Ficool

Chapter 465 - Raksasa Tulang

Di dalam Domain Deathrays—

Dataran yang dipenuhi tulang kini berubah menjadi medan pertempuran kacau.

Puluhan, bahkan ratusan Velicoraptor tulang terus menyerang tanpa henti.

CRASH!

BAM!

BLAST!

Storm bergerak secepat kilat, menghancurkan satu demi satu.

Namun setiap tulang yang hancur—

Bangkit kembali.

Tanpa lelah.

Tanpa henti.

Storm melompat ke udara, menghindari serangan dari segala arah.

Namun dari bawah—

Lebih banyak makhluk tulang melompat mengejarnya.

"Ini tidak ada habisnya…"

Storm mendarat dengan keras, lalu menghancurkan beberapa sekaligus.

Namun saat itu—

Tanah tiba-tiba bergetar hebat.

DUMM… DUMM… DUMM…

Storm langsung menyadarinya.

Ia berhenti sejenak.

Menatap ke arah kejauhan.

Kabut gelap terbelah.

Sesuatu yang besar bergerak dari dalamnya.

Deathrays berdiri di kejauhan dengan tangan terangkat.

Senyumnya semakin lebar.

"Kalau pasukan kecil tidak cukup…"

Suaranya terdengar dingin.

"Bagaimana dengan yang ini?"

CRAAAAAACK!!!

Tanah pecah.

Dari dalamnya—

Muncul sebuah monster raksasa.

Tubuhnya tersusun dari tulang belulang besar.

Seperti gabungan berbagai makhluk yang dipaksa menjadi satu.

Tengkoraknya besar dengan mata merah menyala.

Tulang-tulangnya bergerak dengan suara gesekan yang mengerikan.

Monster itu berdiri menjulang tinggi di atas Storm.

Bayangannya menutupi seluruh area.

Storm mendongak sedikit.

"Serius…"

Deathrays tertawa pelan.

"Ini adalah bagian terbaik dari Domain-ku."

Ia menggerakkan tangannya.

Monster raksasa itu langsung mengaum.

GROOOOOAAARR!!

Suaranya mengguncang seluruh dimensi.

Tanah retak.

Kabut bergetar.

Kemudian—

Monster itu mengangkat lengannya yang besar.

Dan menghantam ke arah Storm.

BOOOOOOM!!!

Benturan itu menciptakan ledakan besar.

Tanah hancur.

Debu dan tulang beterbangan ke udara.

Velicoraptor tulang mundur sejenak dari dampak serangan itu.

Deathrays tersenyum puas.

"Kau tidak bisa berbuat banyak di sini."

Ia menatap ke arah ledakan itu.

"Ini adalah duniamu yang paling buruk."

Kabut perlahan menghilang dari pusat benturan.

Namun—

WHUSH!

Storm muncul di udara.

Tanpa luka serius.

Ia menghindari serangan itu di detik terakhir.

Namun kini—

Situasinya jauh lebih buruk.

Di bawahnya—

Ratusan monster tulang masih mengepung.

Di depannya—

Monster raksasa siap menyerang lagi.

Storm menghela napas pelan.

Matanya tetap tenang.

"Jadi ini caramu…"

Ia menatap Deathrays di kejauhan.

"Menang dengan jumlah banyak."

Deathrays mengangkat bahu.

"Menang tetaplah menang."

Ia menunjuk Storm.

"Di Domain ini…"

"Kau tidak punya keuntungan apa pun."

Monster raksasa itu kembali mengangkat lengannya.

Velicoraptor tulang mulai bergerak lagi.

Semua mengarah ke satu target: Dirinya. 

More Chapters