Pintu besar aula akhirnya terbuka.
Semua orang yang hadir di ruang rapat langsung menoleh ke arah pintu.
Aryes berjalan masuk dengan langkah tenang seperti biasa.
Namun—
Ia tidak sendirian.
Beberapa orang terlihat berjalan di belakangnya.
Dan bukan hanya itu.
Suasana ruangan langsung berubah ketika beberapa robot penjaga memasuki aula lebih dulu.
Robot-robot itu berjalan dengan langkah berat, tubuh logamnya memantulkan cahaya lampu ruangan.
Di atas mereka—
Beberapa drone kecil mulai terbang mengitari langit-langit aula.
Lampu sensor mereka menyala pelan sambil memindai seluruh ruangan.
Beberapa ilmuwan X.A.R.A saling berpandangan.
"Kenapa penjagaan sebanyak ini?"
"Siapa yang datang bersama Tuan Aryes?"
Di barisan tengah—
Storm sedikit mengangkat alis melihat pemandangan itu.
"Ini seperti Rapat atau parade militer…"
Jester tersenyum kecil.
"Sepertinya ada tamu penting."
Napstylea tetap tenang, namun matanya mengikuti setiap pergerakan robot penjaga itu.
Sementara itu—
Aryes berhenti di depan aula.
Orang yang berjalan di belakangnya akhirnya terlihat jelas.
Seorang pria berusia cukup tua dengan rambut perak yang tersisir rapi.
Ia mengenakan mantel ilmuwan panjang dengan beberapa perangkat teknologi menempel di bagian lengannya.
Matanya tajam, seolah selalu mengamati sesuatu dengan teliti.
Di belakangnya masih ada beberapa robot penjaga yang berdiri diam.
Aryes akhirnya berbicara.
"Saya minta perhatian semua orang."
Suara percakapan di aula langsung mereda.
Semua orang kini fokus ke depan.
Aryes sedikit menggeser posisinya, memberi ruang kepada pria yang berdiri di sampingnya.
"Perkenalkan."
"Ini adalah Profesor Romeos Glitz."
Beberapa ilmuwan terlihat langsung saling berbisik.
Nama itu jelas tidak asing bagi sebagian dari mereka.
Aryes melanjutkan penjelasannya.
"Profesor Romeos berasal dari Laboratorium Tersvers J5 Inword."
"Yang berada di kota Cyberrun Astra L-500."
Beberapa orang terlihat terkejut.
Cyberrun Astra adalah salah satu kota teknologi paling maju.
Storm menoleh sedikit ke arah Arabels.
"Kenapa kau menatapku sambil tersenyum begitu?"
Arabels hanya tersenyum kecil.
Di depan aula—
Aryes melanjutkan dengan nada santai.
"Saya mengundangnya ke rapat ini sebagai tamu."
Ia menatap seluruh ruangan.
"Sekaligus sebagai perkenalan."
Aryes kemudian menoleh sedikit ke arah Romeos.
"Karena mulai sekarang…"
"Profesor Romeos akan membantu X.A.R.A dalam beberapa pengembangan teknologi."
Violys yang berdiri di depan terlihat sedikit tertarik.
Ia memperhatikan profesor itu dengan lebih serius.
Romeos akhirnya maju satu langkah.
Ia melihat seluruh aula dengan pandangan tenang.
Sementara drone-drone kecil masih berputar di atas ruangan.
Robot penjaga tetap berdiri di dekat pintu.
Suasana aula terasa lebih tegang dari sebelumnya.
Karena jelas—
Kedatangan Profesor Romeos Glitz bukan sekadar kunjungan biasa.
