Pantai H2700 perlahan kembali tenang.
Ombak kecil menyapu pasir yang masih dipenuhi jejak pertempuran. Beberapa bongkahan es dari laut yang sebelumnya membeku masih terdampar di tepi pantai, mencair perlahan di bawah cahaya matahari.
Arabels, Jester, Zero, Lira, dan Napstylea masih berdiri di sana.
Mereka semua menatap ke arah laut dan langit yang kini kembali damai.
Namun—
Tiba-tiba terdengar suara tawa kecil.
"Heh…"
Semua orang langsung menoleh.
Tidak jauh dari mereka, berdiri seseorang yang entah sejak kapan sudah berada di sana.
Aryes Wilston.
Ia berdiri santai dengan tangan di saku jasnya, rambutnya sedikit tertiup angin laut.
Aryes menatap ke arah tempat Violys tadi berada sambil tertawa pelan.
"Sejujurnya cukup menarik melihat Violys kewalahan menahan Storm."
Namun tawanya berhenti.
Karena Arabels menatapnya tajam.
Aryes mengangkat tangannya sedikit seolah menyerah.
"Tenang saja."
Ia berjalan beberapa langkah mendekat ke arah mereka.
"Aku sudah di sini sejak tadi."
Zero menyipitkan mata.
"Sejak tadi?"
Aryes mengangguk ringan.
"Aku mengamati situasinya."
Jester menyilangkan tangan sambil tersenyum tipis.
"Pengamatan yang cukup santai untuk seseorang yang membiarkan kota hampir hancur."
Aryes hanya tertawa kecil.
"Kalau aku turun tangan, kalian mungkin tidak akan belajar banyak."
Napstylea tidak menanggapi kalimat itu.
Tatapannya tetap tenang, tapi jelas waspada.
Aryes lalu mengalihkan pandangannya ke arah laut yang kini tenang.
Ia berbicara dengan nada santai, namun matanya menunjukkan rasa penasaran yang serius.
"Aku juga sebenarnya ingin melihat kemampuan kalian berdua."
Ia melirik Jester dan Napstylea.
"Khususnya setelah semua laporan yang kudengar tentang Psywars."
Kemudian pandangannya beralih ke arah cakrawala.
Ke arah tempat Storm sebelumnya bertarung.
Aryes menghela napas kecil.
"Namun yang lebih mengejutkan…"
Ia tersenyum tipis.
"Mecha sebesar itu ternyata bahkan sangat sulit melukai Storm."
Zero mengangkat alis.
"Anda menyebutnya 'sulit' melukai?"
Aryes mengangguk pelan.
"Ya."
Matanya memancarkan kilatan pemikiran seperti seorang ilmuwan yang baru menemukan tantangan baru.
"Itu berarti satu hal."
Ia menoleh kembali ke arah laut sambil berkata santai.
"Mecha raksasa itu perlu upgrade."
Jester tertawa kecil.
"Wah… jadi itu yang kau pikirkan setelah melihat semua ini?"
Aryes mengangkat bahu.
"Teknologi selalu berkembang."
Kemudian ia menatap kembali ke arah mereka semua.
"Kalau Storm bisa bertambah kuat…"
"Kenapa mesin tidak boleh?"
Angin laut kembali berhembus pelan.
