ia menemukan pemuda itu di dataran reruntuhan sebuah planet. Planet yang dihancurkan atas perintah Aquila karena menentang aturan konstelasi. Di tengah kehancuran itu — hanya Crimgard yang masih hidup. Dan sejak saat itu — Seleneva memungutnya. Membesarkannya. Serta menjadikannya pengawal pribadi.
Crimgard menatap Seleneva dengan serius. "Aku datang membawa laporan penting."
Seluruh ruangan mulai memperhatikan. Aura petir merah di tubuh Crimgard terus bergerak liar.
"Pergerakan titik asing misterius dari konstelasi Scorpio…" Tatapannya perlahan berubah tajam. "…sedang bergerak menuju Aquila."
Suasana aula langsung menjadi lebih berat.
Seleneva sedikit berdiri dari kursinya. "…Apa kamu yakin?"
Crimgard mengangguk tanpa ragu. "Aku bisa merasakannya." Tatapannya terlihat sangat serius. "…Ada sosok kuat di sana. Keberadaannya bukan sesuatu yang normal."
---
Oreons yang mendengar itu perlahan mengangkat alisnya. Sedangkan di sisi lain meja rapat — Leo ikut terdiam. Tatapannya perlahan menyempit.
Scorpio memang sudah lama mengirim laporan aneh tentang keberadaan misterius tersebut. Namun jika sampai bergerak menuju konstelasi lain — berarti situasinya jauh lebih serius dari dugaan mereka.
Leo mulai penasaran. Bahkan Scorpio — salah satu wilayah Zodiac — terlihat kewalahan menghadapi keberadaan itu.
