Ficool

Chapter 537 - Awal Serangan

Di ruang kendali Nexus S-4473 — Aryes duduk di kursi utama. Tangannya langsung bergerak di panel kendali. Matanya fokus.

"...Aku ambil alih."

Proxi 5R mundur satu langkah. Memberikan akses penuh. "Kontrol diserahkan."

Layar berubah. Seluruh sistem navigasi kini berada di bawah kendali Aryes.

Di belakang — alarm taktis terus berbunyi. Kapal perompak semakin dekat.

Aryes menarik napas pendek. "...Buka hangar."

"Perintah diterima."

---

Di bagian bawah Nexus — pintu hangar raksasa mulai terbuka. Perlahan — lalu semakin lebar.

Di dalamnya — sebuah kapal kecil sudah siap. Minor 4 X2.

Mesinnya menyala. Cahaya biru terang memancar.

Di dalam kokpit — Zero duduk tenang. Tangannya di kendali. Tatapannya lurus ke depan. Violys dan Jester sudah berada di dalam. Siap.

"Jalur terbuka." Suara Aryes terdengar.

Zero tidak menjawab.

Namun — *BOOM!! *

Minor 4 X2 melesat keluar. Cepat. Seperti peluru yang ditembakkan. Langsung menuju arah kapal perompak.

---

Di saat yang sama — sosok lain melangkah ke tepi hangar.

Napstylea.

Armor peraknya bersinar. Mengikuti lekuk tubuhnya. Energi mengalir halus di permukaannya.

Ia menatap ke luar. Ke arah kegelapan angkasa.

"...Waktunya."

Tanpa menunggu — ia melesat.

*WHOOSH!! *

Tubuhnya meluncur cepat. Menembus kehampaan. Seperti cahaya perak. Langsung menuju jalur depan.

Tujuannya jelas — menarik perhatian.

---

Di dalam Nexus — Aryes mengawasi semuanya. Layar menampilkan dua pergerakan. Minor 4 X2. Dan Napstylea.

"...Jangan gagal..." Ia berbisik pelan.

Lira berdiri di sampingnya. Matanya mengamati data. "...Mereka akan melihat kita sekarang."

Aryes mengangguk. "...Itu memang tujuannya."

---

Di luar — kapal perompak mulai bereaksi. Sensor mereka menangkap dua objek yang mendekat.

"Kontak terdeteksi!" salah satu kru mereka berteriak.

"Objek kecil... dan satu entitas energi tinggi!"

Di dalam kapal perompak — sosok pemimpin unit itu tersenyum tipis.

"...Akhirnya bergerak juga."

Ia berdiri. Menatap layar.

"...Tangkap yang kecil." "...Yang bersinar itu..." Sedikit jeda. "...Hancurkan."

---

Di ruang hampa — Napstylea terus melaju. Cahaya peraknya bersinar di antara kegelapan.

More Chapters