Ficool

Chapter 482 - Asura yang Mengamuk

Risveyland tidak lagi terlihat seperti dataran biasa.

Tanahnya hancur.

Retakan membentang luas.

Langit di atasnya bergetar oleh benturan energi.

Di tengah semua itu...

Storm melayang.

Dengan Armor Scarlet Skycrimson dan Mode Asura yang aktif.

Enam lengan baja terbentang di punggungnya.

Aura merah bercampur gelap menyelimuti seluruh tubuhnya.

Tekanannya...

Berat.

Mencekam.

Storm mengangkat tangannya.

"Blades Crimson."

SHHHHHH!!

Puluhan bilah energi merah muncul di sekelilingnya.

Berputar cepat.

Mengelilingi tubuhnya seperti orbit mematikan.

Udara di sekitarnya langsung teriris oleh tekanan tajamnya.

Belum selesai, Storm kembali berbicara.

"Sword Asura."

Dalam sekejap, setiap tangannya memanggil pedang.

Enam tangan.

Enam pedang.

Semuanya menyala dengan energi yang sama.

Rizen langsung menyadari bahaya itu.

"Jangan beri dia ruang bergerak!"

Namun...

Sudah terlambat.

WHOOOOOSH!!!

Storm bergerak.

Menghilang.

Dan muncul di kejauhan.

SLAAASH!!!

Satu tebasan menghantam sebuah gunung di ujung Risveyland.

Dalam sekejap, gunung itu terbelah.

Lalu...

Hancur.

Debu dan batu beterbangan ke langit.

Belum sempat mereda, Storm sudah bergerak lagi.

WHOOOOSH!!

Ia melesat ke arah laut terdekat.

Pedangnya turun.

CRAAAAASH!!!

Laut terbelah.

Air terangkat tinggi.

Seolah terpisah oleh garis lurus yang tajam.

Gelombang besar tercipta.

Mengguncang wilayah sekitarnya.

Rizen dan Lgris mencoba mengejar, namun mereka tertinggal.

Kecepatan Storm sekarang jauh di atas sebelumnya.

Storm kembali muncul di tengah dataran.

Semua pedangnya bergerak bersamaan.

SLASH! SLASH! SLASH!

Serangan beruntun.

Tanah hancur.

Kawah besar terbentuk.

Setiap tebasan menciptakan kehancuran besar.

Langit pun ikut bergetar.

Awan terbelah.

Kilatan energi merah menghiasi langit malam.

Di kejauhan, beberapa pahlawan APH terdiam.

"Ini berlebihan…"

Rizen mencoba menahan tekanan itu.

Namun bahkan dia harus mundur sedikit.

Lgris mengencangkan genggamannya.

Namun ekspresinya berubah.

"Dia berbeda sekarang."

Storm berhenti sejenak.

Melayang di udara.

Semua pedang masih aktif.

Bilah-bilah Crimson masih mengelilinginya.

Auranya terus meningkat.

Ia menatap Rizen dan Lgris.

Tatapannya dingin.

"Masih mau lanjut?"

Rizen tidak menjawab.

Namun ia tahu satu hal: Storm sekarang sulit dilawan.

Bahkan dengan kekuatan mereka berdua, mereka tidak lagi mengimbanginya.

More Chapters