Ficool

Chapter 463 - Tak Tersentuh

Di dalam Domain Deathrays—Kabut gelap berputar semakin liar.

Tanah yang dipenuhi tulang belulang kini telah hancur di berbagai tempat akibat benturan pertarungan.

Di tengah kehancuran itu—Dua sosok masih bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti.

Namun kini—Situasinya mulai berubah.

Deathrays mulai kewalahan.

Matanya bergerak cepat, mencoba mengikuti pergerakan Storm.

Namun—Ia tidak bisa.

WHUSH!

Storm menghilang dari pandangannya.

Dalam sepersekian detik—

BLARR!

Sebuah pukulan menghantam sisi tubuh Deathrays.

Tubuhnya terlempar jauh.

Belum sempat ia mendarat—

CRASH!

Serangan lain datang dari arah berbeda.

Storm terus bergerak.

Menghilang.

Muncul.

Menyerang.

Tanpa pola yang bisa dibaca.

Deathrays mencoba membalas.

Ia mengayunkan tinjunya ke udara.

Namun—

Tidak ada apa-apa.

Kosong.

Storm sudah tidak ada di sana.

"Diam saja di tempatmu, Sialan!"

Deathrays menggeram.

Namun jawabannya—Hanya kecepatan.

BAM!

BLAST!

CRASH!

Serangan bertubi-tubi kembali menghantamnya.

Tubuh Deathrays hancur berkali-kali.

Tulangnya patah.

Tubuhnya terkoyak.

Ia jatuh ke tanah—

Namun bangkit lagi.

Regenerasinya bekerja tanpa henti.

Tubuhnya menyatu kembali.

Namun sebelum ia bisa sepenuhnya pulih, Storm sudah muncul lagi.

BOOOOM!

Satu pukulan menghancurkan tubuhnya sekali lagi.

Deathrays jatuh.

Lalu—

Bangkit lagi.

Dan lagi.

Dan lagi.

Siklus itu terus berulang.

Ia mati—

Lalu hidup kembali.

Seperti sesuatu yang tidak bisa benar-benar dihancurkan.

Namun—

Perbedaannya sekarang jelas.

Dulu—

Deathrays tidak bisa dilukai.

Sekarang—

Ia tidak bisa menyentuh Storm sama sekali.

Storm berdiri di kejauhan, napasnya tetap stabil.

Matanya fokus.

Ia tidak terburu-buru.

Ia hanya menunggu momen—

Lalu bergerak secepat kilat.

Deathrays akhirnya berdiri lagi.

Tubuhnya kembali utuh.

Namun kali ini—

Ekspresinya tidak lagi setenang sebelumnya.

Ia menatap sekeliling.

Mencoba mencari posisi Storm.

Namun yang ia lihat—

Hanya bayangan.

"Kecepatan ini…"

Ia bergumam pelan.

"Mustahil…"

WHUSH!

Storm muncul tepat di belakangnya.

Suara dinginnya terdengar.

"Kau terlalu lambat."

BLARR!!!

Satu serangan lagi menghantam Deathrays.

Tubuhnya hancur dan terpental jauh.

Debu dan kabut gelap berhamburan.

Beberapa detik berlalu—

Dan seperti sebelumnya—

Deathrays bangkit lagi.

More Chapters