Ficool

Chapter 590 - Penguasa Galaksi

Di planet Urco Tastarius — pusat Kekaisaran Galaksi tetap berjalan seperti biasa. Kota-kota megah bersinar di bawah langit malam. Jalur transportasi cahaya memenuhi udara. Ribuan kapal terus keluar masuk orbit planet utama kekaisaran. Semua orang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Planet itu terasa hidup.

Dan di pusat istana kekaisaran — Oreons duduk tenang di atas singgasananya. Tatapannya mengarah ke luar jendela raksasa yang memperlihatkan seluruh kemegahan Urco Tastarius.

Di sampingnya — Yllarxa berdiri menemani dengan tenang. Gadis berambut perak itu perlahan menyandarkan dirinya di bahu Oreons. Suasana terasa damai. Untuk sesaat — tidak ada perang. Tidak ada pemberontakan. Hanya ketenangan singkat di tengah galaksi yang mulai kacau.

Namun — ketenangan itu mendadak pecah.

*BRAAKK!! *

Pintu ruangan terbuka cepat. Seorang pelayan lain masuk dengan wajah panik. "Y-Yang Mulia!"

Oreons langsung menyipitkan matanya tajam. "Ada apa?"

Pelayan itu membungkuk gemetar. "Salah satu peneliti kekaisaran baru saja mengirim laporan darurat!"

Yllarxa perlahan menoleh.

Pelayan itu menelan ludah sebelum melanjutkan. "Mereka mendeteksi seseorang dengan kekuatan luar biasa sedang berada di galaksi ini!"

Ruangan mendadak hening. Tatapan Oreons langsung berubah dingin. Tekanan aura besar memenuhi seluruh istana.

"…Apa?" Suara Oreons terdengar berat. Karena selama ini — ia dikenal sebagai penguasa terkuat di galaksi. Tidak ada yang seharusnya melampaui dirinya.

Cahaya energi hitam mulai muncul di sekitar singgasananya.

Namun sebelum kemarahannya membesar — Yllarxa perlahan memegang lengannya. "Tenanglah, Yang Mulia."

Oreons menatapnya sekilas.

Yllarxa tetap berbicara dengan tenang. "Kita bahkan belum mengetahui siapa sosok itu. Wujudnya tidak terdeteksi. Dan kekuatannya juga belum bisa dianalisis sepenuhnya."

Oreons akhirnya terdiam. Namun matanya masih terlihat tajam.

---

Sementara itu — jauh di konstelasi Scorpio — di dalam Mecha raksasa Ginga Stars — Storm berdiri diam menatap gelapnya luar angkasa dari layar utama. Tangannya perlahan mengepal. Aura samar mulai bergetar di sekeliling tubuhnya.

Arabels yang berada di belakangnya sedikit terkejut. "Storm?"

Storm tidak menjawab. Tatapannya tetap lurus ke angkasa luas.

Ia juga merasakan sesuatu. Sosok besar. Kekuatan mutlak yang menguasai galaksi ini dari kejauhan.

More Chapters