Ficool

Chapter 472 - Menjauh dari Kota

Langit di atas H2700 masih dipenuhi oleh para pahlawan APH.

Tekanan dari aura mereka terasa berat.

Udara seperti membeku.

Namun di tengah pengepungan itu—

Storm justru terlihat santai.

Ia mengangkat bahunya.

Seolah tidak terlalu peduli dengan situasi di sekitarnya.

Beberapa pahlawan memperhatikannya dengan waspada.

"Dia tidak panik…"

Marika berbisik pelan.

Lgris menyipitkan mata.

"Itu justru yang paling berbahaya."

Storm menoleh sebentar ke arah bawah.

Ke arah kota.

Lampu-lampu masih menyala.

Banyak orang masih ada di sana.

Menonton.

Tanpa sadar—

Berada di dalam bahaya.

Storm menghela napas kecil.

"Merepotkan sekali."

Lalu—

SHHHHH…

Energi merah mulai menyelimuti tubuhnya.

Partikel cahaya muncul satu per satu.

Menyatu.

Membentuk lapisan armor.

Dalam sekejap—

Armor Scarlet Skycrimson aktif.

Kilauan merah menyala di langit malam.

Angin di sekitarnya langsung bergetar.

Beberapa pahlawan langsung bersiap.

"Itu dia…"

Rizen mengepalkan tangannya.

Namun—

Sebelum mereka bergerak—

WHOOOOOSH!!!

Storm langsung melesat.

Bukan ke arah mereka.

Melainkan—

Ke atas.

Menembus langit dengan kecepatan luar biasa.

Jejak cahaya merah tertinggal di belakangnya.

Semua pahlawan terdiam sesaat.

"Apa dia kabur?"

Salah satu dari mereka bertanya.

Namun Lgris langsung menjawab.

"Bukan."

Ia menatap arah Storm menghilang.

"Dia menjauhkan pertarungan."

Di bawah—

Kota H2700 masih utuh.

Storm tidak ingin—

Tempat itu hancur karena pertempuran mereka.

Di langit tinggi—

Storm terus melesat.

Menembus awan.

Menuju ruang yang lebih luas.

Lebih kosong.

Lebih aman.

Ia berhenti jauh di atas—

Di mana hanya ada langit luas dan udara dingin.

Beberapa detik kemudian—

WHUSH! WHUSH! WHUSH!

Para pahlawan APH mulai menyusul.

Satu per satu—

Muncul di langit.

Kembali mengepungnya.

Namun kini—

Tidak ada kota di bawah mereka.

Tidak ada yang perlu dilindungi.

Storm melayang di tengah mereka.

Armor merahnya bersinar terang.

Ia melihat sekelilingnya.

Lalu berkata dengan tenang—

"Sekarang…"

Aura di sekitarnya mulai meningkat.

"Tidak ada yang perlu kutahan lagi."

Langit malam menjadi saksi.

More Chapters