Ficool

Chapter 453 - Mata yang Mengawasi

Di dalam aula markas X.A.R.A—

Rapat masih berlangsung.

Beberapa ilmuwan masih memperhatikan layar hologram yang menampilkan kapal Nexus S-4473, sementara sebagian lainnya berdiskusi pelan mengenai rencana penjelajahan luar angkasa.

Aryes berdiri di depan bersama Profesor Romeos dan Violys, sesekali menjelaskan beberapa hal tentang perkembangan proyek tersebut.

Suasana terlihat normal.

Semua orang tampak fokus pada rapat.

Namun—

Tidak ada yang menyadari satu hal.

Di salah satu kursi bagian belakang aula—

Seorang pria duduk dengan tenang di antara para ilmuwan lainnya.

Ia mengenakan jas laboratorium putih, sama seperti para peneliti lain di ruangan itu.

Rambutnya sedikit tertutup oleh topi pelindung penelitian.

Sekilas—

Ia terlihat seperti ilmuwan biasa.

Namun sebenarnya—

Ia bukan bagian dari X.A.R.A.

Pria itu adalah Deathrays.

Ia menyamar dengan sangat rapi.

Bahkan alat identitas di dadanya tampak seperti kartu pegawai X.A.R.A asli.

Tidak ada yang mencurigainya.

Deathrays duduk dengan santai sambil memperhatikan layar hologram di depan.

Matanya perlahan menoleh ke arah Storm yang duduk beberapa baris di depannya.

Tatapan itu hanya berlangsung sesaat.

Kemudian ia kembali melihat ke depan seperti ilmuwan biasa.

Di dalam lengan jasnya—

Tersembunyi sebuah perangkat kecil.

Perangkat itu memancarkan cahaya sangat redup.

Deathrays menekan panel kecil di dalamnya.

Tanpa suara.

Tanpa gerakan mencurigakan.

Perangkat itu mulai bekerja.

Semua suara di aula—

Pembicaraan Aryes.

Penjelasan Romeos.

Diskusi para ilmuwan.

Semuanya direkam dan dikirim secara diam-diam.

Sinyal energi tak terlihat melesat keluar dari markas X.A.R.A menuju tempat yang jauh.

Menuju seseorang.

Seseorang yang menunggu laporan itu: Franskeinsteins Lywara.

Di kursinya—

Deathrays menyandarkan punggungnya dengan santai.

Seolah hanya sedang mendengarkan rapat seperti orang lain.

Namun di balik wajah tenangnya—

Ia sedang menjalankan tugasnya.

Mengirim semua informasi rapat ini.

Tentang Eternal City.

Tentang Nexus S-4473.

Tentang rencana manusia menjelajahi bintang.

Dan yang paling penting—

Tentang seseorang yang duduk di barisan tengah: Storm Realms.

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Aku akan memulai serangannya."

Ia berbisik sangat pelan.

Namun tidak ada yang mendengarnya.

Karena di aula rapat itu—

Semua orang masih sibuk membicarakan masa depan manusia.

More Chapters